- Pemungutan suara Pilkades Serentak di 154 desa se-Kabupaten Bekasi digelar pada Minggu, 20 September 2026.
- Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi menerapkan pengamanan berlapis berdasarkan tingkat kerawanan wilayah.
- Polisi mengancam akan menindak tegas praktik perjudian atau botoh selama tahapan pemilihan berlangsung.
- Seluruh elemen masyarakat diminta menghindari provokasi dan menyelesaikan sengketa melalui mekanisme hukum.
PESTA DEMOKRASI TINGKAT DESA di ujung timur perbatasan Ibu Kota segera bergulir. Menghadapi momen krusial ini, Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi menyatakan status siaga penuh untuk mengamankan jalannya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di wilayah Kabupaten Bekasi pada Minggu (20/09/2026).
Pengamanan ini difokuskan pada 154 desa guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Strategi Pengamanan Pilkades Kabupaten Bekasi 2026
Bagaimana Pola Pengamanan Pilkades di Kabupaten Bekasi?
Penyiagaan personel kepolisian di lapangan dilakukan secara terukur dan tidak asal tempat. Pola pengamanan yang diterapkan jajaran kepolisian disesuaikan langsung dengan kondisi geografis serta pemetaan tingkat kerawanan dari masing-masing wilayah desa yang menggelar pemilihan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kami mengajak seluruh pihak menunjukkan sikap siap menang dan siap kalah serta tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai pemicu perselisihan,” tegas Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/09/2026).
Mantan Kapolresta Malang Kota ini juga mengimbau agar para calon kepala desa, tim sukses, serta masyarakat umum untuk menghindari segala bentuk provokasi, intimidasi, hingga ancaman yang merusak nilai demokrasi.
Apabila terdapat sengketa atau keberatan atas hasil pemilihan, seluruh pihak diminta menempuh jalur hukum atau mekanisme yang telah ditetapkan oleh Pemkab Bekasi.
Apa Tindakan Polisi Terhadap Praktik Perjudian Saat Pilkades?
Ajang Pilkades di wilayah agraris dan sub-urban kerap dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menggelar praktik perjudian atau lazim disebut botoh.
Merespons hal ini, aparat tidak akan tinggal diam. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Polres Metro Bekasi telah memetakan titik-titik rawan dan siap melakukan penindakan tegas apabila ditemukan dugaan praktik perjudian yang menunggangi Pilkades.
Meski siap melibas pelaku tindak pidana dan perusuh, Budi Hermanto menekankan bahwa aparat keamanan di lapangan tetap dituntut untuk mengutamakan langkah preventif.
“Personel diarahkan mengedepankan pendekatan humanis dan profesional selama pengamanan. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi agar seluruh tahapan Pilkades berjalan aman dan tertib,” pungkasnya.
Pesta demokrasi tingkat desa ini diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang amanah bagi kemajuan pembangunan wilayah Kabupaten Bekasi ke depan, tanpa dicederai oleh konflik horizontal maupun kecurangan.
Jangan lewatkan perkembangan informasi terbaru seputar politik, ekonomi, dan pemerintahan di Bekasi Raya. Bagikan artikel ini agar kerabat Anda tidak ketinggalan informasi, dan segera ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar Anda selalu update dengan berita terpercaya.
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















