Skandal SPMB Kota Bekasi 2026: Ribuan Siswa Titipan Gusur Jalur Resmi, Plt Kadisdik Dinilai Gagal

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar dokumen yang menunjukkan daftar puluhan siswa lolos ke sejumlah SMP Negeri melalui jalur

Tangkapan layar dokumen yang menunjukkan daftar puluhan siswa lolos ke sejumlah SMP Negeri melalui jalur "Offline" pada SPMB Kota Bekasi 2026. Jalur gelap yang menabrak aturan pendaftaran daring ini diduga kuat merupakan kuota titipan dari oknum anggota DPRD dan parpol dengan menggunakan kedok sandi "Atensi Dinas". (Foto: RakyatBekasi.Com)

  • ​Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMPN di Kota Bekasi tahun ajaran 2026/2027 dinilai sarat manipulasi dan kecurangan digital.
  • ​Terdapat dugaan sekitar 1.000 siswa titipan oknum DPRD Kota Bekasi yang masuk melalui “jalur siluman” dan menggusur siswa berprestasi.
  • ​Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bekasi, Chondro Wibhowo, dinilai tidak cakap dan tidak layak menduduki jabatan definitif eselon 2.
  • ​Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Metro Bekasi Kota didesak segera turun tangan menyelidiki dugaan pelanggaran pidana UU ITE dan KUHP terkait pemalsuan dokumen.

​Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMPN di Kota Bekasi untuk tahun ajaran 2026-2027 diwarnai dugaan kecurangan masif yang melibatkan ribuan siswa titipan.

Carut-marutnya sistem penerimaan ini memicu kritik tajam terhadap Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bekasi, Chondro Wibhowo, yang dinilai gagal menjaga integritas pendidikan.

Skandal manipulasi data elektronik ini secara langsung telah merugikan ribuan calon peserta didik yang seharusnya diterima secara sah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa SPMB Kota Bekasi 2026 Dinilai Amburadul?

​Sistem ini dinilai amburadul karena kuatnya intervensi “jalur siluman” yang mengakomodir siswa titipan dari berbagai pihak, terutama oknum legislator. Kuota yang seharusnya menjadi hak siswa murni justru dibajak demi kepentingan politik.

​”Carut sengkarut SPMB diakuinya karena ada siswa titipan dari para anggota DPRD Kota Bekasi,” kata Jurnalis Senior Didit Susilo kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (13/07/2026).

​Menurut informasi yang dihimpun, seorang oknum anggota DPRD bisa mendapatkan jatah hingga 35 siswa yang berasal dari konstituen atau kader partainya.

Secara kumulatif, total titipan dewan ditaksir lebih dari 1.000 siswa yang disebar ke berbagai SMPN se-Kota Bekasi pada seleksi tahap satu dan dua.

​Bagaimana Modus Kecurangan Penerimaan Siswa Baru Ini Dilakukan?

​Modus operandi dilakukan dengan cara memanipulasi data digital secara ugal-ugalan menjelang menit-menit akhir penutupan pendaftaran. Data masuk secara sporadis, di mana puluhan nama direkayasa untuk masuk ke dalam sistem.

​Banyak orang tua siswa yang kaget dan merasa dirugikan karena anak mereka yang semula berada di urutan atas klasemen tiba-tiba terlempar.

Hal ini terjadi karena ada dorongan sekitar 50 data nama baru yang diunggah secara bersamaan pada akhir penutupan tanggal 8 Juli lalu.

​Selain itu, terdapat sejumlah praktik manipulasi dokumen yang diduga kuat dikoordinasikan oleh para perantara, meliputi:

  • ​Penyerahan berkas pra-pendaftaran langsung kepada oknum tanpa melalui sistem pendaftaran online.
  • ​Penguncian akun peserta oleh “panitia siluman”.
  • ​Penggunaan dokumen kependudukan bodong atau Kartu Keluarga (KK) palsu.
  • ​Menumpang KK pihak lain tanpa prosedur administrasi yang sah.
  • ​Pembuatan surat domisili fiktif dan perubahan titik koordinat zonasi lokasi secara ilegal.

​Apakah Kejari dan Polres Metro Bekasi Kota Perlu Turun Tangan?

​Aparat penegak hukum wajib segera melakukan penyelidikan dan penyidikan mengingat adanya bukti indikasi pelanggaran pidana yang dilakukan secara terang-terangan. Praktik ini bukan lagi sekadar malapraktik administrasi, melainkan murni tindak pidana.

​Melalui metode forensik digital pada sistem aplikasi SPMB milik Pemkot Bekasi, pihak berwajib akan sangat mudah mengungkap alur dan modus operandi manipulasi tersebut.

Pihak pengambil kebijakan yang sengaja mengubah data pada sistem elektronik jelas melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

​Selain itu, perbuatan melawan hukum berupa pemalsuan dokumen kependudukan telah diatur secara tegas sanksinya dalam KUHP Baru (UU Nomor 1 Tahun 2023).

Jika dibiarkan, slogan SPMB Kota Bekasi yang “Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan dan Tanpa Diskriminasi” hanya akan menjadi pepesan kosong.

​Kredibilitas pendidikan di Kota Bekasi kini berada di ujung tanduk. Ketegasan dari Wali Kota Bekasi serta intervensi aparat penegak hukum sangat dinantikan demi mengembalikan hak pendidikan anak-anak yang dirampas oleh oknum tidak bertanggung jawab.

​Bagaimana tanggapan Anda mengenai dugaan kecurangan SPMB ini? Apakah sistem zonasi dan seleksi online di Kota Bekasi sudah berjalan adil?

Tinggalkan komentar Anda di bawah dan bagikan artikel ini untuk bersama-sama mengawal transparansi pendidikan! Baca juga investigasi berita terbaru lainnya seputar Pemkot Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mafia SPMB Kota Bekasi 2026 Patok Tarif Rp4 Juta, Plt Kadisdik Masih Bungkam
Skandal SPMB Kota Bekasi: 3 Kecurangan Lolos, Plt Kadisdik Bungkam!
Ganti Rugi Buram, Pemkot Bekasi Ancam Tutup SPBE Cimuning!
Curang! Titipan DPRD Lolos Jalur Offline SPMB Kota Bekasi
Skandal SPMB 2026: 3 Indikasi Kecurangan Fatal Lolos Verifikasi Disdik Kota Bekasi
Pemkot Bekasi Pastikan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan dan Intoleransi
SPMB 2026 Usai, Wawali Bekasi Soroti Sengkarut Data Disdukcapil dan Keterbatasan Sekolah Negeri
Transisi Energi: Industri dan RS Primaya Kompak Pasang PLTS Atap Xurya
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:46 WIB

Mafia SPMB Kota Bekasi 2026 Patok Tarif Rp4 Juta, Plt Kadisdik Masih Bungkam

Senin, 13 Juli 2026 - 19:22 WIB

Skandal SPMB Kota Bekasi 2026: Ribuan Siswa Titipan Gusur Jalur Resmi, Plt Kadisdik Dinilai Gagal

Senin, 13 Juli 2026 - 18:26 WIB

Skandal SPMB Kota Bekasi: 3 Kecurangan Lolos, Plt Kadisdik Bungkam!

Senin, 13 Juli 2026 - 16:28 WIB

Ganti Rugi Buram, Pemkot Bekasi Ancam Tutup SPBE Cimuning!

Senin, 13 Juli 2026 - 14:42 WIB

Curang! Titipan DPRD Lolos Jalur Offline SPMB Kota Bekasi

Berita Terbaru

Kondisi reruntuhan rumah warga yang hancur terdampak ledakan hebat SPBE Cimuning di Kecamatan Mustikajaya. Hingga pertengahan Juli 2026, janji ganti rugi dari pihak pengelola untuk korban masih belum menemukan kejelasan. (Foto: RakyatBekasi.Com)

Bekasi

Ganti Rugi Buram, Pemkot Bekasi Ancam Tutup SPBE Cimuning!

Senin, 13 Jul 2026 - 16:28 WIB

Tangkapan layar dokumen yang menunjukkan daftar puluhan siswa lolos ke sejumlah SMP Negeri melalui jalur

Bekasi

Curang! Titipan DPRD Lolos Jalur Offline SPMB Kota Bekasi

Senin, 13 Jul 2026 - 14:42 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x