Serapan Anggaran Kota Bekasi Baru 50,70% di Akhir Oktober, BPKAD Desak OPD Genjot Belanja

- Jurnalis

Minggu, 26 Oktober 2025 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Wali Kota Bekasi.

Kantor Wali Kota Bekasi.

KOTA BEKASI – Realisasi Belanja Daerah atau serapan anggaran APBD Kota Bekasi Tahun 2025 dilaporkan baru mencapai 50,70 persen hingga minggu ketiga Oktober 2025.

​Mengingat tahun anggaran 2025 hanya menyisakan waktu efektif sekitar dua bulan, Badan Pengelolaan Keuangan Anggaran dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi kini menekan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan percepatan.

​BPKAD Terbitkan Surat Edaran Percepatan

​Kepala BPKAD Kota Bekasi, Yudianto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran yang ditujukan kepada seluruh OPD. Surat tersebut berisi instruksi untuk menggenjot realisasi belanja APBD secara efisien dan efektif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Kami sudah mengeluarkan Surat Edaran yang ditujukkan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan percepatan dan belanja APBD secara efisien dan efektif,” ucap Yudianto melalui keterangannya, Minggu (26/10/2025).

​Surat edaran tersebut, lanjutnya, merinci beberapa langkah konkret yang harus segera diambil oleh para pengguna anggaran.

​Fokus pada Pembayaran Pihak Ketiga

​Salah satu poin utama dalam instruksi tersebut adalah optimalisasi dana yang ada di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

​”Memanfaatkan dana Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), untuk pemenuhan belanja kewajiban pada pihak ketiga yang menjalankan proyek-proyek Pemerintah Kota Bekasi,” jelas Yudianto.

​Langkah ini diambil untuk memastikan tagihan dari kontraktor atau vendor yang telah menyelesaikan pekerjaannya dapat segera dibayarkan, sehingga mendorong perputaran ekonomi dan realisasi anggaran.

​Monitoring Ketat dan Pembayaran Uang Muka

​Selain itu, BPKAD juga menginstruksikan OPD untuk melakukan monitoring secara berkala setiap pekannya terhadap progres pelaksanaan belanja APBD di lingkup masing-masing.

​Instruksi lainnya adalah percepatan pembayaran uang muka, khususnya untuk proyek konstruksi yang dananya bersumber dari dana transfer.

​”Melakukan pembayaran uang muka untuk pekerjaan konstruksi, yang bersumber dana transfer dengan menyesuaikan klausul pada kontrak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ulasnya.

​BPKAD Bantah Ada Dana Mengendap Rp 1,7 Triliun

​Rendahnya serapan anggaran ini muncul di tengah sorotan publik mengenai jumlah kas daerah. Namun, BPKAD memastikan tidak ada dana yang sengaja diendapkan.

​Sebelumnya, Yudianto telah mengklarifikasi status saldo di RKUD milik Pemkot Bekasi.

​”Per tanggal 22 Oktober lalu, jumlah saldo milik Pemerintah Daerah sebesar Rp 1,7 Triliun,” ucapnya dalam keterangan resmi pada Jumat (24/10/2025).

​Ia menegaskan bahwa jumlah tersebut bukanlah dana mengendap. “Dari jumlah tersebut, merupakan dana yang sudah dialokasikan untuk kegiatan yang sudah direncanakan dan telah dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025,” tegas Yudianto.

​Dengan kata lain, dana tersebut sudah memiliki pos anggaran dan peruntukannya masing-masing, serta sedang dalam proses administrasi untuk dicairkan sesuai progres pekerjaan di OPD.

​Komitmen Percepatan Belanja Prioritas

​Pemerintah Kota Bekasi, menurut Yudianto, tetap berkomitmen melakukan upaya percepatan pelaksanaan anggaran, terutama untuk kegiatan yang bersifat prioritas, mendesak, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

​”Kami juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memastikan bahwa pelaksanaan anggaran berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

​(RakyatBekasi.com akan terus memantau perkembangan realisasi serapan anggaran APBD 2025 Kota Bekasi hingga akhir tahun.)


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Awas Politik Balas Budi! Kades Baru di Kabupaten Bekasi Dilarang Bongkar Pasang Perangkat Desa demi Akomodasi Timses
Rp2,82 Triliun APBD Kota Bekasi Belum Terserap: Belanja Pegawai Lancar, Belanja Pembangunan Tersendat!
Sasar 833.000 KK, Pendataan Perlinsos Kota Bekasi Baru Capai 11,86 Persen: Dinsos Desak Warga Aktif Daftar Mandiri!
Diduga Lecehkan Karyawati, Pengusaha Ikan Hias Bekasi Ini Ditangkap Polisi
Tiga Cabor Sumbang Medali Emas Perdana Jelang Opening Ceremony Porprov Jabar 2026 di Stadion Patriot
Baru Menjabat Sekda Kota Bekasi, Harta Muhammad Solikhin Adik Ipar Wali Kota Capai Rp4,7 Miliar: Ini Rincian LHKPN-nya!
Uji Nyali 22 Kandidat Dewan Pendidikan Kota Bekasi 2026–2031
Kawal Visi Wali Kota Bekasi, Mampukah Sekda Muhammad Solikhin Satukan Komando 23.000 ASN?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:55 WIB

Awas Politik Balas Budi! Kades Baru di Kabupaten Bekasi Dilarang Bongkar Pasang Perangkat Desa demi Akomodasi Timses

Kamis, 5 November 2026 - 11:51 WIB

Rp2,82 Triliun APBD Kota Bekasi Belum Terserap: Belanja Pegawai Lancar, Belanja Pembangunan Tersendat!

Kamis, 5 November 2026 - 09:16 WIB

Sasar 833.000 KK, Pendataan Perlinsos Kota Bekasi Baru Capai 11,86 Persen: Dinsos Desak Warga Aktif Daftar Mandiri!

Rabu, 4 November 2026 - 21:07 WIB

Diduga Lecehkan Karyawati, Pengusaha Ikan Hias Bekasi Ini Ditangkap Polisi

Rabu, 4 November 2026 - 16:10 WIB

Tiga Cabor Sumbang Medali Emas Perdana Jelang Opening Ceremony Porprov Jabar 2026 di Stadion Patriot

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x