Pemkot Bekasi Alihkan Jumat Berkah Bantu Korban Bencana Sumatera

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menginstruksikan pengalihan program Jumat Berkah menjadi penggalangan dana bencana saat ditemui di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (01/12/2025).

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menginstruksikan pengalihan program Jumat Berkah menjadi penggalangan dana bencana saat ditemui di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (01/12/2025).

Poin Utama:

  • Perubahan Program: Kegiatan rutin berbagi makanan “Jumat Berkah” di Kota Bekasi ditiadakan sementara minggu ini.
  • Tujuan: Anggaran dan donasi dialihkan untuk membantu korban banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
  • Bentuk Bantuan: Donasi berupa uang tunai (transfer), bukan logistik, agar lebih fleksibel sesuai kebutuhan korban.
  • Partisipasi: Dibuka untuk ASN, Non-ASN, pengusaha, dan masyarakat umum melalui rekening khusus Bank Daerah.

BEKASI SELATAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memutuskan untuk meniadakan sementara kegiatan rutin “Jumat Berkah” pada pekan ini. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk solidaritas dan respon cepat tanggap bencana guna menggalang Dana Bhakti Sosial bagi para korban banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, usai memimpin apel pagi di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Jalan Jend. Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Senin (01/12/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengapa Program Jumat Berkah Ditiadakan Minggu Ini?

Wali Kota Bekasi menjelaskan bahwa anggaran atau sumber daya yang biasanya digunakan untuk membagikan makanan gratis kepada warga Bekasi dalam program Jumat Berkah, akan dialihkan peruntukannya.

Langkah progresif ini diambil untuk memprioritaskan saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah berat di Pulau Sumatera.

“Salah satunya langkah yang progresif, nanti yang biasanya kita ada Jumat Berkah dengan membagikan makanan, kita ubah menjadi Jumat Berkahnya buat warga yang terkena musibah,” ujar Tri Adhianto kepada rakyatbekasi.com.

Apa Bentuk Bantuan yang Akan Disalurkan?

Pemkot Bekasi menegaskan bahwa bantuan yang dikumpulkan tidak akan berupa logistik sandang atau pangan, melainkan dalam bentuk donasi keuangan.

Hal ini dilakukan karena uang tunai dinilai lebih efektif dan fleksibel untuk memenuhi kebutuhan mendesak yang bervariasi di lokasi bencana.

“Nanti kita kumpulkan. Jumat Berkah minggu ini tidak ada untuk masyarakat Kota Bekasi. Jadi kita berikan kepada masyarakat yang terdampak (di Sumatera), karena kita belum tahu kebutuhan spesifik yang dibutuhkan di sana apa,” sambungnya.

Bagaimana Cara Masyarakat Berpartisipasi dalam Donasi Ini?

Proses pengumpulan dana bantuan akan dipusatkan melalui Nomor Rekening Khusus pada Bank milik Pemerintah Daerah (Bank Daerah). Tri Adhianto mengajak seluruh elemen kota, tidak hanya pegawai pemerintah, tetapi juga sektor swasta dan warga umum untuk turut serta memulihkan kondisi saudara-saudara di Sumatera.

“Nanti akan dibuatkan, donasi tentu tidak hanya untuk ASN dan Non ASN saja. Tapi masyarakat juga bisa ikut berdonasi. Hari ini keluar surat (edaran). Kita inisiasi warga untuk pemulihan bersama-sama, termasuk pengusaha. Jadi nanti kita ajak juga,” pungkasnya.

Data Pendukung:

  • Wilayah Terdampak: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh.
  • Jenis Bencana: Banjir dan Longsor.
  • Target Donatur: ASN, Non-ASN, Pengusaha, Warga Kota Bekasi.

Warga Kota Bekasi yang ingin berdonasi dapat memantau akun media sosial resmi Humas Pemkot Bekasi atau rakyatbekasi.com untuk informasi nomor rekening resmi yang akan segera dirilis hari ini.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya
Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat
Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir
Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini
Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026
Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja
Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga
Perbaikan Jalan Ir H Juanda Capai 60%, Kapan Rampung Total?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:16 WIB

APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:08 WIB

Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:22 WIB

Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:41 WIB

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:09 WIB

Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja

Berita Terbaru

SANG GUBERNUR PERTAMA: Suasana lalu lintas dan rindangnya pepohonan di sepanjang Jalan Sam Ratulangi, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/07/2026). Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi, doktor matematika lulusan Swiss sekaligus Gubernur Sulawesi pertama yang merumuskan UUD 1945 dan mewariskan falsafah luhur

Ekstra

Sejarah Jalan Sam Ratulangi: Sang Doktor Jenius dari Timur

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:45 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x