​Jelang Ground Breaking 8 Juli, DPRD Kota Bekasi Kawal Kesiapan Lahan PSEL Bantargebang

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi (berbaju batik), Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary (jaket hitam), beserta jajaran anggota legislatif dan perwakilan instansi terkait saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) guna meninjau kesiapan lahan Mega Proyek Strategis Nasional (PSN) PSEL di kawasan Sumurbatu dan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kamis (02/07/2026).

Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi (berbaju batik), Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary (jaket hitam), beserta jajaran anggota legislatif dan perwakilan instansi terkait saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) guna meninjau kesiapan lahan Mega Proyek Strategis Nasional (PSN) PSEL di kawasan Sumurbatu dan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kamis (02/07/2026).

Poin Utama:

  • ​Komisi II DPRD Kota Bekasi memonitoring progres pematangan lahan PSEL seluas 6,1 hektare di Bantargebang.
  • Ground breaking Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dijadwalkan secara resmi pada 8 Juli 2026.
  • ​Presiden RI Prabowo Subianto diagendakan menghadiri peresmian proyek kolaborasi antara Danantara dan PT Wangneng Environmental tersebut.
  • ​Fasilitas PSEL ditargetkan menjadi solusi mutakhir berjangka panjang untuk mengatasi kondisi darurat sampah perkotaan.

​Komisi II DPRD Kota Bekasi melakukan pemantauan intensif terhadap progres pematangan lahan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di kawasan Bantargebang, Kamis (02/07/2026).

Langkah pengawasan strategis ini dikerahkan untuk memastikan kesiapan fisik di lapangan menjelang agenda ground breaking yang akan digelar pada 8 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui sinergi erat dengan Pemkot Bekasi, proyek ini ditargetkan menjadi tonggak baru penuntasan krisis sampah secara berkelanjutan.

​Kapan Ground Breaking PSEL Kota Bekasi Dilaksanakan?

​Pelaksanaan peletakan batu pertama atau ground breaking PSEL Kota Bekasi dijadwalkan berlangsung pada tanggal 8 Juli 2026.

Jadwal ini ditetapkan setelah serangkaian kajian matang dan tinjauan langsung ke fasilitas pengelolaan sampah milik PT Wangneng Environmental di Tiongkok.

​”Hasil pemantauan kami bersama Pemerintah Kota Bekasi menunjukkan bahwa Wangneng sangat layak membangun fasilitas serupa di Kota Bekasi. Kami sangat terkesan dengan sistem dan teknologi pengelolaan sampah yang telah mereka terapkan di pabrik tersebut. Teknologi ini menjadi salah satu solusi nyata dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Latu Har Hary kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di lokasi proyek PSEL Bantargebang, Kamis (02/07/2026).

​Bagaimana Progres Pematangan Lahan PSEL Saat Ini?

​Hingga saat ini, progres pematangan lahan seluas 6,1 hektare yang difasilitasi oleh Pemkot Bekasi terus menunjukkan grafik positif.

Pihak legislatif optimistis tahapan krusial prakonstruksi ini dapat dirampungkan tepat waktu.

​”Komisi II ingin memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target. Berdasarkan hasil monitoring hari ini, kami optimistis proses pematangan lahan dapat diselesaikan tepat waktu sebelum pelaksanaan ground breaking,” lanjut Latu memastikan komitmen pengawasannya di lapangan.

​Siapa Saja yang Terlibat dalam Proyek Strategis Nasional PSEL?

​Proyek PSEL di Kota Bekasi merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang melibatkan kolaborasi lintas sektor berskala besar.

Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi (kiri), Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary (tengah), beserta jajaran anggota legislatif dan perwakilan instansi terkait saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) guna meninjau kesiapan lahan Mega Proyek Strategis Nasional (PSN) PSEL di kawasan Sumurbatu dan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kamis (02/07/2026).

Konsorsium Danantara bekerja sama secara strategis dengan spesialis energi asal Tiongkok, PT Wangneng Environmental.

Berikut adalah sejumlah catatan penting dari kolaborasi ini:

  • Sinergi Internasional: Memanfaatkan teknologi hijau yang sudah teruji di fasilitas utama Wangneng.
  • Komitmen Daerah: Pemkot Bekasi telah menunaikan kewajiban penyediaan lahan seluas 6,1 hektare.
  • Atensi Pusat: Agenda peresmian awal Juli dikabarkan akan dikawal dan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

​Apa Dampak Jangka Panjang Pembangunan PSEL bagi Masyarakat?

​Keberadaan PSEL dirancang bukan sekadar untuk menekan volume limbah domestik, namun juga mengonversinya menjadi pasokan listrik baru bagi masyarakat luas. Pembangunan ini merupakan wujud transformasi hijau daerah.

​”Kami berharap berdirinya PSEL di Kota Bekasi akan menjadi legacy sekaligus percontohan bagi kota dan kabupaten lain dalam mengelola sampah menjadi energi. Ini bukan hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi pengembangan industri hijau dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” pungkasnya.

​Dengan semakin dekatnya tenggat waktu ground breaking, kolaborasi responsif antara pihak eksekutif, legislatif, dan para pemangku kepentingan industri menjadi penentu suksesnya megaproyek PSEL ini.

Baca juga artikel terkait: [Jelang Groundbreaking, DPRD Kota Bekasi Sidak Lokasi Proyek PSEL Bantargebang]

​Bagaimana tanggapan Anda mengenai pembangunan fasilitas pengubah sampah menjadi energi listrik ini? Tinggalkan pendapat Anda di kolom komentar dan bagikan informasi penting ini! Terus pantau perkembangan kebijakan daerah secara tajam dan akurat hanya di RakyatBekasi.Com – Beyond Your Local News.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Groundbreaking, DPRD Kota Bekasi Sidak Lokasi Proyek PSEL Bantargebang
Server SPMB Kota Bekasi Down saat Pendaftaran Tahap 1, DPRD Desak Disdik Segera Pulihkan Sistem
Tragedi Truk Rem Blong di UNISMA: DPRD Kota Bekasi Desak Penegakan Aturan Pembatasan Truk Bertonase Berat
Tragedi Salah Vaksin Sebabkan Radang Otak, Komisi IV Panggil Dinkes dan Puskemas Bintara Jaya
DPRD Kota Bekasi Siap Lindungi Korban Dugaan Pelecehan Seksual yang Catut Nama Kasatpol PP
Skandal Satpol-PP Bekasi: DPRD Desak BKPSDM Usut Dugaan Pelecehan Seksual
Kebocoran Pajak Hotel Rp2,7 Miliar, DPRD Desak Bapenda Kota Bekasi Bertindak Cepat!
Dana Hibah Rp100 Juta per RW Dinilai Timpang, DPRD Kota Bekasi Dorong Kajian Pemekaran RW
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:40 WIB

​Jelang Ground Breaking 8 Juli, DPRD Kota Bekasi Kawal Kesiapan Lahan PSEL Bantargebang

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:19 WIB

Jelang Groundbreaking, DPRD Kota Bekasi Sidak Lokasi Proyek PSEL Bantargebang

Senin, 29 Juni 2026 - 17:03 WIB

Server SPMB Kota Bekasi Down saat Pendaftaran Tahap 1, DPRD Desak Disdik Segera Pulihkan Sistem

Senin, 29 Juni 2026 - 16:10 WIB

Tragedi Truk Rem Blong di UNISMA: DPRD Kota Bekasi Desak Penegakan Aturan Pembatasan Truk Bertonase Berat

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:30 WIB

Tragedi Salah Vaksin Sebabkan Radang Otak, Komisi IV Panggil Dinkes dan Puskemas Bintara Jaya

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x