Fakta Baru Keracunan Massal SDN Kota Baru 3: Dinkes Bekasi Temukan Bakteri E-Coli dan Salmonella di MBG

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjenguk salah satu korban keracunan usai santap MBG, Kamis (2/10/2025).

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjenguk salah satu korban keracunan usai santap MBG, Kamis (2/10/2025).

BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi secara resmi mengonfirmasi temuan tiga jenis bakteri berbahaya dalam sampel Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab keracunan massal belasan siswa di SDN Kota Baru 3, Bekasi Barat.

Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kontaminasi bakteri yang signifikan pada makanan yang dibagikan.

Insiden ini menambah daftar panjang kekhawatiran terkait keamanan pangan dalam program makan gratis di sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak berwenang kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) penyediaan makanan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Kronologi dan Dampak Keracunan

​Peristiwa keracunan ini pertama kali dilaporkan setelah sejumlah siswa mengeluhkan gejala mual, pusing, dan muntah usai menyantap hidangan dari program MBG. Total, sebanyak 12 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan.

Situasi menjadi lebih serius ketika enam dari dua belas siswa tersebut harus segera dilarikan ke RS Ananda Bekasi untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Sementara itu, enam siswa lainnya dilaporkan mengalami gejala yang lebih ringan dan tidak memerlukan rawat inap.

Hasil Uji Laboratorium Dinkes Kota Bekasi

​Untuk memastikan penyebab pasti dari insiden ini, Dinkes Kota Bekasi segera mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para siswa untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Tiga Bakteri Berbahaya Teridentifikasi

​Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraeni, memaparkan hasil temuan yang mengkhawatirkan. Tiga bakteri berbahaya berhasil diidentifikasi dari sampel yang diperiksa.

“Hasil uji sampel MBG menunjukkan adanya bakteri Escherichia coli (E-coli), Bacillus Cereus, dan Salmonella pada beberapa komponen makanan,” jelas Satia saat dikonfirmasi oleh jurnalis rakyatbekasi.com, Senin (06/10/2025).

Bakteri-bakteri tersebut ditemukan pada makanan olahan daging, buah, serta hidangan macaroni cheese yang disajikan kepada para siswa.

Ketiga bakteri ini dikenal sebagai penyebab umum infeksi saluran pencernaan dengan gejala yang bervariasi dari ringan hingga berat.

Dugaan Penyebab Kontaminasi

​Menurut analisis awal Dinkes, salah satu faktor utama yang diduga menjadi pemicu kontaminasi bakteri adalah jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan waktu konsumsi oleh para siswa.

​”Kami sudah melakukan analisa. Memang, durasi antara waktu makanan selesai dimasak dengan waktu dikonsumsi itu agak panjang, sehingga memberikan peluang bagi kuman untuk berkembang biak di situ,” tambah Satia.

Tindak Lanjut dan Langkah Mitigasi

​Menyikapi temuan serius ini, beberapa langkah tegas dan cepat langsung diambil oleh pihak-pihak terkait untuk memastikan keamanan para siswa.

Penghentian Sementara Distribusi MBG

​Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penanggung jawab program telah mengeluarkan instruksi untuk menghentikan sementara distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke SDN Kota Baru 3. Kebijakan ini akan terus berlaku hingga ada jaminan perbaikan kualitas dan keamanan dari penyedia.

Perbaikan Standar Operasional Prosedur (SOP)

Saat ini, fokus utama adalah evaluasi dan perbaikan SOP oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pelaksana di lapangan.

Perbaikan ini mencakup seluruh rantai proses, mulai dari pemilihan bahan hingga penyajian.

​”Tujuannya supaya SPPG bisa memperbaiki SOP, meningkatkan kualitas bahan pangan yang digunakan, serta mengatur strategi penyajian makanan sehingga durasinya tidak terlalu lama dari memasak hingga disajikan untuk anak-anak,” tutup Satia.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak yang terlibat dalam program penyediaan makanan sekolah untuk selalu memprioritaskan aspek kebersihan dan keamanan pangan.

Publik kini menantikan hasil evaluasi dan perbaikan SOP agar program yang bertujuan baik ini dapat berjalan dengan aman dan efektif.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UM Indonesia Gebrak PMB 2026 Lewat Atraksi Panjat Tebing, Tegaskan Transformasi Total dari Unisma Bekasi
Editorial: Menggugat Etika Kekuasaan dalam Seleksi Jabatan Sekda, Bolehkah Adik Ipar Memimpin Birokrasi?
Gedung Sekolah Tua Masih Jadi PR, Pemkot Bekasi Masukkan Rencana Renovasi Prioritas di 2027
Boros Listrik! Dishub Kota Bekasi Genjot Peremajaan 40 Ribu PJU Konvensional Jadi LED
Pemkot Bekasi Kebut Negosiasi Kompensasi TPST Bantargebang dengan DKI
Bangkitkan Nasionalisme Warga, Nawang Center Gelar Lomba Pidato Gaya Bung Karno di Stadion PCB
Buka Orientasi Maba UM Indonesia, Wali Kota Bekasi Tantang Mahasiswa Kritis dan Kuasai AI
Wali Kota Tri Adhianto, Ses Jampidsus dan Kajari Kompak Hadiri Laga Perdana Adhyaksa Bekasi FC
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 15:32 WIB

UM Indonesia Gebrak PMB 2026 Lewat Atraksi Panjat Tebing, Tegaskan Transformasi Total dari Unisma Bekasi

Minggu, 20 September 2026 - 14:53 WIB

Editorial: Menggugat Etika Kekuasaan dalam Seleksi Jabatan Sekda, Bolehkah Adik Ipar Memimpin Birokrasi?

Minggu, 20 September 2026 - 13:41 WIB

Gedung Sekolah Tua Masih Jadi PR, Pemkot Bekasi Masukkan Rencana Renovasi Prioritas di 2027

Minggu, 20 September 2026 - 10:16 WIB

Boros Listrik! Dishub Kota Bekasi Genjot Peremajaan 40 Ribu PJU Konvensional Jadi LED

Minggu, 20 September 2026 - 09:35 WIB

Pemkot Bekasi Kebut Negosiasi Kompensasi TPST Bantargebang dengan DKI

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x