Sejarah Jalan Adityawarman: Diplomat Majapahit Pendiri Pagaruyung

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANG ARSITEK PERADABAN: Suasana mobilitas warga dan arus lalu lintas di sepanjang ruas Jalan Adityawarman, kawasan elite Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (04/08/2026). Jalan protokol sarat sejarah ini didedikasikan secara khusus untuk menghormati Adityawarman, diplomat ulung dan menteri senior Kerajaan Majapahit yang sukses menjembatani politik Jawa dan Sumatra dengan mendirikan Kerajaan Pagaruyung pada abad ke-14. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

SANG ARSITEK PERADABAN: Suasana mobilitas warga dan arus lalu lintas di sepanjang ruas Jalan Adityawarman, kawasan elite Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (04/08/2026). Jalan protokol sarat sejarah ini didedikasikan secara khusus untuk menghormati Adityawarman, diplomat ulung dan menteri senior Kerajaan Majapahit yang sukses menjembatani politik Jawa dan Sumatra dengan mendirikan Kerajaan Pagaruyung pada abad ke-14. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

  • Lokasi Protokol: Jalan Adityawarman membentang strategis di kawasan elite Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
  • Profil Tokoh: Didedikasikan untuk Adityawarman (“Yang Berperisai Matahari”), sosok perpaduan darah bangsawan Jawa (Singasari/Majapahit) dan Sumatra (Dharmasraya).
  • Diplomat & Panglima: Menjabat sebagai Wreddhamantri (menteri senior) Majapahit dan utusan diplomatik ke Dinasti Yuan Tiongkok pada 1325 dan 1332.
  • Pendiri Pagaruyung: Secara mandiri mendirikan Kerajaan Malayapura (Pagaruyung) di Tanah Datar pada 1347 untuk menguasai jalur perdagangan emas sentral di Sumatra.

Menjelang perayaan HUT RI ke-81, seri ulasan sejarah jalan protokol ke-33 dari 45 edisi Selasa (04/08/2026) kembali dirilis oleh Zenza TekSas, Seniman Kemerdekaan sekaligus Peraih Rekor MURI.

Mengarahkan sorotan ke kawasan elite Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, naskah ini membedah sosok di balik nama Jalan Adityawarman.

Beliau merupakan diplomat ulung, panglima tangguh Majapahit, sekaligus arsitek politik yang menjembatani peradaban Jawa dan Sumatra dengan mendirikan Kerajaan Pagaruyung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Menelusuri Sejarah Jalan Adityawarman di Kebayoran Baru

​Siapa Sosok Adityawarman di Balik Nama Jalan Tersebut?

​Di kawasan elit ibu kota, terselip sebuah nama jalan bersejarah yang sarat akan warisan peradaban abad ke-14 Nusantara.

​”Di kawasan elit Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terselip sebuah nama jalan yang barangkali setiap hari dilalui ribuan kendaraan tanpa banyak yang tahu siapa sosok di baliknya: Jalan Adityawarman,” kata Zenza TekSas kepada Jurnalis RakyatBekasi.com, Selasa (04/08/2026).

​Secara harfiah, namanya berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “Yang Berperisai Matahari”. Adityawarman mewarisi garis keturunan strategis; ayahnya (Adwayawarman) adalah pejabat tinggi Singasari-Majapahit, dan ibunya (Dara Jingga) merupakan putri terhormat Kerajaan Dharmasraya. Hal ini menjadikannya saudara sepupu dari Jayanegara, raja kedua Majapahit.

​Bagaimana Kiprahnya Sebagai Diplomat dan Panglima Majapahit?

​Sebelum menjadi raja di tanah seberang, Adityawarman adalah tangan kanan penguasa Majapahit yang sangat diandalkan. Kecerdasan dan kelihaiannya dalam berdiplomasi membawanya melintasi samudra sebagai utusan khusus kerajaan ke Dinasti Yuan di Tiongkok pada tahun 1325 dan 1332.

​Di internal pemerintahan Majapahit, ia menduduki jabatan penting sebagai Wreddhamantri atau menteri senior setingkat perdana menteri. Ia juga diakui sebagai panglima perang yang tangguh, memimpin berbagai ekspansi militer untuk mengamankan kedaulatan wilayah barat Nusantara.

​Mengapa Adityawarman Mendirikan Kerajaan Pagaruyung?

​Pada pertengahan abad ke-14, takdir membawanya kembali ke tanah leluhur ibunya. Meski awalnya dikirim memimpin wilayah jajahan Majapahit, ia mengambil langkah revolusioner dengan menegakkan kedaulatannya sendiri.

​Pada tahun 1347, ia mendirikan kerajaan baru bernama Malayapura dan memindahkan pusat pemerintahan dari Dharmasraya ke pedalaman Tanah Datar (Kerajaan Pagaruyung). Pemindahan taktis ini dirancang untuk menguasai jalur perdagangan emas yang sangat masif di Sumatra bagian tengah.

​Apa Warisan Spiritual dan Arkeologis Adityawarman?

​Dalam hal keyakinan, Adityawarman dikenal menganut sinkretisme spiritual yang kuat dengan mempraktikkan Buddha Tantrayana aliran Bhairawa. Sosok agungnya kerap diidentifikasikan melalui penemuan Arca Bhairawa berukuran raksasa di Sumatra Barat.

​Selama memegang kendali pemerintahan (1375 hingga wafatnya), ia meninggalkan sedikitnya 13 prasasti penting, termasuk Prasasti Amoghapasa dan Prasasti Kuburajo.

​Kini, nama besar Adityawarman tidak hanya dikenang melalui plang jalan di sudut kota metropolitan Jakarta. Namanya diabadikan secara terhormat sebagai Museum Adityawarman di Kota Padang, Sumatra Barat, penanda abadi bagi sang arsitek peradaban Nusantara.

​Bagaimana kecerdasan diplomasi dan strategi geopolitik tokoh ini menginspirasi Anda? Sampaikan pandangan Anda di kolom komentar! Bagikan artikel sejarah peradaban ini ke jaringan media sosial Anda dan ikuti ulasan tokoh inspiratif lainnya secara eksklusif hanya di RakyatBekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hijrah Camp Curug Cijalu: Healing Alam Sambil Perkuat Akidah
Sejarah Jalan Gunawarman: Pangeran Kashmir Penyebar Buddha
Sejarah Jalan Trunojoyo Kebayoran Baru dan Profil Kesatria Madura Penakluk Mataram
Pertamina Patra Niaga Perkuat Pendidikan Anak Lewat Program RASI dan TEBAR 4.0
Resmi! Harga Pertamax Turun Mulai 1 Agustus 2026, Cek Rinciannya
Rahasia Sehat Usia 40 Tahun: Pola Makan Alami Sesuai Tuntunan Alquran
Sejarah Jalan AM Sangaji dan Profil ‘Si Jago Tua’ Maluku
Sejarah Jalan Alaydrus: Jejak Keturunan Nabi di Jakarta
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Hijrah Camp Curug Cijalu: Healing Alam Sambil Perkuat Akidah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Sejarah Jalan Adityawarman: Diplomat Majapahit Pendiri Pagaruyung

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Sejarah Jalan Gunawarman: Pangeran Kashmir Penyebar Buddha

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Sejarah Jalan Trunojoyo Kebayoran Baru dan Profil Kesatria Madura Penakluk Mataram

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Pertamina Patra Niaga Perkuat Pendidikan Anak Lewat Program RASI dan TEBAR 4.0

Berita Terbaru

Suasana rapat dengar pendapat antara Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi dengan jajaran Dewan Pengawas Perumda Tirta Bhagasasi guna mengevaluasi kinerja operasional, kebocoran air, dan polemik internal pegawai di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Senin (03/08/2026). (Foto: Istimewa).

Parlementaria

Kinerja Disorot, DPRD Semprot Dewan Pengawas Perumda Tirta Bhagasasi

Selasa, 4 Agu 2026 - 15:39 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x