- Pengerukan lahan tahap pertama untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) PSEL di Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, telah rampung 100 persen.
- Pemkot Bekasi segera memulai pematangan lahan tahap kedua dengan alokasi anggaran mencapai sekitar Rp25 Miliar.
- Pelaksanaan groundbreaking mega proyek energi alternatif ini dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026.
- Disperkimtan Kota Bekasi mencatat 2,6 hektare lahan senilai Rp98 Miliar telah dibebaskan dari total kebutuhan 6,1 hektare.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus mengebut persiapan jelang groundbreaking Mega Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang.
Menyusul rampungnya pengerukan tahap pertama, Pemkot Bekasi kini bersiap memulai pematangan lahan tahap kedua pada akhir Juli 2026 ini.
Percepatan infrastruktur dasar tersebut dilakukan agar peresmian mega proyek energi alternatif ini dapat terealisasi sesuai target pada awal Agustus mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Progres Pematangan Lahan PSEL Bantargebang Tahap II
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi memastikan bahwa pengerukan tahap awal untuk area operasional PSEL telah selesai sepenuhnya dengan menyerap anggaran awal sebesar Rp10 Miliar.
Langkah strategis selanjutnya adalah memastikan kontur tanah benar-benar solid dan siap untuk didirikan instalasi konstruksi berat.
”Pengerukan lahan pada tahap satu sudah rampung 100 persen, dan kini tahap keduanya tengah baru mulai,” kata Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Senin (27/07/2026).
Secara teknis, kesiapan lahan di area PSEL sebenarnya sudah mencukupi untuk prosesi peletakan batu pertama.
Meski demikian, pihaknya menegaskan masih perlu dilakukan proses koordinasi lanjutan bersama instansi di Pemerintah Pusat.
Kapan Jadwal Pasti Groundbreaking PSEL Bantargebang?
Jadwal groundbreaking dipastikan akan dilangsungkan pada awal bulan depan. Namun, penetapan tanggal persisnya masih menunggu penyelarasan jadwal dari kementerian terkait.
”Aku udah tahu tapi tanggal pastinya masih dirahasiakan. Tpi pasti awal Agustus, Karena kami udah bahas mengenai acara untuk peresmian ground breaking,” ucap Kiswatiningsih.
Di sisi lain, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa fokus pemerintah daerah saat ini adalah mengeksekusi anggaran tahap dua secepat mungkin, sehingga perataan tanah bisa segera dikerjakan oleh alat berat di lapangan.
”Hari ini kan tinggal proses, kemarin yang kurang adalah pematangan lahan. Ya, sekarang mudah-mudahan hari ini akan ditetapkan pematangan tahap yang kedua, Nilainya kurang lebih hampir Rp 25 Miliar. Dan mudah-mudahan besok sudah bisa dilakukan pekerjaan di lapangan,” terang orang nomor satu di Bekasi ini.
Berapa Sisa Lahan yang Belum Dibebaskan Pemkot Bekasi?
Hingga pertengahan 2026, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi melaporkan masih terdapat sisa lahan seluas 3,5 hektare yang harus dibebaskan dari total kebutuhan 6,1 hektare untuk PSN PLTSa/PSEL di Sumurbatu ini.
Adapun area seluas 2,6 hektare yang saat ini tengah dimatangkan pengelolaannya, telah berhasil dibebaskan oleh Pemkot Bekasi dengan menelan proyeksi anggaran mencapai Rp98 Miliar.
Kehadiran PSEL di Kecamatan Bantargebang diharapkan tak hanya menjadi solusi pamungkas dalam mengurai tumpukan sampah, tetapi juga mampu menghasilkan pasokan energi listrik yang mandiri bagi masyarakat.
Keberhasilan proyek bernilai triliunan rupiah ini tentu sangat bergantung pada sinergi kuat antara Pemkot Bekasi dan Pemerintah Pusat.
Bagaimana harapan Anda terhadap pembangunan infrastruktur energi ramah lingkungan di Kota Bekasi ini? Suarakan pendapat Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini agar lebih banyak warga yang mengetahui progres pembangunan di wilayahnya. Baca terus RakyatBekasi.Com untuk update harian seputar layanan publik!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






