Darurat Ekologi! KAWALI Bongkar Fakta Mengerikan Pencemaran Kali Bekasi, Air Hitam Berbusa Ancaman Serius

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi memprihatinkan aliran Kali Bekasi yang tertutup buih busa putih dan berair hitam pekat akibat dugaan pencemaran limbah industri dan domestik, beberapa waktu yang lalu. Temuan kejahatan lingkungan ini telah dilaporkan secara resmi oleh DLH Kota Bekasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup, Kamis (03/09/2026).

Kondisi memprihatinkan aliran Kali Bekasi yang tertutup buih busa putih dan berair hitam pekat akibat dugaan pencemaran limbah industri dan domestik, beberapa waktu yang lalu. Temuan kejahatan lingkungan ini telah dilaporkan secara resmi oleh DLH Kota Bekasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup, Kamis (03/09/2026).

  • ​Koalisi KAWALI menemukan aliran air hitam pekat, tumpukan sampah raksasa, hingga praktik pembakaran liar di sepanjang aliran dari Kabupaten Bogor hingga Kota Bekasi.
  • ​Pemkot Bekasi melalui DLH mencatat pergerakan limbah berbau menyengat sejak 30 Agustus 2026 yang bermuara menjadi busa tebal di Bendungan Presdo.
  • ​Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi secara resmi telah melaporkan temuan darurat pencemaran lingkungan ini kepada KLH/BPLH RI untuk penindakan tegas.

​Dugaan pencemaran lingkungan yang merusak ekosistem sungai kembali memasuki fase kritis. Koalisi Kawali Indonesia Lestari (KAWALI) membongkar indikasi pelanggaran lingkungan berat yang terjadi di sepanjang aliran sungai dari wilayah Kabupaten Bogor hingga bermuara di Kota Bekasi.

​Merespons kondisi darurat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bertindak cepat melakukan susur sungai dan melaporkan insiden kejahatan lingkungan tersebut ke Pemerintah Pusat.

​Fakta Memprihatinkan di Balik Pencemaran Kali Bekasi

​Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, KAWALI mendeteksi ancaman serius terhadap kelestarian ekosistem sungai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perubahan warna air menjadi hitam pekat diduga kuat berasal dari pembuangan limbah domestik dan limbah industri yang tidak bertanggung jawab.

​”Dengan tim mendokumentasikan sejumlah kondisi yang dianggap sebagai bentuk pelanggaran lingkungan hidup di sepanjang aliran sungai yang bermuara ke Kali Bekasi,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional KAWALI Puput TD Putra kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Kamis (03/09/2026).

​Apa Saja Bukti Pelanggaran Lingkungan di Sempadan Sungai?

​Selain pencemaran air, tim di lapangan juga menemukan alih fungsi lahan sempadan sungai yang seharusnya menjadi kawasan lindung. Area tersebut kini dipenuhi oleh limbah padat yang dibiarkan berserakan.

​”KAWALI juga menemukan tumpukan sampah rumah tangga dan sampah plastik dalam jumlah besar yang berada di area sempadan sungai. Tumpukan sampah dinilai berpotensi memperparah kualitas lingkungan dan mengganggu fungsi sungai sebagai sumber daya air,” sambungnya.

​Bagaimana Dampak Pembakaran Sampah Ilegal di Bantaran?

​Praktik open burning atau pembakaran sampah secara terbuka di beberapa titik bantaran semakin memperburuk keadaan.

Asap dari pembakaran mencemari udara sekitar, sementara residu dan air lindi beracun langsung mengalir mengontaminasi badan sungai.

​”Fakta visual ini menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Sempadan sungai yang seharusnya menjadi kawasan lindung justru ditemukan tumpukan sampah dan indikasi pencemaran yang harus segera ditindaklanjuti,” tuturnya.

​Langkah Tegas Pemkot Bekasi Hadapi Darurat Limbah

​Menyikapi desakan dari berbagai elemen dan kondisi riil di lapangan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi tidak tinggal diam.

Pemkot Bekasi kembali membawa kasus dugaan pencemaran ini ke ranah Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI.

​Mengapa DLH Kota Bekasi Segera Melapor ke Kementerian Pusat?

​Pergerakan limbah dari hulu ke hilir sangat membahayakan kesehatan masyarakat Kota Bekasi. Tim DLH mendeteksi aliran air hitam berbau menyengat ini sudah tercium sejak akhir Agustus di kawasan perbatasan.

​”Dimana pada keesokan harinya. Aliran air terpantau bergerak perlahan menuju wilayah Kota Bekasi akibat debit sungai yang sangat kecil. Sehari kemudian, pada tanggal (01/09), kondisi air di Bendungan Presdo terpantau mulai berbusa dan mengeluarkan aroma tidak sedap,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi Kiswatiningsih kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (03/09/2026).

​Laporan Pemkot Bekasi ke KLH/BPLH RI tersebut tidak dikirim dengan tangan kosong. DLH turut melampirkan data komprehensif hasil pemantauan dan kegiatan susur sungai yang dilakukan bersama Komunitas Peduli Ciliwung-Cikeas (KP2C) dan unsur TNI Angkatan Laut.

​Persoalan kejahatan lingkungan di bantaran sungai menuntut ketegasan aparat penegak hukum. Pemerintah daerah kini menanti aksi nyata Pemerintah Pusat untuk menjatuhkan sanksi berat bagi para oknum perusak alam.

​Ingin terus memantau perkembangan kasus lingkungan dan isu strategis pemerintahan lainnya? Bagikan artikel ini untuk menyebarkan kesadaran, serta pastikan Anda selalu update dengan bergabung di Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan berikut: [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi].


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAWALI Desak KLH Telusuri Pencemaran Kali Bekasi, Pemkot Terkendala Kewenangan Penindakan
Jalur Maut Teror Pengendara Motor: Penutup Saluran Air Sepanjang 2 Km ‘Hilang’, DBMSDA Janji Tindak Cepat
​57 Ribu Anak Kota Bekasi Telah Ikuti BIAS 2026, Kapan Giliran Buah Hati Anda?
Trans Beken Belum Juga Mengaspal, Dishub Bekasi Masih Kaji Aspek Pelayanan dan Manajerial
Terungkap! Sosok Video Viral di Lift Diduga Kades Lambangsari Pipit Haryanti dan Caleg PDIP
SKANDAL REKAMAN CCTV: Diduga Oknum Kades Wanita Tambun Selatan ‘Main Api’ Bareng Politisi
Capaian Imunisasi Anak Tembus 58 Persen, Dinkes Kejar Target 38 Ribu Bayi Hingga Akhir 2026
Goyang DPRD, Ratusan PKL Jalan M Yamin Ngadu Pungli dan Nolak Relokasi ke Rooftop Pasar Baru
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 14:44 WIB

KAWALI Desak KLH Telusuri Pencemaran Kali Bekasi, Pemkot Terkendala Kewenangan Penindakan

Kamis, 3 September 2026 - 13:56 WIB

Darurat Ekologi! KAWALI Bongkar Fakta Mengerikan Pencemaran Kali Bekasi, Air Hitam Berbusa Ancaman Serius

Kamis, 3 September 2026 - 11:19 WIB

Jalur Maut Teror Pengendara Motor: Penutup Saluran Air Sepanjang 2 Km ‘Hilang’, DBMSDA Janji Tindak Cepat

Kamis, 3 September 2026 - 10:48 WIB

​57 Ribu Anak Kota Bekasi Telah Ikuti BIAS 2026, Kapan Giliran Buah Hati Anda?

Kamis, 3 September 2026 - 10:26 WIB

Trans Beken Belum Juga Mengaspal, Dishub Bekasi Masih Kaji Aspek Pelayanan dan Manajerial

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x