Waspadai Dampak Kemarau Kering, BPBD Kota Bekasi Imbau Warga Tak Boros Air

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Poin Utama:

  • ​BPBD Kota Bekasi mengimbau warga segera menghemat air untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau ekstrem yang lebih kering dari biasanya.
  • ​Pemkot Bekasi tengah menunggu arahan Pemprov Jawa Barat sebelum menerbitkan Keputusan Wali Kota terkait status siaga darurat kekeringan.
  • ​BPBD telah memetakan wilayah rawan dan menyiagakan dua armada tangki air bersih yang berkolaborasi dengan PDAM.
  • ​BMKG memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan berlangsung lebih panjang, mendera sebagian besar Pulau Jawa termasuk Kota Bekasi selama tiga hingga tujuh bulan.

​Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman musim kemarau ekstrem yang diprediksi melanda wilayah tersebut.

Menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai durasi kemarau yang lebih panjang dan kering, Pemkot Bekasi mendesak masyarakat untuk segera melakukan efisiensi penggunaan air bersih.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah mitigasi ini diambil sebagai langkah taktis agar krisis pasokan air tidak meluas ke berbagai kecamatan di Kota Bekasi.

​Mengapa Warga Kota Bekasi Harus Menghemat Air Saat Ini?

​Masyarakat wajib bijak menggunakan air karena BMKG memprakirakan kemarau panjang yang lebih kering akan melanda.

Upaya penghematan sejak dini sangat krusial agar cadangan air bawah tanah dan pasokan perpipaan tidak cepat menyusut di tengah ketiadaan curah hujan.

​”Karena kita berpotensi menghadapi kemarau panjang. Air jangan terlalu dihambur-hamburkan, secukupnya dipergunakan dan jangan membuang air secara percuma. Kalau sudah selesai, mohon dimatikan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Wiratama Puspita kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (10/06/2026).

​Kapan Pemkot Bekasi Menetapkan Status Darurat Kekeringan?

​Penetapan status kedaruratan di tingkat kota akan diputuskan segera setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengeluarkan status siaga darurat kekeringan secara regional.

Saat ini, BPBD Kota Bekasi terus melakukan penyisiran dan pemetaan terhadap wilayah yang paling rentan terdampak, seperti di kawasan Medansatria, Jatisampurna, dan Bantargebang.

​”Terkait kekeringan, kami juga menunggu status dari Provinsi. Biasanya Provinsi mengeluarkan status siaga darurat, nanti di wilayah sendiri akan menyesuaikan. Jika dari Provinsi sudah mengeluarkan, tentunya di Kota Bekasi juga akan segera menyesuaikan mengeluarkan Keputusan Wali Kota terkait penetapan status siaga darurat kekeringan,” urainya.

​Apa Langkah Antisipasi BPBD Menghadapi Krisis Air Bersih?

​Sebagai wujud antisipasi konkret, BPBD Kota Bekasi telah menjalin koordinasi strategis dengan PDAM guna memastikan ketersediaan suplai air darurat ke area terdampak.

Skema dropping air bersih akan langsung dijalankan begitu pihak berwenang menerima laporan kekurangan pasokan dari warga.

​”Tentunya jika ada masyarakat yang melapor kekurangan air bersih, kami akan siap dropping ke sana. Kami punya dua armada kendaraan untuk suplai air dari PDAM; satu khusus air bersih dengan tangki stainless, dan satu lagi tangki biasa tapi tetap dijaga kebersihannya,” tegasnya.

​Berapa Lama Durasi Kemarau Kering Menurut Prediksi BMKG?

​Berdasarkan data terkini dari BMKG, musim kemarau tahun ini diprakirakan akan berlangsung selama tiga hingga tujuh bulan, bergantung pada kondisi geografis dan topografi masing-masing daerah.

Wilayah di Indonesia yang diprediksi akan mengalami kemarau lebih panjang dan intens meliputi:

  • ​Sebagian besar Pulau Sumatera dan Jawa (termasuk Kota Bekasi)
  • ​Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan sebagian besar Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • ​Sebagian besar wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku
  • ​Papua Pegunungan hingga sebagian wilayah Papua Barat dan Selatan

​Ancaman krisis air di tengah fenomena kemarau ekstrem memerlukan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat.

Kedisiplinan warga Kota Bekasi dalam menekan pemborosan air akan sangat menentukan ketahanan pasokan kota selama musim kering panjang ini berlangsung.

​Bagikan informasi penting ini ke grup keluarga atau lingkungan RT/RW Anda agar semakin banyak warga Kota Bekasi yang siaga dan tidak boros air!

Pantau terus laporan terkini mengenai kebijakan Pemkot Bekasi dan berita seputar layanan publik lainnya hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Genitnya Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi
Terkuak! Rekam Jejak Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Picu Ancaman Mogok
Seorang Warga Polisikan Disdukcapil Kota Bekasi Gegara Terbitkan KK dengan Akta Cerai Palsu
Tegas! Bapenda Kota Bekasi Tarik Piutang Pajak Rp36 Miliar
Pematangan Lahan PSEL Bantargebang Tahap II Telan Rp25 Miliar
Proyek TOD Stasiun Bekasi Extension Dimulai, Wali Kota Tri Adhianto Kebut Integrasi Angkutan
​Sempat Tertunda, PSEL Bantargebang Groundbreaking 4 Agustus
Pemkot Bekasi Targetkan Angka Pengangguran Turun di Bawah 7,3 Persen
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:13 WIB

Genitnya Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi

Senin, 27 Juli 2026 - 12:54 WIB

Terkuak! Rekam Jejak Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Picu Ancaman Mogok

Senin, 27 Juli 2026 - 11:47 WIB

Seorang Warga Polisikan Disdukcapil Kota Bekasi Gegara Terbitkan KK dengan Akta Cerai Palsu

Senin, 27 Juli 2026 - 11:12 WIB

Tegas! Bapenda Kota Bekasi Tarik Piutang Pajak Rp36 Miliar

Senin, 27 Juli 2026 - 10:28 WIB

Proyek TOD Stasiun Bekasi Extension Dimulai, Wali Kota Tri Adhianto Kebut Integrasi Angkutan

Berita Terbaru

Kantor Pusat Perumda Tirta Bhagasasi.

Bekasi

Genitnya Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi

Senin, 27 Jul 2026 - 13:13 WIB

SANG PENAKLUK VOC: Suasana aktivitas warga dan padatnya laju kendaraan di sepanjang ruas Jalan Sultan Agung, kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (27/07/2026). Penamaan jalan protokol strategis di sisi selatan rel kereta api ini didedikasikan secara khusus untuk menghormati Sultan Agung Hanyokrokusumo, raja terbesar Kesultanan Mataram yang secara heroik memimpin invasi militer melawan VOC di Batavia sekaligus mewariskan sistem penanggalan kalender Jawa bagi Nusantara. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Sultan Agung: Raja Mataram Penakluk VOC

Senin, 27 Jul 2026 - 12:13 WIB

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Bapenda Kota Bekasi, Agustinus Prakoso, saat memaparkan capaian penarikan piutang pajak daerah sebesar Rp36 miliar di ruang kerjanya, Senin (27/07/2026). Bapenda segera menerjunkan jurusita untuk melakukan eksekusi penyitaan aset dan pemblokiran rekening bagi wajib pajak yang membandel. (Foto: RakyatBekasi.Com)

Bekasi

Tegas! Bapenda Kota Bekasi Tarik Piutang Pajak Rp36 Miliar

Senin, 27 Jul 2026 - 11:12 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x