- Ditemukan praktik mafia SPMB bertarif Rp4 juta dengan modus rekayasa dokumen Program Keluarga Harapan (PKH) dan manipulasi jarak domisili menjadi hanya 200 meter.
- Sindikat ini diduga melibatkan oknum guru di sekolah asal (SD) sebagai tangan pertama yang menawarkan kelulusan secara tertutup kepada segelintir wali murid.
- Kecurangan manipulasi data ini terjadi secara masif di SMPN 6, SMPN 34, SMPN 45, SMPN 17, SMPN 20, dan SMPN 9 Kota Bekasi.
- Meski di kawasan Pondokgede tidak tercium adanya titipan anggota DPRD, manipulasi sistem jalur afirmasi dan domisili tetap menjamur, sementara Plt Kepala Disdik Kota Bekasi, Chondro Wibhowo masih bungkam.
Investigasi skandal Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kota Bekasi kini membuka babak baru yang lebih mencengangkan.
Tidak sekadar sistem yang lemah, bobroknya proses verifikasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi ternyata ditunggangi oleh sindikat mafia berbayar.
Di tengah temuan rekayasa alamat palsu hingga manipulasi dokumen warga miskin, Plt Kepala Disdik Kota Bekasi, Chondro Wibhowo, secara memalukan justru masih memilih bungkam dari kejaran publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagaimana Modus Mafia SPMB 2026 di Kota Bekasi Beroperasi?
Berdasarkan penelusuran tim redaksi, aktor pertama yang menjadi kepanjangan tangan mafia ini justru diduga kuat adalah oknum guru di sekolah asal.
Praktik kotor ini ditawarkan secara tertutup dan selektif, sehingga tidak semua wali murid mendapatkan informasi tersebut.
”Realitanya alamat domisili adalah rekayasa dan mereka membayar ke orang dalam Rp4 juta,” kata seorang sumber anonim kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (13/07/2026).
Wali murid yang tergiur cukup menyetor uang sejumlah tersebut setelah ada kesepakatan mengenai SMP Negeri tujuan.
Setelah itu, mafia yang akan mengatur skenario jalur masuknya—baik melalui Afirmasi maupun Domisili—lengkap dengan seluruh rekayasa dokumen. Para orang tua praktis hanya terima beres.
(Baca juga: [Curang! Titipan DPRD Lolos Jalur Offline SPMB Kota Bekasi])
Sekolah Mana Saja yang Terdampak Rekayasa Jarak dan PKH?
Modus penipuan data ini menyasar sejumlah sekolah dengan cara yang sangat tidak masuk akal. Di SMP Negeri 6 Kota Bekasi, ditemukan kejanggalan serius pada Jalur Afirmasi di mana data PKH dan domisili siswa disinyalir kuat merupakan hasil rekayasa.
Kasus serupa juga terjadi dengan masif di SMP Negeri 34 Kota Bekasi. Sindikat mafia ini dengan berani mengubah titik koordinat domisili siswa agar sangat dekat dengan gerbang sekolah.
”Mereka main di afirmasi dan domisili, jarak rumah dibuat 200 meter dari sekolah tujuan, pasti lolos,” beber sumber tersebut.
Selain dua sekolah di atas, praktik jarak fiktif ini juga menjangkiti SMPN 45, SMPN 17, SMPN 20, dan SMPN 9 Kota Bekasi.
Apakah Kasus di Pondokgede Termasuk Titipan Anggota Dewan?
Menariknya, peta kecurangan SPMB 2026 di Kota Bekasi memiliki dinamika tersendiri di tiap wilayah. Berbeda dengan area lain yang sarat akan intervensi “Atensi Dinas” atau jalur offline dari oknum DPRD, kawasan Kecamatan Pondokgede justru menunjukkan pola yang berbeda.
Di wilayah Pondokgede, sama sekali tidak tercium adanya aroma kuota titipan dari anggota dewan maupun elit partai politik.
Kecurangan di wilayah ini murni digerakkan oleh mafia dokumen yang mengeksploitasi celah verifikasi Disdik pada jalur Afirmasi dan Domisili secara daring.
Mengapa Plt Kepala Disdik Kota Bekasi Masih Bungkam?
Hancurnya integritas pendidikan akibat praktik jual-beli kursi dan rekayasa jarak ini seharusnya menjadi status awas bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.
Namun, hingga malam hari ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Bekasi, Chondro Wibhowo, masih bungkam seribu bahasa.
Sikap apatis dan tutup telinga dari pucuk pimpinan ini semakin mengonfirmasi dugaan publik adanya pembiaran—atau bahkan keterlibatan sistematis—dalam skandal SPMB 2026.
Tidak ada satu pun sanksi atau investigasi internal yang diumumkan untuk menindak verifikator nakal.
Berapa banyak lagi hak siswa miskin dan warga asli sekitar sekolah yang dirampas oleh pendaftar berbayar Rp4 juta ini?
Sampaikan kekecewaan Anda di kolom komentar, dan kawal terus pengungkapan skandal ini hanya di rakyatbekasi.com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






