Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Petugas Disdamkarmat Kota Bekasi saat bersiaga dan melakukan proses evakuasi seekor ular berukuran besar yang masuk ke salah satu area permukiman warga di Kota Bekasi. Sepanjang paruh pertama tahun 2026, petugas telah berhasil mengevakuasi 509 ular dari lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Ilustrasi Petugas Disdamkarmat Kota Bekasi saat bersiaga dan melakukan proses evakuasi seekor ular berukuran besar yang masuk ke salah satu area permukiman warga di Kota Bekasi. Sepanjang paruh pertama tahun 2026, petugas telah berhasil mengevakuasi 509 ular dari lingkungan tempat tinggal masyarakat.

  • ​Hingga pertengahan Juli 2026, Disdamkarmat Kota Bekasi mencatat 1.779 tindakan penyelamatan dan evakuasi kedaruratan.
  • ​Evakuasi hewan mendominasi dengan 1.217 kasus, di mana teror ular menempati posisi teratas dengan 509 pelaporan.
  • ​Perubahan cuaca dan musim kemarau menjadi pemicu utama satwa liar keluar dari habitatnya menuju area permukiman warga.
  • ​Petugas bersiaga 24 jam dan mengimbau masyarakat untuk tidak mengevakuasi satwa liar berbahaya secara mandiri demi keselamatan.

​Kasus kemunculan satwa liar di tengah area permukiman warga menunjukkan angka yang mengkhawatirkan sepanjang tahun 2026.

Hingga pertengahan Juli, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi mencatat telah merespons 1.779 laporan kedaruratan, dengan evakuasi reptil menduduki peringkat tertinggi.

Tingginya angka tersebut dipicu oleh faktor perubahan musim yang memaksa satwa liar mencari lokasi baru untuk bertahan hidup.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tingginya Angka Evakuasi Hewan oleh Disdamkarmat Kota Bekasi Sepanjang 2026

​”Dengan penyelamatan yang paling banyak itu adalah hewan, yang secara pelaporan menerima sebanyak 1.217 aduan dari masyarakat untuk dilakukan proses evakuasi hewan,” kata Kepala Bidang Penyelamatan pada Disdamkarmat Kota Bekasi, Suhartono kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (22/07/2026).

​Penanganan cepat terus diupayakan oleh jajaran Pemkot Bekasi dalam merespons setiap laporan yang masuk.

Seluruh aduan telah didata secara rinci sebagai bahan evaluasi mitigasi bencana dan kedaruratan di wilayah tersebut.

​”Yang dimana dari masing-masing seluruh laporan, sudah petugas lakukan proses evakuasi. Dan, sudah di rekapkan berdasarkan pelaporan penyelamatan,” sambungnya.

​Sebagai informasi, rincian aduan evakuasi satwa liar terbanyak di Kota Bekasi meliputi:

  • Ular: 509 pelaporan
  • Sarang Tawon: 284 pelaporan
  • Biawak: 176 pelaporan

​Mengapa Ular dan Satwa Liar Kerap Ditemukan Dekat Warga?

​Titik penemuan satwa liar, khususnya jenis reptil berbahaya, saat ini paling sering terdeteksi di area yang bersinggungan langsung dengan aktivitas harian manusia.

Hal ini sejalan dengan tingginya kesadaran warga untuk tidak mengambil tindakan gegabah.

​”Sebagian besar laporan berasal dari lingkungan permukiman warga. Terutama ular yang ditemukan masuk ke rumah, pekarangan, saluran air maupun area fasilitas umum,” ujarnya.

​Apa Dampak Perubahan Musim Terhadap Habitat Satwa?

​Transisi musim, terutama saat memasuki fase kemarau, membuat ketersediaan makanan dan sumber air di habitat alami satwa liar menyusut drastis.

Kondisi ini memaksa hewan-hewan tersebut bermigrasi mencari tempat yang lebih lembap dan teduh.

​”Biasanya ular maupun biawak bisa keluar dari habitatnya dan masuk ke lingkungan warga. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan satwa yang berpotensi membahayakan,” katanya.

​Bagaimana Langkah Cepat Disdamkarmat Merespons Laporan?

​Tim penyelamat selalu bersiaga penuh selama 24 jam dengan sistem verifikasi laporan berlapis sebelum menerjunkan personel evakuasi ke lapangan.

Prosedur ini penting untuk memastikan tindakan yang diambil tepat dan tidak membahayakan warga maupun petugas.

​”Kami berupaya memberikan respons secepat mungkin terhadap setiap laporan yang masuk. Karena pada prinsipnya tugas penyelamatan tidak hanya penanganan kebakaran, tetapi juga melindungi keselamatan masyarakat dari berbagai kondisi darurat lainnya,” jelasnya.

​Apa yang Harus Dilakukan Warga Jika Menemukan Ular?

​Masyarakat dilarang keras untuk mencoba menangani atau mengevakuasi sendiri satwa liar berbahaya tanpa keahlian khusus demi menghindari risiko cedera fatal.

Penanganan satwa berbisa dan agresif membutuhkan peralatan standar operasional.

​”Jika menemukan ular, sarang tawon atau hewan liar lainnya yang membahayakan, segera hubungi petugas. Kami memiliki peralatan dan personel yang terlatih untuk melakukan evakuasi secara aman,” pungkasnya.

​Kolaborasi antara kewaspadaan masyarakat dan kesigapan petugas menjadi kunci utama dalam menekan potensi bahaya dari satwa liar di tengah padatnya permukiman.

Jangan pernah mengambil risiko yang membahayakan nyawa, percayakan evakuasi kedaruratan kepada ahlinya.

Bagikan informasi penting ini ke grup WhatsApp RT/RW di lingkungan Anda agar keluarga dan tetangga semakin waspada. Simak terus informasi terkini seputar layanan publik dan kebijakan Pemkot Bekasi secara eksklusif hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja
Perbaikan Jalan Ir H Juanda Capai 60%, Kapan Rampung Total?
Kali Bekasi Mengering, Pemkot Desak BBWSCC Kebut Normalisasi
Penataan Pasar Baru Bekasi: Wali Kota Tri Adhianto Kaji Eskalator dan Awning Rooftop demi Kenyamanan
Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027
753 RW di Kota Bekasi Belum Cairkan Dana Hibah Rp100 Juta
Realisasi Lingkar RW Beken Melonjak, 267 RW Sudah Nikmati Dana Rp100 Juta
Pemkot Bekasi Prioritaskan Pembangunan Pos Damkar Bekasi Timur pada 2027

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:09 WIB

Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:12 WIB

Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:41 WIB

Perbaikan Jalan Ir H Juanda Capai 60%, Kapan Rampung Total?

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:20 WIB

Kali Bekasi Mengering, Pemkot Desak BBWSCC Kebut Normalisasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:07 WIB

Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027

Berita Terbaru

ARSITEK NEGARA: Suasana hiruk-pikuk aktivitas masyarakat dan lalu lintas di sekitar Jalan R.P. Soeroso, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Raden Panji Soeroso, Wakil Ketua BPUPKI sekaligus Gubernur Jawa Tengah pertama yang meletakkan fondasi tangguh birokrasi pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan R.P. Soeroso: Sang Arsitek Kemerdekaan RI

Selasa, 21 Jul 2026 - 16:54 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x