- Pemkot Bekasi merombak ulang desain awal Perpustakaan Daerah agar lebih kekinian dan mengusung konsep working space.
- Lokasi proyek perpustakaan bergeser ke Eks Gedung Dinas Kesehatan di Jalan Jenderal Sudirman.
- Progres fisik mencapai 53 persen dan pendanaannya menggunakan skema multiyears melalui APBD Murni.
- Target operasional tahap awal pada 2027, dengan proyeksi penyelesaian pelebaran bangunan di 2028.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) tengah merombak total desain arsitektur proyek Gedung Perpustakaan Modern di Jalan Jenderal Sudirman.
Langkah perombakan ini merupakan tindak lanjut langsung atas tinjauan lapangan Wali Kota Bekasi. Dengan progres fisik bangunan yang telah mencapai angka 53 persen, perpustakaan daerah ini dijadwalkan beroperasi secara bertahap pada 2027 mendatang.
Wali Kota Bekasi Instruksikan Re-Desain Perpustakaan Modern
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Disperkimtan Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi, menyebut pihaknya sudah meminta pihak ketiga untuk segera menyesuaikan ulang gambar arsitektur.
Perombakan ini adalah respons atas kritik Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang menilai desain awal terlihat sangat kaku dan menyerupai gedung pemerintahan konvensional.
”Sesuai dengan petunjuk Pak Walikota. Sekarang sedang proses, mudah-mudahan bisa kita sesuaikan dengan RAB yang ada,” kata Widayat Subroto Hardi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Selasa (21/07/2026).
Pembangunan fasilitas literasi ini tidak dikerjakan dalam satu waktu. Skema pembiayaan berkelanjutan atau multiyears diterapkan demi menjaga kelancaran operasional teknis dan memastikan kualitas struktur bangunan.
”Sehingga secara proyeksi pengerjaan tidak dilakukan secara satu tahun anggaran. Melainkan, nanti ada dua atau tiga alokasi anggaran yang dipergunakan, yang masing-masing menggunakan alokasi Anggaran APBD Murni,” sambungnya.
Mengapa Desain Perpustakaan Modern Kota Bekasi Dirombak?
Alasan utama di balik instruksi re-desain adalah untuk merespons gaya hidup masyarakat urban. Bangunan baru dituntut mampu mengakomodasi kebutuhan ruang komunal dan interaktif. Subroto merinci beberapa komponen visual yang diubah drastis.
”Meskipun masih ada beberapa yang memang menjadi perhatian, pertama adalah perubahan ulang desain bangunan, supaya Gedung itu lebih seperti Working Space dan nanti juga ada proyeksi Video Tron untuk menunjukkan kegiatan dan ajakan kepada masyarakat untuk datang ke perpustakaan dan ada sarana dan prasarana film seperti itu,” paparnya.
Sejalan dengan visi tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto membenarkan bahwa pergeseran fungsi ruang publik modern saat ini bergerak sangat dinamis. Konsep perpustakaan konvensional yang sunyi dinilai sudah tertinggal zaman.
”Perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi berkembang sebagai ruang belajar, berdiskusi, berkolaborasi, hingga working space yang nyaman, khususnya bagi generasi muda,” imbuh Tri Adhianto.
Kapan Perpustakaan Baru Kota Bekasi Mulai Beroperasi?
Untuk menjawab kebutuhan warga, Pemkot Bekasi menetapkan target pembukaan fasilitas publik ini pada tahun 2027 untuk tahap awal. Setelah itu, akan ada tahap lanjutan untuk memaksimalkan kapasitas ruang melalui pelebaran lahan.
”Kita berharap 2027 itu sudah bisa dipakai untuk Gedung yang sekarang sedang dibangun. Pak Wali Kota ingin memperluas ke samping, jadi mungkin 2028 kita masih melaksanakan satu kali lagi pembangunan pelebaran, tinggal tambahannya nanti menyusul,” katanya.
Apa Saja Fasilitas Digital Library di Gedung Baru Nanti?
Terletak strategis tepat di hadapan Grand Mall Bekasi, gedung ini dirancang dengan konsep Digital Library.
Desain yang dirombak akan memaksimalkan pencahayaan alami agar lebih hemat energi, menyediakan area taman interaktif, dan ruang khusus anak.
”Pembangunan perpustakaan ini juga menjadi jawaban atas aspirasi generasi muda Kota Bekasi yang selama ini menginginkan perpustakaan modern dengan fasilitas lengkap, koleksi buku yang memadai, mudah dijangkau, serta menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan mengembangkan kreativitas,” tambahnya.
Tidak hanya mengedepankan kecanggihan teknologi, Pemkot Bekasi juga memberikan jaminan aksesibilitas tanpa batas agar perpustakaan ini menjadi tempat yang ramah bagi seluruh kalangan.
”Dengan mengedepankan konsep modern, gedung perpustakaan juga dirancang inklusif dengan menyediakan akses bagi penyandang disabilitas melalui jalur khusus, lift, serta koleksi buku Braille,” akunya.
Mengingat proyek ini masih disempurnakan, Tri memastikan ruang partisipasi publik tetap dibuka lebar. Pemkot Bekasi siap menampung masukan agar gedung yang dibangun kelak fungsional dan tepat guna.
”Pembangunan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2028 dan diharapkan menjadi ikon baru Kota Bekasi sebagai pusat literasi, inovasi, dan transformasi digital,” pungkasnya.
Perombakan wajah baru Perpustakaan Kota Bekasi ini diharapkan bukan sekadar mengubah fisik bangunan, melainkan menjadi stimulus ampuh untuk mendongkrak budaya literasi masyarakat.
Menurut Anda, fasilitas tambahan apa yang wajib ada di perpustakaan baru ini? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan ikuti terus perkembangan pembangunan Kota Bekasi secara akurat hanya di RakyatBekasi.Com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






