- Warga RW 024 Kelurahan Pengasinan mengeluhkan pendangkalan kali yang memicu banjir menahun karena absennya pengerukan selama hampir 20 tahun.
- Keluhan darurat infrastruktur ini disampaikan langsung kepada Anggota DPRD Kota Bekasi, Mubakhi, S.M. saat agenda Reses III, Kamis (08/10/2026).
- Tingkat sedimentasi lumpur di saluran air wilayah Kecamatan Rawalumbu tersebut diklaim warga kini telah mencapai lebih dari dua meter.
- DPRD Kota Bekasi berkomitmen akan segera mendesak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi untuk melakukan intervensi pengerukan.
PERSOALAN BANJIR menahun yang tak kunjung usai masih menjadi ancaman serius sekaligus keluhan utama warga RW 024, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu.
Aspirasi mendesak terkait darurat infrastruktur lingkungan ini disuarakan secara gamblang oleh masyarakat saat Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PAN Pembangunan, Mubakhi, S.M. menggelar agenda Reses III Tahun 2026, Kamis (08/10/2026).
Respon DPRD Kota Bekasi Terhadap Darurat Banjir Rawalumbu
Mengapa Warga RW 024 Pengasinan Sebut Wilayahnya ‘Banjir Bebas’?
Kondisi kali di wilayah Kelurahan Pengasinan dinilai sudah mengalami pendangkalan sangat parah karena pengerukan dan penguatan tanggul dipastikan absen dilakukan oleh pemerintah daerah selama belasan hingga puluhan tahun terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Ini wilayahnya banjirnya bebas, Pak. Bukan bebas banjir, tapi banjirnya bebas. Hampir 20 tahun atau berapa tahun ini tidak ada pengerukan kali dan penguatan tanggul,” kata salah seorang warga saat Reses di RW 024 Pengasinan, Kamis (08/10/2026).
Menurut penuturan warga setempat, pengerukan kali semestinya dijalankan secara berkala oleh Pemkot Bekasi agar laju sedimentasi tidak semakin tinggi setiap musim penghujan.
Kapasitas daya tampung kali saat ini dinilai sudah sangat memprihatinkan dan kontras jika dibandingkan dengan era terdahulu.
”Saya tinggal di sini sudah lama, dari tahun 80-an, dari tahun 90-an. Kali yang aslinya hampir dua meter, sekarang sedimentasinya sudah lebih dari dua meter,” ungkapnya.
Warga pun sangat berharap persoalan musibah rutin ini segera mendapat perhatian serius. Kebijakan tata ruang dan anggaran yang dikelola Pemkot Bekasi maupun Wali Kota Bekasi dituntut agar benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara langsung, khususnya untuk pembebasan wilayah dari jerat banjir.
Bagaimana Langkah Mubakhi Atasi Pendangkalan Kali Bersama DBMSDA Kota Bekasi?
Anggota legislatif asal partai berlogo Ka’bah tersebut merespon dengan cepat dan berjanji akan menggunakan fungsi pengawasannya untuk mendorong dinas teknis segera turun tangan membenahi tata air di wilayah Rawalumbu.
”Untuk pengerukan nanti kita dorong untuk wilayah RW 024. Saya akan koordinasi dengan Kepala Dinas DBMSDA untuk segera dilakukan pengecekan,” kata Mubakhi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com usai menyerap aspirasi warga, Kamis (08/10/2026).
Politisi PPP ini menyadari dan mengakui bahwa peta wilayah Kota Bekasi cukup luas, sehingga pemeliharaan dan penanganan infrastruktur membutuhkan alur koordinasi serta proses anggaran yang berkesinambungan.
Kendati demikian, Mubakhi memastikan persoalan genangan air di RW 024 Pengasinan akan langsung ditindaklanjuti secara serius.
”Nanti sambil berjalan kita koordinasi dengan DBMSDA melalui UPTD, supaya segera dicek apakah memang perlu dikeruk atau bagaimana. Harapannya bisa meminimalisir banjir di wilayah sini,” tandasnya.
Cuaca ekstrem yang kerap membayangi Kota Patriot menuntut pemerintah daerah untuk lebih responsif dan sigap terhadap pemeliharaan infrastruktur penangkal banjir.
Peran proaktif dari instansi berwenang kini sangat dinantikan warga demi mewujudkan pemukiman yang aman, nyaman, dan bebas dari genangan air kotor.
Bagikan informasi ini dan mari bersama-sama kita kawal kinerja wakil rakyat dan Pemkot Bekasi! Ikuti terus perkembangan berita terbaru, tajam, dan terpercaya hanya dengan bergabung di Saluran WhatsApp RakyatBekasi agar Anda selalu update.
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















