- Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Bekasi kembali masuk kategori “Baik” dengan skor 32 untuk parameter PM2.5 pada Senin (07/09/2026).
- Sempat memburuk akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, arah angin kini bertiup ke Samudra Hindia sehingga menjauhi wilayah Bekasi.
- Pemkot Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tetap mengimbau masyarakat untuk memakai masker dan kacamata saat beraktivitas di luar ruangan.
DINAS LINGKUNGAN HIDUP (DLH) KOTA BEKASI memastikan kualitas udara di wilayah tersebut telah kembali pada kategori aman dan sehat bagi masyarakat.
Sebelumnya, langit kawasan patriot ini sempat terpapar sebaran abu vulkanik imbas aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada akhir pekan lalu.
Berdasarkan pantauan terbaru di stasiun pemantau Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, indeks pencemaran udara sudah menunjukkan tren pemulihan yang sangat signifikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Update Kualitas Udara Kota Bekasi Terkini
Bagaimana Kondisi Kualitas Udara Kota Bekasi Hari Ini?
Menjawab kekhawatiran warga, kondisi udara saat ini sudah sangat aman untuk berbagai aktivitas luar ruangan.
Berdasarkan pemantauan dari stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) di area Stadion Patriot Candrabhaga, Kelurahan Kayuringin Jaya, angka ISPU tercatat pada level 32 (Kategori Baik) pada Senin (07/09/2026) siang.
”Kemarin jam 10.00 pagi kondisinya sempat sedang. Namun, memasuki jam 15.00 sampai 18.00 sore kita cek sudah membaik, dan tadi pagi jam 06.00 dicek kembali kondisinya tetap baik. Secara keamanan untuk beraktivitas masih aman, hanya saja kami tetap mengimbau warga Kota Bekasi untuk menggunakan masker dan kacamata guna berjaga-jaga,” kata Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (07/09/2026).
Mengapa Sebaran Abu Vulkanik Tidak Lagi Mengancam Bekasi?
Potensi sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau sangat bergantung pada dinamika arah angin harian.
Merujuk pada rilis data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), angin saat ini cenderung bertiup menuju arah Samudra Hindia.
Kondisi cuaca dan arah angin tersebut secara otomatis menyapu partikel debu vulkanik menjauh dari kawasan permukiman di Kota Bekasi. Alhasil, tingkat kepekatan polutan berangsur menurun drastis dan kembali normal.
Darimana Data Kualitas Udara Tersebut Berasal?
Pemkot Bekasi menggunakan teknologi mutakhir yang terintegrasi langsung dengan pemerintah pusat untuk memantau indikator kelayakan lingkungan secara real-time.
”Data kualitas udara tersebut tercatat langsung melalui stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) yang berlokasi di area Stadion Patriot Candrabhaga. Titik ini dinilai representatif untuk menggambarkan kondisi udara kota secara umum,” tuturnya.
Apa Langkah Antisipasi dari Pemkot Bekasi?
Menindaklanjuti atensi khusus dari Wali Kota Bekasi terkait isu kesehatan lingkungan, DLH Kota Bekasi terus memperketat pengawasan indikator polusi secara berkala.
Alat AQMS yang beroperasi telah terintegrasi dengan sistem ISPU Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan diuji akurasinya setiap tahun.
Berikut adalah rangkuman data pantauan ISPU terkini di Kota Bekasi:
- Lokasi Stasiun: Bekasi Kayuringin (Stadion Patriot Candrabhaga)
- Status Kualitas Udara: BAIK (Skor 32)
- Parameter Kritis: PM2.5
- Suhu Udara: 37°C dengan Kelembaban 40.3%
Meski parameter pencemaran udara sudah berada di ambang batas normal, kewaspadaan masyarakat harus tetap menjadi prioritas.
Warga yang memiliki sensitivitas pada saluran pernapasan disarankan untuk tetap membawa masker sebagai langkah antisipasi saat bepergian.
Dapatkan informasi terbaru seputar kebijakan Pemkot Bekasi dan layanan publik lainnya dengan membagikan artikel ini kepada kerabat Anda.
Jangan lupa tinggalkan komentar Anda dan ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update setiap harinya!
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















