Gedung Tak Layak Huni, Ratusan Siswa SMPN 62 Bekasi Akan Dipindah Sementara ke SMPN 19

- Jurnalis

Minggu, 12 Oktober 2025 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan Siswa SMPN 62 Kota Bekasi nampak belajar dengan posisi deprok karena tidak ada fasilitas, Rabu (08/10/2025).

Ratusan Siswa SMPN 62 Kota Bekasi nampak belajar dengan posisi deprok karena tidak ada fasilitas, Rabu (08/10/2025).

Dinas Pendidikan Siapkan Skema Belajar Siang sebagai Solusi Jangka Pendek, Renovasi Total Diusulkan untuk Tahun Anggaran Berikutnya

BEKASI – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi tengah merancang solusi darurat bagi ratusan siswa SMPN 62 Kota Bekasi yang selama ini belajar di gedung yang dinilai tidak layak.

Rencananya, seluruh siswa akan dipindahkan sementara ke gedung SMPN 19 Kota Bekasi untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar (KBM).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Pemindahan ini diusulkan karena kondisi gedung SMPN 62 saat ini, yang merupakan bekas Kantor Kelurahan Medan Satria, dianggap tidak representatif dan tidak memenuhi standar sarana-prasarana pendidikan yang ideal.

Kondisi Memprihatinkan di Eks Kantor Kelurahan

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Warsim Suryana, menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah evaluasi mendalam terhadap kondisi fisik bangunan.

Penggunaan gedung bekas kantor kelurahan dinilai menghambat proses belajar yang efektif bagi para siswa.

​”Menanggapi kondisi Gedung SMPN 62 yang tidak representatif, opsi terbaik yang kami temukan adalah menarik sementara seluruh siswa ke sekolah induknya, yaitu SMPN 19,” ujar Warsim Suryana kepada jurnalis rakyatbekasi.com, Sabtu (11/10/2025) petang.

​Ia menambahkan bahwa pencarian sekolah lain di sekitar lokasi sudah dilakukan, namun tidak ada yang memungkinkan untuk menampung seluruh rombongan belajar (rombel) dari SMPN 62.

Skema Belajar Siang Disiapkan

​Untuk mengakomodasi pemindahan ini, Disdik telah menyiapkan skema pembelajaran dengan sistem dua shift. Siswa SMPN 62 akan masuk pada shift siang, setelah KBM reguler siswa SMPN 19 selesai pada pagi hari.

​”Di SMPN 19 saat ini hanya menggunakan satu shift pagi. Jadi sangat memungkinkan bagi siswa SMPN 62 untuk masuk siang. Kepala sekolah dari kedua belah pihak pun sudah berkoordinasi dan pada prinsipnya setuju dengan rencana ini,” sambung Warsim.

Musyawarah Final Digelar Senin Esok

Untuk mematangkan rencana tersebut, Disdik Kota Bekasi telah menjadwalkan pertemuan penting pada hari Senin, 13 Oktober 2025.

Rapat ini akan mengundang seluruh unsur terkait, termasuk perwakilan orang tua murid, komite sekolah, serta kepala sekolah kedua SMPN.

​”Undangan sudah kami sampaikan kepada pihak-pihak terkait. Pertemuan ini bertujuan mencari win-win solution dan menyepakati detail teknis pemindahan agar KBM tetap berjalan lancar,” tegasnya.

Rencana Jangka Panjang: Renovasi dan Pembangunan Gedung Baru

​Warsim menegaskan bahwa pemindahan ini hanyalah solusi sementara. Rencana jangka panjang yang jauh lebih fundamental sedang diusulkan.

  • Renovasi Gedung: Disdik telah mengusulkan agar gedung eks kelurahan yang saat ini digunakan direnovasi total (revitalisasi) agar layak menjadi gedung sekolah permanen.
  • Pembangunan Gedung Baru: Selain renovasi, ada usulan pembangunan unit gedung baru pada tahun anggaran 2026 untuk menambah kapasitas dan fasilitas SMPN 62.

​”Jadi, anak-anak akan ‘mengungsi’ dulu di SMPN 19 selama proses renovasi berjalan. Ketika nanti sudah selesai dan layak, mereka akan kembali,” pungkasnya.

​Keputusan final mengenai waktu dan teknis pemindahan siswa SMPN 62 ini akan diumumkan secara resmi setelah rapat koordinasi pada Senin esok.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi AkustikMU Semarakkan Kemerdekaan di CFD Lagoon Bekasi
Realisasi Infrastruktur Kota Bekasi Tembus 40 Persen, DBMSDA Fokus ke Proyek Strategis
Wali Kota Bekasi Soroti Nikah Dini Sebagai Pemicu Perceraian
Pagar Besi 2.5 Meter Kelilingi Pakuwon Mall, Wali Kota Tri Adhianto Pastikan Bekasi Aman Terkendali
Pakuwon Mall Bekasi Pasang Pagar Besi 2,5 Meter, Ada Apa?
Pisah Sambut Kapolres Metro Bekasi Kota, Wali Kota Bekasi Optimistis Sinergi Makin Solid
Darurat! Penutupan TPST Bantargebang Mandek Demi Kompensasi?
Gantikan Sulvia Triana, Diana Wahyu Widyanti Resmi Jabat Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Aksi AkustikMU Semarakkan Kemerdekaan di CFD Lagoon Bekasi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Realisasi Infrastruktur Kota Bekasi Tembus 40 Persen, DBMSDA Fokus ke Proyek Strategis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Wali Kota Bekasi Soroti Nikah Dini Sebagai Pemicu Perceraian

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Pagar Besi 2.5 Meter Kelilingi Pakuwon Mall, Wali Kota Tri Adhianto Pastikan Bekasi Aman Terkendali

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Pisah Sambut Kapolres Metro Bekasi Kota, Wali Kota Bekasi Optimistis Sinergi Makin Solid

Berita Terbaru

Penampilan grup AkustikMU sukses bakar semangat nasionalisme ribuan warga di CFD Lagoon Bekasi lewat lagu kebangsaan dan edukasi sejarah yang meriah, Minggu (02/08/2026).

Bekasi

Aksi AkustikMU Semarakkan Kemerdekaan di CFD Lagoon Bekasi

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:35 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x