Curah Hujan Tinggi dan Aktivitas Alat Berat Picu Longsor di TPA Sumur Batu

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu.

BEKASI – Longsoran gunungan sampah terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi. Insiden ini berdampak langsung pada operasional Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) milik UPTD PALD yang berlokasi di dalam area TPA.

​Peristiwa ini dipicu oleh kombinasi curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir serta mobilitas alat berat yang terus-menerus di lokasi.

​Kepala UPTD TPA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Toni Kurniadi, mengonfirmasi bahwa pergeseran tumpukan sampah memang terjadi semakin cepat belakangan ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini membuat potensi longsor semakin tinggi, terutama pada zona pembuangan yang masih aktif.

​”Sebenarnya pergeseran (sampah) mungkin sudah terjadi sejak dulu tapi tidak terlihat. Kalau sekarang sangat terlihat karena pergeserannya itu cepat,” ujar Toni kepada jurnalis rakyatbekasi.com, Selasa (07/10/2025).

Penyebab Utama Longsor di TPA Sumur Batu

​Menurut analisis di lapangan, terdapat dua faktor utama yang berkontribusi signifikan terhadap insiden longsor sampah di TPA Sumur Batu.

Intensitas Hujan yang Tinggi

​Hujan deras yang turun terus-menerus telah meningkatkan kadar air dalam tumpukan sampah. Kondisi ini membuat gunungan sampah menjadi lebih berat dan jenuh, sehingga mengurangi stabilitasnya dan memicu pergerakan tanah serta sampah di bawahnya.

Mobilitas Alat Berat

​Aktivitas harian alat-alat berat seperti buldoser dan ekskavator untuk meratakan dan memadatkan sampah juga memberikan getaran dan tekanan konstan.

​”Setiap aktivitas alat itu mempengaruhi pergerakan sampah juga, meskipun tidak terlalu signifikan. Yang paling cepat itu yang di depan, yang sekarang menjadi titik pelayanan, satu hari saja bisa berubah,” jelas Toni.

Dampak Longsor Terhadap Fasilitas Vital dan Akses Jalan

​Longsoran sampah ini tidak hanya menyebabkan pergeseran gunungan sampah, tetapi juga menutup sebagian akses jalan operasional di dalam area TPA.

Material longsor yang terdiri dari sampah dan lumpur bergerak hingga mencapai area bekas kolam IPLT, sebuah fasilitas krusial untuk pengolahan limbah di Kota Bekasi.

​Kejadian ini berpotensi mengganggu pelayanan pengolahan limbah jika tidak segera ditangani secara efektif.

Dilaporkan bahwa longsor terjadi pada zona yang masih aktif digunakan untuk pembuangan sampah.

Sementara itu, zona 1 dan 2 yang sudah tidak aktif terpantau aman karena kondisi sampahnya yang telah padat dan stabil.

Upaya Penanganan dan Solusi Jangka Panjang

​Menanggapi insiden ini, pihak UPTD TPA Sumur Batu bergerak cepat untuk melakukan penanganan darurat.

Respons Cepat Petugas di Lapangan

​Petugas di lokasi segera dikerahkan untuk membersihkan material longsoran dan merapikan kembali tumpukan sampah.

Upaya ini dilakukan secepat mungkin untuk memastikan pelayanan di TPA dapat kembali berjalan normal tanpa hambatan berarti.

Solusi Jangka Panjang: Pembangunan Dinding Penahan

​Untuk mencegah kejadian serupa terulang, DLH Kota Bekasi telah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi. Rencananya, akan dibangun dinding penahan longsor (turap) di titik-titik rawan.

​”Pihak DBMSDA telah melaksanakan survei di lokasi TPA,” kata Toni.

“Pembangunan (dinding penahan) itu bisa mengurangi percepatan pergeseran (sampah) sambil kita menunggu kegiatan [penguatan struktur] yang dilakukan oleh DLH,” imbuhnya.

​Pembangunan dinding penahan ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk menjaga stabilitas gunungan sampah, terutama di musim penghujan.

Ikuti terus perkembangan terbaru mengenai penanganan longsor di TPA Sumur Batu hanya di rakyatbekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Tri Adhianto, Ses Jampidsus dan Kajari Kompak Hadiri Laga Perdana Adhyaksa Bekasi FC
Siaga Penuh! Polda Metro Jaya Sikat Praktik Perjudian di Pilkades Kabupaten Bekasi 2026, 154 Desa Masuk Radar
Babak Baru Suap Summarecon! Penggeledahan KPK di Bekasi Sita 4 Koper Bukti dari Rumah Dirjen ATR/BPN
Skandal Rp2 Triliun Korupsi PT Migas Kota Bekasi, Kejagung Didesak Ringkus Aktor Intelektual!
Negara Rugi Rp2 Triliun, Kejagung Terus Geledah Titik Baru Kasus Korupsi KSO PT Migas Kota Bekasi
Wali Kota Tri Adhianto Pastikan Pemkot Bekasi Kooperatif dan Layanan Publik Normal
Digeledah Kejagung Usut Korupsi KSO PT Migas, Pemkot Bekasi Jamin Pelayanan Publik Tak Terganggu
Digeledah Kejagung RI Terkait Korupsi KSO PT Migas, Pemkot Bekasi Janji Kooperatif Serahkan Dokumen
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 03:10 WIB

Wali Kota Tri Adhianto, Ses Jampidsus dan Kajari Kompak Hadiri Laga Perdana Adhyaksa Bekasi FC

Jumat, 18 September 2026 - 22:23 WIB

Siaga Penuh! Polda Metro Jaya Sikat Praktik Perjudian di Pilkades Kabupaten Bekasi 2026, 154 Desa Masuk Radar

Jumat, 18 September 2026 - 22:06 WIB

Babak Baru Suap Summarecon! Penggeledahan KPK di Bekasi Sita 4 Koper Bukti dari Rumah Dirjen ATR/BPN

Jumat, 18 September 2026 - 16:03 WIB

Skandal Rp2 Triliun Korupsi PT Migas Kota Bekasi, Kejagung Didesak Ringkus Aktor Intelektual!

Jumat, 18 September 2026 - 15:13 WIB

Wali Kota Tri Adhianto Pastikan Pemkot Bekasi Kooperatif dan Layanan Publik Normal

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x