Wali Kota Tri Adhianto Ungkap Anomali Cuaca Percepat Siklus Banjir di Bantaran Kali Bekasi

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat memberikan arahan kepada segenap aparatur ASN Pemkot Bekasi pada Apel Senin (26/01/2026) pagi.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat memberikan arahan kepada segenap aparatur ASN Pemkot Bekasi pada Apel Senin (26/01/2026) pagi.

Poin Utama:

  • Penyebab: Banjir dipicu anomali cuaca tak terduga; kombinasi hujan lokal intensitas tinggi dan air pasang (rob).
  • Perubahan Pola: Siklus banjir yang dulunya diprediksi 5-20 tahunan, kini berpotensi terjadi setiap tahun.
  • Solusi Taktis: Penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta dan BNPB.
  • Wilayah Terdampak: Fokus pengawasan di sepanjang aliran Kali Bekasi yang melintasi Jatiasih hingga Rawalumbu.

​Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Bekasi baru-baru ini dipicu oleh anomali cuaca ekstrem yang semakin sulit diprakirakan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kini dihadapkan pada tantangan mitigasi baru mengingat pola banjir yang sebelumnya memiliki siklus tahunan panjang, kini berubah menjadi ancaman rutin tahunan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Siklus Banjir di Kota Bekasi Berubah?

​Perubahan iklim global memberikan dampak nyata pada pola hidrometeorologi di wilayah Jabodetabek.

Fenomena ini menyebabkan prediksi cuaca konvensional tidak lagi sepenuhnya akurat menjadi acuan mitigasi bencana.

​”Karena hujan hari ini kan anomali. Kalau orang dulu memprediksi banjir lima tahunan atau 20 tahunan, ternyata hari ini tahunan juga, hanya konsepnya saja yang berbeda,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Senin (26/01/2026).

​Tri menjelaskan bahwa kesiapsiagaan pemerintah daerah kini diuji dengan variabel cuaca yang bergerak dinamis dan cepat berubah dibandingkan dekade sebelumnya.

​Apa Saja Indikator Naiknya Debit Kali Bekasi?

​Secara teknis, terdapat pergeseran indikator yang menyebabkan meluapnya Kali Bekasi. Sebelumnya, banjir besar biasanya terjadi jika tiga syarat terpenuhi secara bersamaan: kiriman air dari hulu (Bogor), naiknya permukaan air laut (rob), dan curah hujan lokal yang tinggi. Kondisi ini kerap berdampak pada wilayah cekungan di Kecamatan Jatiasih dan Rawalumbu.

​Namun, pada insiden terakhir, luapan air terjadi lebih cepat meskipun indikatornya belum lengkap.

  • Pola Lama: Kiriman Hulu + Rob + Hujan Lokal = Banjir.
  • Pola Baru (Anomali): Hujan Lokal + Rob = Potensi Genangan Meluas.

​“Kalau itu tiga indikatornya terpenuhi, Kali Bekasi naik. Karena ada kiriman, kemudian rob naik, lalu hujan. Nah, hari ini dua indikator saja, hujan dan rob (sudah banjir),” jelas Tri.

​Bagaimana Strategi Modifikasi Cuaca Dilakukan?

​Untuk menekan risiko curah hujan ekstrem, Pemkot Bekasi mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang proaktif melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Langkah ini dinilai krusial untuk memecah awan hujan sebelum memasuki wilayah padat penduduk di Jakarta dan penyangganya, termasuk Bekasi.

​Tri mengakui bahwa ketergantungan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memiliki tantangan tersendiri karena keterbatasan armada pesawat dan anggaran, serta luasnya cakupan wilayah Indonesia yang harus ditangani.

​“Kita berterima kasih kepada Pak Gubernur Jakarta yang sudah melakukan modifikasi cuaca. Karena seperti kita ketahui juga BNPB juga memiliki keterbatasan anggaran dan sarana yang dimiliki dalam pelaksanaan rekayasa cuaca secara merata,” tuturnya.

​Keterlambatan rekayasa cuaca di Jabodetabek beberapa waktu lalu terjadi karena prioritas pembagian armada ke wilayah lain yang juga membutuhkan penanganan darurat.

Selain Jabodetabek, modifikasi cuaca juga tengah intensif dilakukan di wilayah Bandung Barat oleh Pemprov Jawa Barat untuk mencegah potensi longsor susulan.

​Menutup keterangannya, Tri Adhianto menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot Bekasi, mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kesiapan pompa air dan posko darurat harus dipastikan berfungsi optimal menghadapi cuaca yang tidak menentu.

Warga Kota Bekasi yang membutuhkan bantuan darurat banjir atau ingin melaporkan genangan, dapat segera menghubungi Call Center BPBD Kota Bekasi di layanan 112 atau melalui aplikasi layanan publik resmi.

Visited 80 times, 1 visit(s) today


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut 1 Muharram 1448 H, RW 015 Bekasi Jaya dan PMI Sukses Gelar Donor Darah
Lamban! Baru 68 dari 1.020 RW Bekasi Cairkan Dana Hibah
Karto Jadi Staf Ahli, 3 Open Bidding Kota Bekasi ‘Menggantung’?
Antisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Disdamkarmat Kota Bekasi Tingkatkan Pengawasan TPA dan TPST
Terkait Usulan CFD di Alun-alun M Hasibuan, Wali Kota Bekasi Bilang Begini
Jelang Ground Breaking, Pemkot Bekasi Klaim Pembebasan Lahan Utama PSEL Tuntas
​Nasi Cadong dan HP di Lapas Bekasi, Aktivis: Ini Bom Waktu!
Harumkan Bekasi, Bocah Rawalumbu Rebut Mahkota Juara Umum Puteri Anak Jawa Barat 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:35 WIB

Sambut 1 Muharram 1448 H, RW 015 Bekasi Jaya dan PMI Sukses Gelar Donor Darah

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:11 WIB

Lamban! Baru 68 dari 1.020 RW Bekasi Cairkan Dana Hibah

Senin, 15 Juni 2026 - 17:02 WIB

Karto Jadi Staf Ahli, 3 Open Bidding Kota Bekasi ‘Menggantung’?

Senin, 15 Juni 2026 - 13:14 WIB

Antisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Disdamkarmat Kota Bekasi Tingkatkan Pengawasan TPA dan TPST

Senin, 15 Juni 2026 - 12:29 WIB

Terkait Usulan CFD di Alun-alun M Hasibuan, Wali Kota Bekasi Bilang Begini

Berita Terbaru

Suasana pelaksanaan Seleksi Tulis Beasiswa Calon Pelaut Pertamina Patra Niaga yang diikuti oleh puluhan kandidat saat mengerjakan ujian psikotes dan kemampuan bahasa berbasis digital di Semarang, pada 9 hingga 11 Juni 2026.

Nasional

Pertamina Jaring 101 Pelaut Muda, Amankan Distribusi Energi

Rabu, 17 Jun 2026 - 01:00 WIB

Seorang petugas SPBU Pertamina tengah melayani pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) ke kendaraan konsumen. PT Pertamina Patra Niaga mengklarifikasi bahwa angka Rp18.040 per liter pada struk viral adalah harga keekonomian murni, sementara masyarakat tetap membeli dengan harga subsidi yang ditetapkan Pemerintah. (Foto: Dok. Pertamina)

Nasional

Struk Pertalite Rp18.040 Viral, Pertamina Ungkap Faktanya

Rabu, 17 Jun 2026 - 00:11 WIB

Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto.

Parlementaria

Komisi I DPRD Kota Bekasi Siap Kawal Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu

Selasa, 16 Jun 2026 - 22:12 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x