Modernisasi Mitigasi Bencana, Wali Kota Bekasi Operasikan EWS Mutakhir Berbasis AI

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alat pendeteksi dini atau Early Warning System (EWS) berteknologi mutakhir yang kini telah terpasang di sejumlah titik strategis.

Alat pendeteksi dini atau Early Warning System (EWS) berteknologi mutakhir yang kini telah terpasang di sejumlah titik strategis.

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat langkah mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir kiriman yang kerap melanda wilayah bantaran sungai. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, secara resmi memperkenalkan alat pendeteksi dini atau Early Warning System (EWS) berteknologi mutakhir yang kini telah terpasang di sejumlah titik strategis.

​Berbeda dengan alat konvensional, EWS terbaru ini didukung oleh teknologi Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan. Teknologi ini memungkinkan pemantauan yang jauh lebih presisi, tidak hanya mengukur ketinggian air, tetapi juga kecepatan arus yang datang dari wilayah hulu.

​Teknologi AI: Deteksi Debit dan Kecepatan Air

​Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menjelaskan bahwa pemasangan EWS canggih ini merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Langkah ini diambil untuk menekan fatalitas dan kerugian materi akibat bencana yang sering kali sulit diprediksi karena faktor cuaca ekstrem.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Ini adalah upaya yang dilakukan bersama BNPB untuk mengurangi tingkat fatalitas terkait bencana yang ada. Kita tahu bahwa cuaca saat ini sangat sulit diprediksi,” ujar Tri Adhianto dalam keterangan resminya, Selasa (16/12/2025).

​Tri memaparkan keunggulan utama dari EWS berbasis AI ini. Sistem pengolah data cerdas yang tertanam dalam perangkat tersebut mampu memberikan analisis real-time yang lebih komprehensif kepada petugas dan masyarakat.

​”Sekarang sudah pakai teknologi yang lebih maju. Dengan menggunakan teknologi AI dan pengolah data, tidak saja ketinggian air yang bisa dihitung, tetapi juga kecepatannya. Sehingga ada informasi awal yang lebih akurat kepada masyarakat,” paparnya.

​Enam Titik Pantau di Jalur Rawan

​Berdasarkan data teknis, alat deteksi cepat ini dipasang di enam (6) titik krusial yang berfungsi memantau potensi luapan air, khususnya di sepanjang aliran Kali Bekasi dan Kali Cikeas. Wilayah ini diketahui memiliki kerentanan tinggi terhadap limpahan air atau “banjir kiriman” saat debit air di hulu meningkat drastis.

​Tri tidak memungkiri bahwa topografi Kota Bekasi memiliki sejumlah wilayah yang berstatus rawan karena berdekatan langsung dengan Daerah Aliran Sungai (DAS). Oleh karena itu, sinyal dari hulu menjadi kunci utama dalam manajemen bencana di kota ini.

​”Sehingga nanti apabila di wilayah hulu seperti Sentul atau Bogor sudah mulai terjadi kenaikan debit air akibat curah hujan tinggi, tentu alat ini akan berbunyi dan mengirimkan sinyal,” sambung Tri.

​Meningkatkan Kesiapsiagaan Warga

​Tujuan utama dari modernisasi alat EWS ini adalah memberikan golden time atau waktu emas bagi warga untuk melakukan evakuasi mandiri sebelum air mencapai permukiman.

​Dengan adanya peringatan dini yang lebih cepat dan akurat, masyarakat di bantaran sungai diharapkan dapat segera mengamankan dokumen penting dan barang berharga lainnya.

​”Masyarakat bisa lebih bersiap diri dan menjangkau tempat aman untuk melakukan mitigasi kebencanaan. Warga jadi lebih aware, surat-surat berharga sudah mulai dirapikan. Walaupun kita tentu tidak berharap bencana itu terjadi, tetapi pemasangan perangkat ini adalah langkah antisipatif minimal untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga,” pungkas Tri Adhianto.

​Melalui inovasi ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap risiko kerugian akibat banjir dapat diminimalisir, sekaligus mewujudkan kota yang lebih tangguh dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

Visited 73 times, 1 visit(s) today


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7
Kontrak BOT Betos Habis: Pemkot Bekasi Didesak Ambil Alih Aset!
Praktik Suap Pendidikan Bekasi Dikuliti Habis Majelis SEPAGETI
Proyek Pirolisis Bantargebang, Gunungan Sampah Bakal Disulap Jadi BBM
Venue Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi 98% Siap
Ustadz Abu Fayadh: Ini Lima Cara Konkret Warga Bekasi Bela Palestina
Jelang Ground Breaking PSEL Sumurbatu, Pemkot Bekasi Kembangkan Teknologi Pirolisis
7 Tahun Mangkrak! Pedagang Pasar Kranji Laporkan Pemkot Bekasi dan PT ABB ke Kejagung RI
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:35 WIB

Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:36 WIB

Kontrak BOT Betos Habis: Pemkot Bekasi Didesak Ambil Alih Aset!

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:55 WIB

Praktik Suap Pendidikan Bekasi Dikuliti Habis Majelis SEPAGETI

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:34 WIB

Proyek Pirolisis Bantargebang, Gunungan Sampah Bakal Disulap Jadi BBM

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:57 WIB

Venue Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi 98% Siap

Berita Terbaru

Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi.

Parlementaria

Piala Dunia 2026: Ketua DPRD Kota Bekasi Jagokan Spanyol dan Jepang

Kamis, 11 Jun 2026 - 14:15 WIB

Ilustrasi Kota Bekasi darurat LGBT. (Nano Banana Pro2)

Parlementaria

Darurat! DPRD Desak Pemkot Bekasi Bentuk Satgas Penanganan LGBT

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:52 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x