Krisis Pelayanan Medis: Pemkot Bekasi Kekurangan 2.000 Tenaga Kesehatan, Rekrutmen Terganjal Aturan Pusat

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala Dinkes Kota Bekasi, Hadi Prabowo, saat memberikan keterangan kepada awak media terkait krisis jumlah tenaga kesehatan dan kendala regulasi rekrutmen APBD di Gedung DPRD Kota Bekasi, Rabu (30/09/2026).

Plt Kepala Dinkes Kota Bekasi, Hadi Prabowo, saat memberikan keterangan kepada awak media terkait krisis jumlah tenaga kesehatan dan kendala regulasi rekrutmen APBD di Gedung DPRD Kota Bekasi, Rabu (30/09/2026).

  • ​Pemerintah Daerah (Pemkot Bekasi) saat ini mengalami defisit sekitar 2.000 tenaga kesehatan (nakes) untuk mencapai standar pelayanan ideal.
  • ​Total nakes yang tersedia berjumlah hampir 10.000 orang, namun distribusinya tidak merata karena masih terdapat surplus bidan, namun kekurangan dokter dan perawat.
  • ​Proses rekrutmen nakes terkendala aturan pusat yang melarang penggunaan APBD secara langsung, kecuali melalui mekanisme Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
  • ​Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi telah melakukan audiensi ke Kemendagri untuk meminta diskresi khusus agar masalah ini segera teratasi.

​PEMERINTAH KOTA (PEMKOT) BEKASI melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mengakui adanya krisis ketersediaan Tenaga Kesehatan (Nakes) di berbagai fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah.

Saat ini, Pemkot Bekasi tercatat masih kekurangan sekitar 2.000 nakes dari total kebutuhan ideal 12.000 orang.

Kendati ketersediaan anggaran daerah memadai, pemenuhan sumber daya manusia ini justru mandek akibat terganjal regulasi rekrutmen dari pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Krisis Tenaga Kesehatan Kota Bekasi dan Kendala Aturan

​Kebutuhan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan milik Pemkot Bekasi memang masih menjadi tantangan serius.

Upaya pemenuhan formasi nakes selalu terbentur aturan yang membatasi proses rekrutmen dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

​”Kebutuhan nakes itu fakta. Tetapi kami terbentur regulasi karena tidak diperbolehkan melakukan rekrutmen menggunakan APBD, kecuali melalui BLUD. Padahal anggarannya ada, sehingga kami sudah melakukan audiensi ke Kemendagri untuk meminta diskresi,” kata Plt Kepala Dinkes Kota Bekasi, Hadi Prabowo kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung DPRD Kota Bekasi, Rabu (30/09/2026).

​Mengapa Pemkot Bekasi Masih Kekurangan Ribuan Tenaga Medis?

​Secara kuantitas, jumlah tenaga kesehatan yang saat ini tercatat di Kota Bekasi telah mencapai hampir 10.000 orang.

Ketersediaan angka tersebut mencakup dokter, perawat, bidan, apoteker, dan berbagai profesi kesehatan lainnya yang tersebar di sejumlah fasilitas pelayanan medis.

​Meski terlihat banyak, jumlah tersebut faktanya belum mampu memenuhi beban kerja dan kebutuhan ideal pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Bekasi.

​”Kalau dihitung berdasarkan kebutuhan ideal, hampir 12 ribu tenaga kesehatan. Artinya masih ada kekurangan sekitar 2 ribu tenaga kesehatan, meskipun nanti rinciannya berbeda-beda sesuai profesi,” terangnya.

​Apa Dampak Kekurangan Nakes Terhadap Puskesmas di Kota Bekasi?

​Kekurangan tenaga medis ini sayangnya tidak merata pada seluruh jenis profesi kesehatan. Beberapa posisi seperti bidan justru mencatatkan angka yang cukup hingga surplus, sementara kebutuhan vital akan tenaga dokter dan perawat masih sangat mendesak.

​Imbasnya, kondisi pelayanan di sejumlah puskesmas tingkat kecamatan dan kelurahan saat ini masih jauh dari standar ideal Kementerian Kesehatan.

​”Kalau bicara ideal, belum. Untuk dokter saja idealnya satu puskesmas diampu tiga dokter. Faktanya masih ada puskesmas yang hanya memiliki satu dokter. Itu menjadi kendala dalam pelayanan,” ungkapnya.

​Bagaimana Kondisi Perekrutan Nakes di Rumah Sakit Swasta?

​Kondisi defisit SDM di layanan rumah sakit swasta memiliki akar persoalan yang berbeda dengan fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Pemenuhan nakes di sektor swasta sangat bergantung mutlak pada stabilitas dan kemampuan finansial institusi terkait.

​”Kalau swasta itu karakternya berbeda. Mereka melihat kemampuan rumah sakit untuk merekrut tenaga baru. Kebutuhan tetap ada, tetapi harus mempertimbangkan kondisi cash flow rumah sakit masing-masing,” jelasnya.

​Apa Langkah DPRD dan Pemkot Bekasi Terkait Kesejahteraan Nakes?

​Di luar urusan kuantitas dan rekrutmen, Dinkes saat ini juga tengah menggodok aspek perlindungan hukum serta peningkatan kesejahteraan para nakes bersama jajaran legislatif di Gedung DPRD Kota Bekasi. Isu kesejahteraan ini menjadi prioritas yang harus diseimbangkan dengan kemampuan fiskal daerah.

​”Kami ingin tenaga kesehatan dan tenaga medis bisa bekerja dengan baik, sejahtera, dan merasa cukup. Tetapi di sisi lain kemampuan keuangan daerah juga harus menjadi pertimbangan. Semua harus dihitung secara wajar dan proporsional,” tandasnya.

​Sebagai tindak lanjut, usulan pemberian insentif direncanakan tidak hanya menyasar nakes berstatus ASN maupun PPPK, tetapi juga akan diperluas untuk mereka yang mengabdi di sektor swasta.

​”Harapannya semua tenaga kesehatan, baik di pemerintah maupun swasta, bisa mendapatkan perhatian. Tetapi tentu membutuhkan upaya yang besar dan harus disesuaikan dengan kemampuan daerah,” pungkasnya.

​Kondisi kekurangan jumlah tenaga kesehatan ini tentu harus segera diselesaikan lewat campur tangan kebijakan pusat, agar hak masyarakat Kota Bekasi untuk mendapatkan pelayanan medis yang prima dan cepat tidak terus dikorbankan.

​Jangan sampai ketinggalan informasi terbaru seputar kebijakan publik, politik, dan ekonomi Bekasi lainnya. Silakan bagikan artikel ini, tinggalkan komentar Anda, dan ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update!


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babat Habis Tunggakan Berkas, Kinerja BPN Kota Bekasi Tuai Apresiasi Kanwil Jabar
Babak Akhir Pembebasan Lahan FO Bulak Kapal: Pemkot Bekasi Tunggu Validasi BPN untuk Cairkan Ganti Rugi
Perkelahian Siswa Alexandria Islamic School, Disdik Bekasi Minta Pengawasan Asrama 24 Jam
​Wali Kota Bekasi Luncurkan ‘Gebrak Pasar’, Ribuan ASN Diwajibkan Borong Dagangan di Pasar Baru
Sayembara Rp50 Juta! Mahamuda Tantang Warga Ungkap Admin Akun TikTok “Bekasi Masih Kusut”
Wali Kota Bekasi Perintahkan Disdik Usut Dugaan Kekerasan Siswa Alexandria Boarding School
Bukan Bullying! Disdik Kota Bekasi Ungkap Fakta Kasus Perkelahian Siswa Alexandria Boarding School
Kemarau Panjang, Harga Cabai Rawit Merah di Kota Bekasi Menggila Nyaris Tembus Rp100 Ribu
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 18:08 WIB

Krisis Pelayanan Medis: Pemkot Bekasi Kekurangan 2.000 Tenaga Kesehatan, Rekrutmen Terganjal Aturan Pusat

Rabu, 30 September 2026 - 14:51 WIB

Babat Habis Tunggakan Berkas, Kinerja BPN Kota Bekasi Tuai Apresiasi Kanwil Jabar

Rabu, 30 September 2026 - 11:53 WIB

Perkelahian Siswa Alexandria Islamic School, Disdik Bekasi Minta Pengawasan Asrama 24 Jam

Rabu, 30 September 2026 - 11:24 WIB

​Wali Kota Bekasi Luncurkan ‘Gebrak Pasar’, Ribuan ASN Diwajibkan Borong Dagangan di Pasar Baru

Selasa, 29 September 2026 - 22:36 WIB

Sayembara Rp50 Juta! Mahamuda Tantang Warga Ungkap Admin Akun TikTok “Bekasi Masih Kusut”

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x