Balita Tewas di Jatisampurna: Polisi Bidik Remaja ODGJ

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Poin Utama:

  • ​Seorang bayi berusia 2,5 bulan tewas mengenaskan di kontrakan Omah Seruni 99, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi pada Rabu (27/05/2026) malam.
  • ​Penyelidikan Polrestro Bekasi Kota difokuskan pada remaja berinisial G (18) yang diduga kuat sebagai pelaku utama.
  • ​Berdasarkan rekam medis di lokasi kejadian, G diketahui memiliki riwayat perawatan psikiater dan terindikasi sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
  • ​Polisi telah memeriksa 10 orang saksi dan mengamankan barang bukti berupa dua bilah pisau berdarah serta pakaian korban.

​Kepolisian Resor Metropolitan (Polrestro) Bekasi Kota terus mengusut tuntas misteri pembunuhan sadis seorang bayi berusia 2,5 bulan berinisial A.

Tragedi berdarah ini terjadi di sebuah rumah kontrakan Omah Seruni 99, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, pada Rabu (27/05/2026) malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, penyidik memfokuskan bidikan kepada seorang remaja berinisial G (18), yang juga ditemukan bersimbah darah di lokasi kejadian.

​Siapa Pelaku Pembunuhan Balita di Jatisampurna Bekasi?

​Penyidik Sat Reskrim Polrestro Bekasi Kota menduga kuat bahwa pelaku pembunuhan adalah remaja berinisial G (18).

G merupakan salah satu korban selamat yang ditemukan tergeletak bersama bayi malang tersebut di tempat kejadian perkara (TKP).

Kecurigaan ini bukan tanpa dasar, melainkan didukung oleh temuan sejumlah barang bukti medis di lokasi yang mengarah pada rekam jejak kejiwaan terduga pelaku.

​”Setelah kami cek track record-nya, ternyata yang bersangkutan sempat dibawa ke psikiater, karena berdasarkan hasil interogasi kami dari saksi-saksi, yang bersangkutan ada mengalami gangguan jiwa,” kata Kasat Reskrim Polrestro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (28/05/2026).

​Bagaimana Kronologi Penemuan Korban di Omah Seruni 99 Jatirangga?

​Peristiwa mengerikan ini pertama kali terungkap sekitar pukul 22.00 WIB oleh M (60), nenek korban yang baru pulang berjualan.

Saat petugas dari Polsek Jatisampurna dan Polrestro Bekasi Kota tiba di kontrakan, mereka mendapati dua tubuh tergeletak dengan luka terbuka akibat sayatan senjata tajam.

Bayi berusia 2,5 bulan tersebut ditemukan tak bernyawa dengan kondisi sangat memilukan, sementara G dalam keadaan kritis.

​”Di dalam kontrakan itu tadinya ada dua korban, pertama anak umur kurang lebih 2 setengah bulan, yang mana tewasnya sangat mengenaskan. Korban yang satunya (G) ini tergeletak, ada luka sayatan di pipi hingga ke mulut serta luka tusuk juga di dada,” bebernya.

​Mengapa Nenek Korban Sempat Dicurigai Polisi?

​Pada awal penyelidikan, sang nenek berinisial M (60) sempat menjadi fokus kecurigaan aparat karena ia kedapatan mencuci barang bukti berupa pisau berlumuran darah.

Namun, dari hasil pendalaman dan interogasi, tindakan tersebut terbukti murni didorong oleh kepanikan luar biasa dan refleks akibat syok melihat cucunya tewas bersimbah darah.

​”Sang nenek kaget, namun dengan spontan atau refleks melihat kejadian itu, ia mengambil pisau yang ada di tangan salah satu korban atas nama G, lalu mencuci pisau tersebut. Setelah kami interogasi dan pendalaman, untuk sementara dalam penyelidikan ini, pelakunya bukan sang nenek,” tuturnya.

​Hingga saat ini, proses hukum sedikit terkendala karena terduga pelaku belum dapat dimintai keterangan secara langsung.

G masih terbaring lemah di RS Jatisampurna guna mendapatkan penanganan medis atas luka parah di area mulut dan dada.

​Untuk memperkuat proses pembuktian, tim penyidik telah mengumpulkan sejumlah data dan fakta krusial, di antaranya:

  • ​Pemeriksaan intensif terhadap lebih dari 10 orang saksi di sekitar Omah Seruni 99 Jatirangga.
  • ​Penyitaan 2 (dua) bilah pisau yang diyakini sebagai alat kejahatan.
  • ​Pengamanan pakaian yang dikenakan oleh korban dan terduga pelaku saat tragedi terjadi.

​Kasus tragis di Jatisampurna ini menambah deretan urgensi mengenai pentingnya pengawasan terhadap individu dengan riwayat gangguan kejiwaan di tengah lingkungan warga masyarakat Kota Bekasi.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus membongkar motif di balik pembunuhan sadis ini demi memberikan keadilan bagi korban.

Jangan lewatkan update terbaru investigasi kasus ini hanya di RakyatBekasi.com. Silakan bagikan artikel ini untuk menyebarkan kesadaran lingkungan, dan sampaikan tanggapan Anda mengenai perlindungan anak di kolom komentar di bawah!


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PJJ Resmi Dicabut! Wali Kota Bekasi Wajibkan Seluruh Sekolah Tatap Muka Mulai Besok
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Angkat Bicara Soal Nasib 3.442 PPPK Penuh Waktu 2027
Junaedi Pensiun Oktober, Wali Kota Bekasi Jangan Sampai “Pilih Sekda dalam Karung”!
Penerbangan Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau, Imigrasi Bekasi Bebaskan Denda Overstay 5 WNA
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Pemkot Bekasi Siapkan Skenario WFH Darurat Bagi ASN
Pemkot Bekasi Kebut Perbaikan Jalan Mohammad Yamin, Drainase Dibongkar Sebelum Pengaspalan
Lama Menghilang dari Jalanan, Kapan Bus Trans Beken Beroperasi Lagi? Ini Jawaban Wali Kota Bekasi
PJJ Perdana Disambut Keluhan Internet Nge-Lag, Ini Respons Cepat Wali Kota Bekasi!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:16 WIB

PJJ Resmi Dicabut! Wali Kota Bekasi Wajibkan Seluruh Sekolah Tatap Muka Mulai Besok

Rabu, 9 September 2026 - 11:56 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Angkat Bicara Soal Nasib 3.442 PPPK Penuh Waktu 2027

Rabu, 9 September 2026 - 05:56 WIB

Junaedi Pensiun Oktober, Wali Kota Bekasi Jangan Sampai “Pilih Sekda dalam Karung”!

Selasa, 8 September 2026 - 17:03 WIB

Penerbangan Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau, Imigrasi Bekasi Bebaskan Denda Overstay 5 WNA

Selasa, 8 September 2026 - 12:29 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Pemkot Bekasi Siapkan Skenario WFH Darurat Bagi ASN

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x