Atasi Macet Stasiun Bekasi, Pemkot Siapkan Underpass Bulan-Bulan Sepanjang 400 Meter

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi proyeksi pembangunan underpass Bulan-bulan untuk mengurai kemacetan di Stasiun Bekasi.

Ilustrasi proyeksi pembangunan underpass Bulan-bulan untuk mengurai kemacetan di Stasiun Bekasi.

  • ​Pemkot Bekasi mengalokasikan dana awal Rp10 Miliar untuk perencanaan Underpass Bulan-Bulan.
  • ​Trase underpass dirancang sepanjang 400 meter, membentang dari Gedung PMI Kota Bekasi hingga Jalan Perjuangan.
  • ​Pembebasan lahan dan penyusunan Detail Engineering Design (DED) ditargetkan rampung pada tahun 2027.
  • ​Selain di Bulan-Bulan, Pemkot Bekasi memprioritaskan penyelesaian proyek duplikasi Underpass Duren Jaya.

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus berupaya mengurai simpul kemacetan lalu lintas di pusat kota. Salah satu langkah konkretnya adalah rencana pembangunan Underpass Jalan Perjuangan, atau yang akrab disebut Underpass Bulan-Bulan di kawasan Stasiun Bekasi.

Proyek infrastruktur sepanjang 400 meter ini kini tengah memasuki tahap persiapan awal dan pengusulan trase lahan.

Nantinya, kehadiran underpass ini diharapkan mampu menekan antrean kendaraan yang kerap mengular panjang di perlintasan sebidang tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Rencana Strategis Pemkot Bekasi Bangun Underpass Stasiun Bekasi

​Berapa Anggaran Awal Proyek Underpass Bulan-Bulan?

​Pemkot Bekasi saat ini telah menyiapkan anggaran tahap awal sebesar Rp10 miliar untuk mematangkan perencanaan strategis.

Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi, memproyeksikan tahapan perencanaan ini sangat krusial sebelum masuk ke fase eksekusi lahan.

Trase jalan tersebut nantinya akan didesain tembus hingga area Gedung Besi di kawasan Stasiun Bekasi.

​”Perencanaannya baru dialokasikan dana sekitar Rp 10 Miliar secara awalan. Panjangnya trase dari kebutuhan lahan yang dibutuhkan bertitik dari Gedung PMI Kota Bekasi lalu tembus ke arah Jalan Perjuangan, panjangnya sekitar 400 meter,” kata Widayat Subroto Hardi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Minggu (23/08/2026).

​Menurut Widayat, usulan proyek underpass ini akan dimatangkan pada tahun depan bersama instansi terkait.

Pemkot Bekasi menargetkan proses pembebasan lahan bisa berjalan paralel dengan perancangan teknis.

​”Sedangkan di tahun depan akan dibahas dan akan ditindaklanjuti kembali. Usulan kami di Tahun 2027 mendatang termasuk mencakup pembebasan lahan dan penyusunan DED (Detail Engineering Design) oleh DBMSDA,” tuturnya.

Infografis rencana pembangunan underpass Bulan-bulan Stasiun Bekasi.

​”Jika pembebasan lahan selesai di 2027. Baik melalui anggaran murni maupun perubahan pekerjaan fisik baru bisa dimulai. Pelaksanaannya tentu bertahap dimulai dari penyesuaian usulan pada tahun 2026 ini,” jelasnya.

​Apa Saja Lahan yang Terdampak Pembangunan Underpass Ini?

​Sejumlah fasilitas umum di sekitar lokasi dipastikan akan direlokasi untuk memenuhi kebutuhan bentang lahan trase.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengonfirmasi bahwa Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bekasi yang berlokasi di Jalan Pramuka, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, masuk dalam radius area terdampak.

Oleh karena itu, skema cicilan pembebasan lahan akan segera diberlakukan oleh Pemerintah Daerah.

​”Kita sudah rencanakan, mulai tahun 2027. Kita sudah mulai untuk menyicil pembebasan lahan untuk pembangunan Underpass yang ada di Jalan Perjuangan,” ungkap Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan resminya, pada pertengahan Februari 2026 lalu.

​Pemkot Bekasi menargetkan pembebasan lahan bisa diselesaikan secara bertahap agar proses pengerjaan konstruksi fisik dapat dituntaskan pada kurun waktu 2028 atau 2029.

Relokasi gedung penting seperti PMI juga telah disiapkan sedini mungkin agar pelayanan masyarakat tidak terganggu.

​”Kira-kira itu nanti PMI akan kena, kemudian lapangan tenis juga akan kena. Jadi, oleh karena itu PMI sudah kami arahkan untuk pindah ke SD Kayuringin,” ujarnya.

​”Itulah secara makro yang mungkin harus kita lakukan. Karena tahun ini baru kita selesaikan adalah pembebasan lahan yang ada di Bulak Kapal. Dari provinsi baru sekitar Rp 30 miliar, dari kebutuhan Rp 250 miliar. Kemarin Pak KDM menjanjikan kalau tanahnya selesai, pasti pembangunannya akan diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi,” katanya.

​Mengapa Proyek Underpass Duren Jaya Lebih Diprioritaskan?

​Selain mengatasi titik kemacetan di Bulan-Bulan, Pemkot Bekasi rupanya juga tengah mempercepat penyelesaian duplikasi Underpass Duren Jaya imbas penyesuaian proyek Double-Double Track (DDT) PT KAI.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, menyatakan penyusunan DED untuk underpass Duren Jaya telah rampung seluruhnya.

​”Benar, ada dua underpass. Jalur lama difungsikan untuk arah keluar dan jalur baru untuk arah masuk perumahan, sehingga totalnya menjadi empat lajur,” terang Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui koordinasi tertulisnya, Minggu (23/08/2026).

​Kapasitas jalan di kawasan Duren Jaya nantinya akan meningkat drastis menjadi empat lajur operasional.

Proyek strategis ini diproyeksikan memiliki peluang lebih besar untuk dieksekusi lebih awal karena tidak memerlukan tahap pembebasan lahan yang memakan waktu panjang.

​”Kami membuat perencanaan dan mengusulkannya ke kementerian melalui koordinasi intensif. Jika berjalan lancar, semestinya Duren Jaya terlebih dahulu, karena proyek di Bulan-Bulan baru memulai tahap pembebasan lahan pada tahun 2027,” ungkapnya.

​Dukungan infrastruktur dari Pemkot Bekasi ini diharapkan menjadi solusi mutlak jangka panjang untuk memecah simpul kemacetan parah di pusat kota.

Simak terus perkembangan proyek tata kota dan infrastruktur Kota Bekasi hanya di saluran kami. Bagikan artikel ini, sampaikan opini Anda di kolom komentar, dan ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi] agar selalu update!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kawasan GOR Terpadu Bekasi Makin Modern, Transparansi Anggaran Bollard Hidrolik Tuai Sorotan
Tegas! Wali Kota Bekasi Tertibkan PKL Plaza Patriot Candrabhaga
Dana Hibah RW Bekasi Keren Cair, RW 03 Perwira Fokus Lengkapi Fasilitas Lingkungan dan Ibadah
Petaka Bangunan Tua: Ruko di Mustikajaya Ambruk, 2 Orang Terluka
Camat Mustikajaya Geram! PT Indogas Abaikan Ganti Rugi Korban Ledakan SPBE Cimuning
Dugaan Rekening Ganda Perumda Tirta Bhagasasi Cabang Babelan Mencuat
Gembleng 125 Admin Medsos OPD, Wali Kota Bekasi Beri Pesan Menohok
Pemkot Bekasi Kebut Rehabilitasi 34 Sekolah dan Bangun 2 SMP Baru
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Kawasan GOR Terpadu Bekasi Makin Modern, Transparansi Anggaran Bollard Hidrolik Tuai Sorotan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Atasi Macet Stasiun Bekasi, Pemkot Siapkan Underpass Bulan-Bulan Sepanjang 400 Meter

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:18 WIB

Tegas! Wali Kota Bekasi Tertibkan PKL Plaza Patriot Candrabhaga

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Dana Hibah RW Bekasi Keren Cair, RW 03 Perwira Fokus Lengkapi Fasilitas Lingkungan dan Ibadah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Petaka Bangunan Tua: Ruko di Mustikajaya Ambruk, 2 Orang Terluka

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x