- Lokasi Terdampak: Sepanjang Jalan Ki Ijo Bin Beih, Jalan Irigasi, Jalan Ketapang, hingga Jalan Pulo Ribung, Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan.
- Skala Insiden: Diperkirakan mencapai dua kilometer ruas jalan dengan tingkat aktivitas kendaraan tinggi.
- Dampak Bahaya: Lubang saluran air menganga tanpa pengaman, mengancam keselamatan pengendara motor dan berisiko kecelakaan fatal.
- Respons Pemerintah: DBMSDA Kota Bekasi segera kirim petugas survei untuk cek lokasi dan menindaklanjuti.
Warga Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, kini dicekam kecemasan menyusul raibnya besi penutup saluran air yang diduga kuat dicuri oleh oknum tak bertanggung jawab.
Insiden ini membentang sepanjang hampir dua kilometer di beberapa ruas jalan utama yang sibuk. Ketiadaan penutup menciptakan lubang-lubang maut yang sangat membahayakan pengendara, terutama pemotor.
Wali Kota Bekasi didorong untuk segera meningkatkan keamanan fasilitas umum demi mencegah jatuhnya korban jiwa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di mana saja lokasi spesifik penutup saluran air yang hilang di Pekayon Jaya?
Raibnya besi penutup saluran air ditemukan menyebar di beberapa titik krusial.
- Mulai dari Jalan Ki Ijo Bin Beih, dekat SMAN 8 Kota Bekasi.
- Melanjut ke Jalan Irigasi.
- Jalan Ketapang.
- Hingga Jalan Pulo Ribung menuju kawasan Grand Galaxy City.
”Kondisi ini membuat sejumlah titik saluran drainase terbuka tanpa pengaman,” demikian hasil pantauan lapangan jurnalis RakyatBekasi.Com.
Bagaimana dampak langsung hilangnya penutup drainase bagi pengendara motor?
Bagi pengendara, lubang-lubang menganga ini adalah teror nyata yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Salah satu pengendara, Septian (26), mengeluhkan bahaya ini.
”Saya rasa ini cukup berbahaya, apalagi untuk pengendara motor. Takutnya ada yang tidak melihat karena posisi saluran yang cukup dalam,” ucap Septian kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di lokasi, Kamis (03/09/2026).
Apa yang dikhawatirkan warga dan bagaimana respons Pemkot Bekasi melalui DBMSDA?
Kekhawatiran warga tak hanya soal keselamatan jalan raya, tetapi juga menyangkut fungsi teknis drainase itu sendiri.
Hilangnya penutup dikhawatirkan dapat mengganggu aliran air, terutama saat musim hujan.
Warga mendesak adanya pengawasan lebih ketat terhadap fasilitas publik demi mencegah pencurian berulang.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti kapan pencurian sistematis ini mulai terjadi.
Namun, titik-titik lokasi tersebut merupakan area padat lalu lintas setiap harinya.
Menanggapi keluhan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) segera bersikap.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Suroyo, menegaskan pihaknya akan melakukan tindakan lapangan.
”Segera ditindaklanjuti, agar segera dilakukan survei oleh petugas dan kita cek segera ke lokasi,” jelas Suroyo kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com.
DBMSDA Kota Bekasi diharapkan segera merealisasikan janjinya untuk memperbaiki penutup saluran air demi mencegah kecelakaan yang tidak diinginkan.
Bagikan berita ini untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara di Bekasi. Berikan komentar Anda mengenai masalah ini. Dan jangan lupa, ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [di sini] agar selalu update berita Bekasi terbaru!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















