Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENA KEMERDEKAAN: Suasana jalan raya dan lalu lintas di sekitar ruas Jalan Abdul Muis, kawasan tersembunyi di balik Jalan Merdeka Barat, dekat Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/07/2026). Penamaan jalan protokol ini didedikasikan secara khusus untuk menghormati Abdoel Moeis, jurnalis kritis pendiri koran Hindia Serikat, pengarang mahakarya novel Salah Asuhan, sekaligus tokoh yang tercatat sebagai orang pertama penerima gelar Pahlawan Nasional di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

PENA KEMERDEKAAN: Suasana jalan raya dan lalu lintas di sekitar ruas Jalan Abdul Muis, kawasan tersembunyi di balik Jalan Merdeka Barat, dekat Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/07/2026). Penamaan jalan protokol ini didedikasikan secara khusus untuk menghormati Abdoel Moeis, jurnalis kritis pendiri koran Hindia Serikat, pengarang mahakarya novel Salah Asuhan, sekaligus tokoh yang tercatat sebagai orang pertama penerima gelar Pahlawan Nasional di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

  • Lokasi Tersembunyi: Jalan Abdul Muis membentang strategis di balik Jalan Merdeka Barat, berdekatan dengan pusat pemerintahan Istana Negara, Jakarta Pusat.
  • Pahlawan Pertama RI: Abdoel Moeis resmi tercatat sejarah sebagai tokoh pertama di Indonesia yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Soekarno (1959).
  • Kiprah Jurnalistik: Jurnalis berpena tajam yang memprakarsai koran Hindia Serikat dan gigih memperjuangkan hak bumiputera melalui kursi Volksraad.
  • Mahakarya Sastra: Mengabadikan pemikiran kritisnya lewat novel legendaris Salah Asuhan (1928) yang menguliti benturan budaya di era kolonial.

Memasuki hari Selasa (28/07/2026), Seniman Kemerdekaan sekaligus peraih rekor MURI, Zenza TekSas, kembali merilis mahakarya ulasan sejarah terbarunya.

Naskah edukatif kali ini menyoroti sosok sentral di balik Jalan Abdul Muis yang berlokasi tak jauh dari Istana Negara, Jakarta Pusat.

Beliau bukan sekadar penanda arah jalan, melainkan wartawan tangguh, sastrawan brilian, sekaligus tokoh pertama yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional di Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Menelusuri Sejarah Jalan Abdul Muis di Jantung Ibu Kota

​Siapa Sebenarnya Sosok Abdoel Moeis?

​Tidak jauh dari hiruk-pikuk Istana Negara, tepatnya tersembunyi di balik Jalan Merdeka Barat, terbentang sebuah jalan bersejarah bernama Jalan Abdul Muis.

Di balik papan nama jalan tersebut, tersimpan jejak langkah seorang pahlawan besar yang ikut membidani lahirnya Republik Indonesia.

​”Abdoel Moeis bukan sekadar nama jalan di jantung ibu kota. Lahir di Sungai Puar, Bukittinggi, Sumatra Barat, pada 3 Juni 1883, ia adalah seorang sastrawan andal, wartawan yang tajam pena-penanya, sekaligus pejuang kemerdekaan tanpa kompromi,” kata Zenza TekSas kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kota Bekasi, Selasa (28/07/2026).

​Lahir dari pasangan Haji Abdul Gani Datuk Tumenggung dan Siti Djariah, ia sempat menempuh pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) sebelum melanjutkan ke STOVIA.

Meski terpaksa berhenti akibat masalah kesehatan dan sempat menjadi pegawai kolonial, nuraninya menolak tunduk pada penindasan sehingga ia memilih jalur pergerakan.

​Bagaimana Kiprah Abdoel Moeis di Dunia Jurnalistik?

​Sebagai seorang jurnalis, pena Abdoel Moeis dikenal sangat berani menggugat ketidakadilan pemerintah kolonial.

Tulisan-tulisannya yang kritis menghiasi berbagai surat kabar terkemuka pada masanya, mulai dari Preanger Bode hingga De Express.

​Ia bahkan memprakarsai pendirian koran Hindia Serikat bersama Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara).

Pergerakannya kian masif ketika ia bergabung dengan Sarekat Islam (SI) bersama H.O.S. Cokroaminoto.

Suaranya yang lantang membuat penjajah gerah, hingga ia dipercaya duduk sebagai anggota Volksraad (Dewan Rakyat) untuk membela hak kaum bumiputera.

​Apa Saja Mahakarya Sastra Warisan Abdoel Moeis?

​Tidak hanya di kancah politik dan jurnalistik, Abdoel Moeis juga mengabadikan pemikirannya melalui dunia sastra.

Namanya kekal abadi sebagai pengarang novel legendaris Salah Asuhan terbitan Balai Pustaka pada tahun 1928.

​Novel ini diakui secara luas sebagai mahakarya sastra Indonesia yang secara berani menguliti isu benturan budaya dan modernitas pada masa itu.

Ia juga sukses menelurkan deretan karya sastra penting lainnya seperti Robert Zuid Cézar, Surapati, dan Tambang Boenta.

​Mengapa Ia Dinobatkan Sebagai Pahlawan Nasional Pertama?

​Begitu penting dan masifnya peran Abdoel Moeis bagi pembentukan karakter bangsa ini, hingga ia tercatat secara resmi sebagai orang pertama di Indonesia yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Soekarno pada 30 Agustus 1959.

​Sang tokoh intelektual berpulang ke Rahmatullah di Bandung pada 17 Juni 1959 dalam usia 76 tahun, dan jasadnya diistirahatkan dengan penghormatan penuh di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung.

​Lewat dedikasi hidupnya, Abdoel Moeis mewariskan teladan nyata bahwa kemerdekaan Indonesia ditebus bukan hanya dengan angkat senjata militer, melainkan lewat ketajaman akal, keluhuran karya sastra, dan keberanian bersuara melawan ketidakadilan.

​Apakah Anda sudah pernah membaca novel Salah Asuhan karya pahlawan nasional pertama kita ini? Sampaikan pandangan dan apresiasi Anda di kolom komentar!

Bagikan ulasan sejarah penuh inspirasi ini ke media sosial Anda dan ikuti terus penelusuran sejarah bangsa karya Zenza TekSas eksklusif hanya di RakyatBekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejarah Jalan Sultan Agung: Raja Mataram Penakluk VOC
Sejarah Jalan Latuharhary: Mengenal Sosok Pahlawan Maluku Penjaga NKRI
Sejarah Jalan Dr Kusuma Atmaja: Ketua MA Pertama RI
Satu-satunya di Jabodetabek, STAH Dharma Nusantara Buka Magister S2 Pendidikan Agama Hindu
Cegah Stunting, Alfamidi Salurkan 160 Ribu Telur ke 26 Kota dan Kabupaten di 15 Provinsi
​Sejarah Jalan Jusuf Adiwinata Menteng: Bapak Imigrasi RI
Sejarah Jalan Sam Ratulangi: Sang Doktor Jenius dari Timur
Sejarah Jalan Raden Saleh: Sang Maestro Pelukis Raja Eropa
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:11 WIB

Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI

Senin, 27 Juli 2026 - 12:13 WIB

Sejarah Jalan Sultan Agung: Raja Mataram Penakluk VOC

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:46 WIB

Sejarah Jalan Latuharhary: Mengenal Sosok Pahlawan Maluku Penjaga NKRI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:29 WIB

Sejarah Jalan Dr Kusuma Atmaja: Ketua MA Pertama RI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:47 WIB

Satu-satunya di Jabodetabek, STAH Dharma Nusantara Buka Magister S2 Pendidikan Agama Hindu

Berita Terbaru

PENA KEMERDEKAAN: Suasana jalan raya dan lalu lintas di sekitar ruas Jalan Abdul Muis, kawasan tersembunyi di balik Jalan Merdeka Barat, dekat Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/07/2026). Penamaan jalan protokol ini didedikasikan secara khusus untuk menghormati Abdoel Moeis, jurnalis kritis pendiri koran Hindia Serikat, pengarang mahakarya novel Salah Asuhan, sekaligus tokoh yang tercatat sebagai orang pertama penerima gelar Pahlawan Nasional di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:11 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x