Buka Ruang Diskusi, Dishub Minta Angkot Berbenah Perbaiki Kualitas Layanan

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan armada angkutan kota (angkot) diparkir melintang memblokade Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, sebagai protes menolak operasional Bus Trans Beken, Kamis (12/02/2026).

Ratusan armada angkutan kota (angkot) diparkir melintang memblokade Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, sebagai protes menolak operasional Bus Trans Beken, Kamis (12/02/2026).

Poin Utama:

  • Evaluasi Layanan: Dishub meminta pengusaha angkot melakukan self-assessment menyusul beroperasinya Bus Trans Beken.
  • Opsi Rerouting: Pemerintah menawarkan perubahan, pemendekan, atau perpanjangan trayek agar tidak bersinggungan langsung dengan Trans Beken.
  • Syarat Mutlak: Pengusaha angkot wajib mematangkan sarana dan prasarana sesuai standar keselamatan (KIR dan administrasi).
  • Tanggung Jawab: Perbaikan transportasi publik menjadi tugas kolaboratif antara pemerintah (regulator) dan operator swasta.

​Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mendesak para pengelola Angkutan Umum Perkotaan (Angkot) untuk segera melakukan evaluasi mandiri (self-assessment) terhadap kualitas layanannya.

Langkah ini dinilai mendesak sebagai respons atas beroperasinya layanan Bus Trans Beken (Bekasi Keren) yang menuntut standar transportasi publik yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Bagaimana Nasib Angkot Setelah Ada Trans Beken?

​Kehadiran Bus Trans Beken di sejumlah koridor utama memicu kekhawatiran di kalangan sopir angkot terkait potensi penurunan penumpang.

Menyikapi hal tersebut, Dishub Kota Bekasi membuka ruang diskusi untuk mencari titik temu agar kedua moda transportasi ini dapat berjalan beriringan tanpa saling mematikan.

​”Bagaimana mengkolaborasikan dengan teman-teman Angkutan Kota, kita melakukan upaya Rerouting (pengaturan ulang rute). Dan juga sudah beberapa kali melakukan pembahasan,” kata Zeno Bachtiar kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Kantor Dishub Kota Bekasi, Rabu (18/02/2026).

​Menurut Zeno, rerouting menjadi solusi paling logis. Opsi yang ditawarkan meliputi perubahan jalur, memperpendek rute sebagai feeder (pengumpan), atau memperpanjang rute ke wilayah perumahan yang belum terjangkau transportasi massal.

​Apa yang Harus Dilakukan Pengusaha Angkot?

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menegaskan bahwa perbaikan tidak hanya tugas pemerintah, melainkan juga menuntut kesadaran pengusaha angkot.

Zeno menekankan pentingnya pembenahan manajerial dan peremajaan armada agar layak jalan dan mampu bersaing.

​”Matangkan (sarana prasarana), kenapa? Pemerintah sebagai regulator tetap mempunyai poin-poin yang harus disepakati, poin-poin yang harus kita terapkan. Atau sebaliknya poin-poin yang memang tidak bisa kita lakukan,” sambungnya.

​Poin tersebut mengacu pada standar pelayanan minimal, seperti kelengkapan surat kendaraan, kondisi fisik mobil yang layak, serta perilaku pengemudi di jalan raya.

​Siapa yang Bertanggung Jawab atas Kualitas Transportasi?

​Persoalan transportasi di Kota Bekasi merupakan tanggung jawab kolektif. Dishub mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak hanya mengeluhkan kehadiran moda baru, tetapi menjadikannya momentum untuk berbenah.

​Zeno menambahkan bahwa pihaknya membuka pintu seluas-luasnya bagi asosiasi angkutan untuk membahas teknis integrasi layanan ini secara mendetail.

​”Itu PR bersama. Meminta para angkutan umum melakukan self assessment dalam melakukan pembenahan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Serta, Dishub juga membuka ruang diskusi seluas-luasnya untuk membahas persoalan transportasi yang lebih terpadu,” tutupnya.

​Dengan adanya rerouting dan peningkatan standar layanan, diharapkan angkot di Kota Bekasi dapat tetap eksis sebagai moda pengumpan yang vital bagi warga, bersinergi dengan layanan modern Trans Beken.

Punya keluhan terkait layanan angkot atau transportasi publik di wilayah Anda? Laporkan kepada kami atau melalui kanal pengaduan resmi Pemkot Bekasi di 112.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?
Resmi Diumumkan! Ini Dia Daftar Tiga Besar Open Bidding Pemkot Bekasi
APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya
Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat
Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir
Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini
Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026
Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:06 WIB

Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:40 WIB

Resmi Diumumkan! Ini Dia Daftar Tiga Besar Open Bidding Pemkot Bekasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:16 WIB

APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:08 WIB

Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:50 WIB

Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir

Berita Terbaru

Infografis.

Opini

Tobat Ekologis, Kesadaran dan Aksi Religius Universal

Jumat, 24 Jul 2026 - 04:02 WIB

Ilustrasi.

Bekasi

Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?

Kamis, 23 Jul 2026 - 22:06 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x