Poin Utama:
- Semen Padang FC bersikukuh menjadikan Stadion Patriot Candrabhaga di Kota Bekasi sebagai markas utama untuk kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
- Manajemen mengklaim telah mendapatkan restu awal dari Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dan manajemen FC Bekasi City.
- Urusan administrasi penggunaan aset Pemkot Bekasi akan difinalisasi pasca Wali Kota pulang dari ibadah haji di Tanah Suci.
- Kehadiran klub berjuluk Kabau Sirah ini diklaim bertujuan untuk mendongkrak ekosistem sport tourism di Kota Bekasi.
Manajemen Semen Padang FC akhirnya angkat bicara merespons polemik penolakan dari pengelola Stadion Patriot Candrabhaga terkait izin penggunaan fasilitas olahraga tersebut.
Klub asal Sumatera Barat ini bersikukuh tetap menjadikan stadion yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan itu sebagai homebase utama pada Liga 2 musim 2026/2027.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sikap percaya diri ini didasari atas klaim adanya restu lisan dari Wali Kota Bekasi beserta jalinan komunikasi positif dengan FC Bekasi City.
Mengapa Semen Padang FC Tetap Pilih Stadion Patriot Candrabhaga?
Keputusan memilih Kota Bekasi bukan tanpa alasan, melainkan sebuah strategi manajerial yang diklaim telah matang secara kalkulasi sepak bola.
Di tengah isu penolakan, manajemen melihat infrastruktur di Kota Bekasi sangat memadai untuk menunjang performa tim yang menargetkan promosi.
”Pengumuman Stadion Patriot sebagai pilihan home base Semen Padang itu adalah bahasa sepak bola,” kata General Manager Semen Padang FC, Denny Shulton kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui sambungan telepon, Sabtu (06/06/2026).
Sebagai putra daerah asli Kota Bekasi, Denny merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memajukan daerahnya.
Ia bertekad menjadikan kehadiran timnya sebagai pemantik geliat ekonomi dan industri olahraga lokal.
”Saya sangat mendukung program Pak Wali Kota terkait sport tourism, dan ini mungkin salah satu cara saya sedikit berkontribusi ke program itu,” tambah Denny.
Bagaimana Status Izin dan Komunikasi dengan Pemkot Bekasi?
Isu tumpang tindih penggunaan stadion dengan klub tuan rumah FC Bekasi City pun langsung ditepis. Denny menegaskan bahwa sebelum wacana ini dilempar ke publik, pihaknya sudah melakukan sowan kepada kepala daerah dan pemangku kepentingan sepak bola di Kota Bekasi.
”Kami sudah melakukan komunikasi dengan FC Bekasi City, dan mereka menyambut positif,” tegas Denny.
Saat ini, Wali Kota Bekasi sedang menunaikan ibadah haji. Oleh karena itu, komunikasi awal baru dilakukan secara lisan.
Namun, manajemen Kabau Sirah menjamin bahwa seluruh etika birokrasi dan sopan santun ketimuran telah ditempuh untuk menjaga kondusivitas iklim sepak bola di wilayah tersebut.
Kapan Urusan Administrasi Sewa Stadion Diselesaikan?
Menjawab keraguan terkait legalitas dan surat-menyurat dengan Dinas terkait di Pemkot Bekasi, pihak Semen Padang FC menjamin tidak akan ada aturan yang ditabrak. Eksekusi dokumen resmi hanya menunggu momentum yang tepat.
”Terkait administrasi, pasti akan kami tunaikan, karena kami adalah tim profesional. Jadi ini merupakan suatu hal yang harus dalam tata kelola sepak bola profesional,” jelas Denny.
Penuntasan administrasi baru akan dieksekusi secara formal setelah Wali Kota Bekasi kembali ke tanah air.
Denny berharap, ke depannya birokrasi di Kota Bekasi bisa lebih adaptif agar investasi di bidang sport tourism tidak jalan di tempat.
”Prinsipnya, kami fatsun atas arahan beliau,” pungkas Denny.
Polemik penggunaan aset daerah ini tentu menjadi ujian sekaligus peluang bagi Pemkot Bekasi dalam menata regulasi fasilitas olahraga agar lebih terbuka, profesional, dan berdampak positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bagaimana pendapat Anda mengenai rencana Semen Padang FC menjadikan Kota Bekasi sebagai markas mereka? Sampaikan opini Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini. Pantau terus rakyatbekasi.com untuk kabar terbaru seputar kebijakan pemerintahan dan sepak bola lokal!







