Beredar Video Banjir Viral di Cipendawa Baru, Wali Kota Bekasi Pastikan Hoaks

- Jurnalis

Senin, 27 Oktober 2025 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar akun Instagram Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi @dedimulyadi71.

Tangkapan layar akun Instagram Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi @dedimulyadi71.

​KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memberikan klarifikasi tegas terkait beredarnya video viral yang menunjukkan banjir besar di Jembatan Besi, Jalan Cipendawa Baru, dekat Pondok Gede Permai (PGP), Kecamatan Jatiasih. Tri memastikan informasi yang beredar luas tersebut adalah hoaks.

​Klarifikasi ini disampaikan menyusul kegaduhan di media sosial yang disebabkan oleh rekaman video tersebut, yang menunjukkan luapan air hingga ke area jembatan.

Viral Usai Diunggah Gubernur Jabar

​Informasi banjir tersebut menjadi sorotan utama publik setelah diunggah oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui akun Instagram resminya, @dedimulyadi71.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam unggahannya, Dedi Mulyadi menuliskan keterangan, “Kondisi terkini jembatan Cipendawa, Jatiasih.” Unggahan dari tokoh publik ini sontak memicu reaksi cepat dari warganet dan masyarakat Kota Bekasi.

Konfirmasi Langsung Dedi Mulyadi ke Tri Adhianto

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengungkapkan, dirinya menerima panggilan telepon langsung dari Gubernur Dedi Mulyadi pada Minggu (26/10/2025) sore.

Panggilan tersebut bertujuan untuk mengkonfirmasi kebenaran situasi dalam video yang telah ia unggah.

​”Beliau (Gubernur Dedi Mulyadi) ingin mengkonfirmasi langsung, betul enggak itu terjadi,” kata Tri Adhianto melalui keterangannya, Senin (27/10/2025).

​Tri menjelaskan, video tersebut sempat menimbulkan persepsi negatif seolah-olah penanganan banjir di Kota Bekasi tidak berjalan.

​”Itu sempat ramai juga komentarnya. Seakan-akan Pemerintah Kota Bekasi tidak melakukan kegiatan. Termasuk Pak Gubernur (dianggap) tidak ada tindak lanjutnya terkait dengan banjir,” sambungnya.

Fakta: Video Banjir Lama Tahun 2024

​Setelah menerima informasi tersebut, Tri Adhianto segera melakukan penelusuran dan pengecekan lapangan. Hasilnya, dipastikan video tersebut adalah rekaman kejadian lama.

​”Selepas kami telusuri, alhasil, video yang diunggah oleh Gubernur Jawa Barat adalah hasil video banjir lama pada akhir tahun 2024 lalu,” tegas Tri.

​Menurut Tri, Gubernur Dedi Mulyadi juga telah mengklarifikasi unggahannya setelah mendapatkan fakta yang sebenarnya dari Pemkot Bekasi.

Imbauan Antisipasi Hoaks di Musim Hujan

​Menanggapi insiden ini, Tri Adhianto mengingatkan seluruh jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kecepatan dalam mengantisipasi disinformasi, terutama menjelang musim hujan.

​”Hari-hari ini kita menghadapi (peringatan) BMKG yang sudah mensharing terkait dengan potensi curah hujan. Oleh karena itu, antisipasi betul Dinas Infokom, sehingga berita-berita hoaks yang kemudian muncul juga bisa kita antisipasi,” ucapnya.

​Ia secara khusus menginstruksikan dinas teknis terkait, seperti Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), untuk proaktif.

​”BMSDA yang seharusnya memiliki data yang cukup, segera berikan feeding (umpan data) nya kepada Dinas Kominfo untuk kemudian dijelaskan dan disampaikan kepada masyarakat, sehingga (isu hoaks) tidak berkembang,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun
Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan
Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban
PKS TPST Bantargebang Berakhir 26 Oktober, Pemkot Bekasi Tuntut Kompensasi DKI Tetap Rp362 Miliar
Desain Awal Dinilai Rumit, Disperkimtan Kota Bekasi Kaji Ulang Lokasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai
Darurat Lahan Parkir di Pusat Pemerintahan, Wali Kota Bekasi Kaji Pembangunan Gedung Parkir 9 Lantai
​Layani 2.000 Komuter Tanpa Atap, Halte Transjakarta B41 Jatiasih Akhirnya Dibangun Oktober Ini via CSR Bank BJB
Loker Palsu di Bekasi Kembali Beroperasi, GMNI Semprot Disnaker dan Sebut Komitmen KDM Hanya Konten Belaka
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Desain Awal Dinilai Rumit, Disperkimtan Kota Bekasi Kaji Ulang Lokasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Darurat Lahan Parkir di Pusat Pemerintahan, Wali Kota Bekasi Kaji Pembangunan Gedung Parkir 9 Lantai

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x