SEPAGETI Rawalumbu Kupas Bahaya Ulama Su’ dan Terapi Bekam

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana penyampaian materi kajian keislaman oleh Ustadz Dicky Kaharuddin (kiri) dalam majelis ilmu SEPAGETI yang turut dihadiri penggiat kesehatan Islami di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu (08/07/2026).

Suasana penyampaian materi kajian keislaman oleh Ustadz Dicky Kaharuddin (kiri) dalam majelis ilmu SEPAGETI yang turut dihadiri penggiat kesehatan Islami di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu (08/07/2026).

  • ​Majelis Ilmu SEPAGETI menggelar kajian bertema “Menjadikan Jalan Dakwah Sebagai Poros Hidup” di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi.
  • ​Ustadz Dicky Kaharuddin menekankan pentingnya dakwah pemikiran (fikroh) yang sesuai dengan tiga tahapan metode Rasulullah SAW.
  • ​Kajian ini juga mengkritisi keberadaan ‘Ulama Su’ yang gila popularitas dan berani berdusta atas nama Islam.
  • ​Kegiatan keagamaan tersebut dirangkaikan dengan pelatihan kesehatan Islami berupa terapi Fasdhu dan Bekam oleh Ustadz Amien Ali.

​Majelis Ilmu SEPAGETI (SEntuhan Pengajian mAlam GEtarkan haTi BEKASI) kembali menggelar kajian keislaman tematik pada Rabu (08/07/2026).

Bertempat di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi, agenda rutinan ini mengangkat tema besar “Menjadikan Jalan Dakwah Sebagai Poros Hidup”.

​Selain memperdalam ilmu agama, kegiatan ini bertujuan mencerdaskan umat agar tidak terjebak dalam taklid buta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menariknya, kajian dakwah ini juga diintegrasikan dengan pemeliharaan kesehatan fisik melalui pelatihan pengobatan ala Nabi Muhammad SAW.

​Apa Saja Kunci Keberhasilan Dakwah Menurut Ustadz Dicky Kaharuddin?

​”Dakwah saat ini adalah dakwah pemikiran atau fikroh yang harus mampu menentramkan akal dan jiwa, di mana thoriqoh dan nafsiyah wajib selaras,” kata Ustadz Dicky Kaharuddin kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (08/07/2026).

​Menurut penjelasan Ustadz Dicky, keberhasilan sebuah dakwah tidak lepas dari landasan bahwa aktivitas tersebut adalah sebuah kewajiban mulia seperti yang termaktub dalam QS. An-Nahl ayat 125.

Dakwah mutlak harus mengikuti metode yang diajarkan oleh Rasulullah SAW agar tidak menyimpang dari jalurnya.

​Ia merincikan, tahapan dakwah Nabi Muhammad SAW mencakup tiga fase utama:

  • Tasqif (Pembinaan): Membangun fondasi pemikiran dan pemahaman umat.
  • Berdakwah di Tengah Masyarakat: Terjun langsung menyampaikan risalah keagamaan.
  • Tatbiq (Penerapan): Menerapkan sistem kehidupan bermasyarakat yang dikelola berlandaskan tuntunan Rasulullah.

​Bagaimana Cara Mengenali Ciri Pengemban Dakwah yang Lurus?

​Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Dicky memberikan pandangan kritis mengenai karakteristik pengemban dakwah.

Umat diminta jeli membedakan antara Ulama Khoir/Rabbani (ulama yang lurus) dan Ulama Su’ (ulama yang buruk) agar penceramah tidak menjadi penyeru yang justru membawa umat ke gerbang neraka.

​Ada lima ciri utama ulama dan pengemban dakwah yang lurus serta tidak menyimpang:

  1. ​Senantiasa beramar makruf nahi mungkar dalam kesehariannya.
  2. ​Tidak gila popularitas atau mencari ketenaran duniawi.
  3. ​Tidak tebang pilih dalam beriman (beriman pada satu ayat namun mengingkari ayat lainnya).
  4. ​Tidak mengatasnamakan Islam untuk kepentingan pribadi apalagi berdusta atas nama agama.
  5. ​Menghindari sikap taklid buta (Muqolid Mubtabi) yang menutup ruang diskusi dan nalar.

​”Dakwah itu harus bergerak atau bersifat harakah, bukan jumud dan sempit,” tegas Ustadz Dicky.

​Apa Saja Rangkaian Terapi Kesehatan di Majelis SEPAGETI Rawalumbu?

​Tidak sekadar menyirami rohani umat, Majelis Ilmu SEPAGETI turut memfasilitasi kebutuhan jasmani melalui edukasi kesehatan Islami. Kajian tersebut dilanjutkan dengan sesi Pelatihan dan Terapi Islam.

​Pada sesi ini, panitia menghadirkan Ustadz Amien Ali dari Tim Kajian Pingkal (Pinggir Kali) asal Utan Kayu, Jakarta Timur.

Warga Rawalumbu dan para jemaah yang hadir diajarkan sekaligus mempraktikkan terapi Fasdhu dan Bekam, dua metode pengobatan empiris yang selaras dengan sunah.

​Kehadiran majelis ilmu seperti SEPAGETI di Kota Bekasi diharapkan terus menjadi oase spiritual yang mencerdaskan, sekaligus wadah edukasi kesehatan bagi warga sekitar.

Jangan lewatkan informasi kajian dan kabar terbaru seputar pemerintahan serta layanan publik di Kota Bekasi lainnya. Bagikan artikel ini kepada keluarga dan kerabat agar manfaat kebaikan ini semakin meluas!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Be Glow Masih Buka! KOAR Bekasi Pertanyakan Taji Satpol PP Tertibkan Prostitusi Berkedok Panti Pijat
Dikritik DPRD, Wali Kota Bekasi Bela Mutasi PPPK Jadi Guru
Telurkan 24 Karya dalam 8 Hari: Konsistensi Tanpa Batas Zenza TekSas Sambut HUT RI ke-81
Belum Maksimal, Wali Kota Bekasi Instruksikan Lurah Perkuat Pendampingan Aktivasi Bank Sampah
Disperkimtan: Kota Bekasi Capai 100% ODF, Tapi Septic Tank Bocor Masih Mengancam!
Akhirnya Pemkot Bekasi Bongkar Paksa Tanggul Ilegal Grand Galaxy City
Wali Kota Bekasi Tantang IKA PMII Kawal Program Magang ke Jepang
Usut Pungli MCK Bantargebang, Kejari Bekasi Bongkar Paksa HP Saksi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:23 WIB

Be Glow Masih Buka! KOAR Bekasi Pertanyakan Taji Satpol PP Tertibkan Prostitusi Berkedok Panti Pijat

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:54 WIB

SEPAGETI Rawalumbu Kupas Bahaya Ulama Su’ dan Terapi Bekam

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:15 WIB

Dikritik DPRD, Wali Kota Bekasi Bela Mutasi PPPK Jadi Guru

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:41 WIB

Telurkan 24 Karya dalam 8 Hari: Konsistensi Tanpa Batas Zenza TekSas Sambut HUT RI ke-81

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:36 WIB

Belum Maksimal, Wali Kota Bekasi Instruksikan Lurah Perkuat Pendampingan Aktivasi Bank Sampah

Berita Terbaru

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.

Bekasi

Dikritik DPRD, Wali Kota Bekasi Bela Mutasi PPPK Jadi Guru

Jumat, 10 Jul 2026 - 15:15 WIB

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Nawal Husni.

Parlementaria

Mutasi Dadakan PPPK Jadi Guru, Pemkot Bekasi Tabrak UU ASN

Jumat, 10 Jul 2026 - 14:18 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x