- Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi mendesak BBWSCC untuk segera mengeruk sedimentasi di Kali Bekasi.
- Musim kemarau menjadi momentum strategis karena debit air sungai surut drastis, sehingga alat berat bisa beroperasi maksimal.
- Percepatan normalisasi krusial guna meningkatkan kapasitas tampung sungai demi mencegah banjir di titik rawan seperti Jatiasih saat musim penghujan tiba.
- Wali Kota Bekasi menginstruksikan optimalisasi peninggian tanggul sebagai langkah mitigasi yang berpacu dengan waktu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) resmi menyurati Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) guna mendesak percepatan normalisasi Kali Bekasi.
Langkah taktis ini diambil merespons menyusutnya debit air secara drastis akibat musim kemarau yang melanda Kota Bekasi beberapa hari terakhir.
Pengerukan endapan lumpur dinilai menjadi langkah krusial sebagai mitigasi dini ancaman banjir kiriman sebelum musim penghujan kembali tiba.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Momentum Kemarau, Normalisasi Kali Bekasi Jadi Prioritas Utama
Mengapa Normalisasi Kali Bekasi Harus Dilakukan Saat Musim Kemarau?
Musim kemarau diyakini sebagai waktu paling strategis untuk mempercepat proses pengerukan sedimentasi lumpur di dasar sungai.
Kondisi cuaca panas yang membuat debit air menyusut memungkinkan seluruh tahapan pengerjaan teknis di lapangan berjalan lancar tanpa kendala genangan air.
”Seperti arahan Pak Wali Kota kita tengah kirim Surat ke Balai. Mumpung, aliran Air Kali Bekasi ini lagi kering, kita minta agar dilakukan percepatan Normalisasi Kali Bekasi,” kata Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (22/07/2026).
Pihak Pemkot Bekasi menggarisbawahi bahwa operasi alat berat di dasar sungai akan jauh lebih mudah saat kondisi sedang surut.
“Sebab, debit air yang sedang menurun memungkinkan pekerjaan dilakukan lebih efektif dibandingkan saat musim penghujan,” ujarnya.
Tingginya endapan material lumpur selama ini secara langsung mengurangi daya tampung sungai. Hal tersebut jelas memperbesar risiko meluapnya air ke permukiman warga ketika ada kiriman debit air skala besar dari kawasan hulu Bogor.
”Kalau pengerukan bisa dilakukan saat ini tentu akan lebih efektif. Karena kondisi air sedang surut, sehingga alat berat lebih mudah bekerja. Harapannya kapasitas tampung sungai juga bisa meningkat,” katanya.
Bagaimana Respon BBWSCC Terhadap Usulan Pemkot Bekasi?
Pemerintah Kota Bekasi menaruh harapan besar agar kementerian terkait, melalui BBWSCC, segera merealisasikan usulan pengerukan tersebut.
Pengelolaan infrastruktur serta pemeliharaan Kali Bekasi sejatinya merupakan kewenangan absolut pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
”Kami hanya mengusulkan dan berkoordinasi karena kewenangannya ada di Balai. Mudah-mudahan bisa segera mendapat perhatian sehingga proses normalisasi dapat dilakukan lebih cepat,” imbuhnya.
Apa Dampak Cuaca Panas Terhadap Operasional Bendungan Presdo?
Cuaca panas yang persisten telah berdampak langsung pada siklus perairan, di mana dasar sungai di area hilir terlihat mengering dengan jelas. Mengeringnya air ini membuat pintu air Bendungan Presdo tidak dioperasikan untuk sementara waktu.
”Ya saat musim kemarau memang posisi debit air diwilayah Hilir agak kering,” jelas dia pada pekan lalu.
Operasional mekanisme buka-tutup Bendungan Presdo diatur sepenuhnya oleh BBWSCC. Pihak Pemkot Bekasi memosisikan diri sebagai pihak yang berkoordinasi pasif karena ketiadaan wewenang operasional.
”Adapun pintu Bendungan Presdo hanya bisa dibuka, Ketika memasuki Musim Penghujan yang turut dilakukan pemantauan secara intensif dan berkala terkait ketinggian Tinggi Muka Air (TMA). Apabila, dari wilayah Hulu Bogor sedang terjadi dampak hujan,” tambahnya.
Meski begitu, pemantauan TMA akan terus disiagakan sebagai bentuk mitigasi kewaspadaan bencana hidrometeorologi.
“Sehingga tidak perlu ada kekhwatiran terhadap TMA, pada saat musim kemarau dan juga tidak terlalu berpengaruh kepada kita di Kota Bekasi. Namun, apabila sedang terjadi hujan, diwilayah Hulu itu adalah kewaspadaan yang perlu kita lakukan pemantauan,” tuturnya.
Apa Instruksi Wali Kota Bekasi Terkait Mitigasi Banjir?
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan, pengerukan kali di saat musim kemarau merupakan langkah cerdas dan tepat sasaran.
Ia menginstruksikan agar jajarannya tidak hanya terpaku pada pengangkatan lumpur, tetapi juga memastikan kekuatan struktur tanggul penahan air di sepanjang wilayah aliran sungai.
”Kalau soal itu kan berpacu pada waktu, tidak saja terkait sendimentasi pada lumpurnya saja, tetapi juga terkait dengan mengoptimalisasikan terkait dengan peninggian daripada tanggul tanggul yang ada,” sambungnya.
Sinergi antara Pemkot Bekasi dan pemerintah pusat melalui BBWSCC diharapkan segera melahirkan eksekusi konkret di lapangan.
Normalisasi yang dilakukan lebih awal tentu akan meminimalisasi kerugian materiel maupun imateriel warga Kota Bekasi kala musim hujan tiba.
Ikuti terus perkembangan isu-isu strategis, tata kota, dan layanan publik dari Pemkot Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com. Jika informasi ini bermanfaat, bagikan ke kerabat Anda dan sampaikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







