- Angka Pengangguran 2026: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Bekasi pada tahun 2026 tercatat sebesar 7,33 persen atau sekitar 98.963 jiwa, turun dari posisi tahun 2025 yang berada di angka 7,89 persen.
- Pertumbuhan Ekonomi: Pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi mencapai 5,39 persen, ditopang oleh pergeseran struktur ekonomi dari kota industri menuju kota jasa, perdagangan, manufaktur, dan pusat mobilitas.
- Proyek Strategis & Kolaborasi: Pemkot Bekasi menggelar Job Fair Career Expo 2026 di Kampus Universitas Muhammadiyah Indonesia (UMI) Kota Bekasi, Sabtu (31/10/2026), serta mengandalkan penyerapan SDM teknik (S1) pada proyek PSEL PT Wangneng di Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang.
- Intervensi Anggaran: Pemkot Bekasi mengalokasikan anggaran Rp 9 miliar guna memfasilitasi warga ber-KTP Kota Bekasi mengikuti program pemagangan kerja di luar negeri.
TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA (TPT) di Kota Bekasi pada tahun 2026 tercatat masih menyentuh angka 7,33 persen atau setara dengan 98.963 jiwa.
Merespons tantangan penyediaan lapangan kerja tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengakselerasi kepastian perizinan investasi serta kolaborasi perguruan tinggi guna memperluas daya serap tenaga kerja lokal.
Langkah strategis ini ditegaskan Tri saat menghadiri Job Fair Career Expo 2026 di Kampus Universitas Muhammadiyah Indonesia (UMI) Kota Bekasi, Sabtu (31/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Strategi Wali Kota Bekasi Menekan Angka Pengangguran Terbuka Tahun 2026
Persoalan ketenagakerjaan di wilayah penyangga ibu kota masih menjadi pekerjaan rumah yang menuntut terobosan konkret dari Pemkot Bekasi.
Meski secara persentase menunjukkan tren penurunan, jumlah absolut pencari kerja yang hampir menyentuh angka 99 ribu jiwa mengharuskan sinergi lintas perangkat daerah, mulai dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi hingga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi.
Mengapa Wali Kota Bekasi Mengandalkan Sektor Investasi dan Job Fair Kampus untuk Menekan Pengangguran?
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengandalkan kemudahan perizinan investasi dan kolaborasi bersama perguruan tinggi serta vendor perusahaan agar pembukaan lapangan kerja baru dapat langsung menjangkau lulusan muda maupun masyarakat pencari kerja di Kota Bekasi.
Selain menggandeng kalangan akademisi dalam penyelenggaraan bursa kerja (job fair), Pemkot Bekasi memfokuskan reformasi birokrasi perizinan untuk memberikan jaminan kepastian hukum bagi para penanam modal.
”Ya jadi tentu di samping kita mengajak kampus, kita juga mengajak para vendor yang kemudian hari ini terus membuka lapangan pekerjaan. Strategi berikutnya adalah kita mempermudah proses perizinan. Memberikan kepastian kepada para investor untuk membuka lapangan pekerjaan di Kota Bekasi,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui di Universitas Muhammadiyah Indonesia (UMI) Kota Bekasi, melalui pelaksanaan Job Fair Career Expo 2026, Sabtu (31/10/2026).
Bagaimana Dampak Investasi Proyek PSEL Sumurbatu Bantargebang terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Lokal?
Dampak masuknya investasi berskala besar seperti proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, secara langsung menciptakan peluang serapan tenaga kerja berjenjang, mulai dari pekerja operasional hingga lulusan sarjana (S1) bidang teknik.
Tri menilai bahwa tingginya minat investor menanamkan modal di Kota Bekasi berbanding lurus dengan kewajiban industri dalam menyerap sumber daya manusia (SDM) lokal begitu operasional perusahaan berjalan.
”Jadi mereka berkegiatan, pada saat itu juga tentu ada lapangan pekerjaan yang bisa diserap. Ya contoh misalnya seperti PT Wangneng (perusahaan pengelola PSEL Sumurbatu) kan itu cukup banyak juga yang akan kemudian nanti terserap secara industri lowongan pekerjaan disana,” jelasnya.
Kebutuhan SDM pada proyek strategis tersebut juga menuntut kualifikasi keilmuan spesifik dari lulusan perguruan tinggi maupun masyarakat yang menguasai keahlian teknikal.
”Karena memang ada stratanya. Bukan saja sebagai pekerja kasar saja yang dibutuhkan. Tetapi juga yang memiliki basic kemampuan keilmuan. Karena dari bidang yang diperlukan seperti tenaga S1 yang latar belakangnya teknik. Nanti untuk mengoperasionalkan PSEL,” katanya.
Bagaimana Tren Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Bekasi pada Tahun 2026?
Tren perekonomian Kota Bekasi pada tahun 2026 tumbuh positif di angka 5,39 persen yang beriringan dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 0,56 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Berikut rincian indikator makro ekonomi dan ketenagakerjaan Pemkot Bekasi:
- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2025: 7,89 persen.
- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2026: 7,33 persen (setara 98.963 jiwa).
- Target Awal Penurunan TPT: 7,03 persen hingga 6,9 persen.
- Pertumbuhan Ekonomi Kota Bekasi 2026: 5,39 persen.
- Anggaran Program Magang Luar Negeri: Rp 9 miliar (khusus warga ber-KTP Kota Bekasi).
Tri optimistis iklim investasi yang kondusif akan terus menopang ketahanan ekonomi sekaligus mempercepat pemerataan kesejahteraan warga.
”Tingkat pertumbuhan ekonomi kita saat ini mencapai 5,39 persen. Hal ini menjadi sesuatu yang menarik karena didukung oleh sektor manufaktur, mobilitas, dan pusat kegiatan, yang tidak hanya menumbuhkan ekonomi, tetapi juga mendorong pemerataan di masyarakat,” sambungnya.
Kendati realisasi penurunan TPT ke angka 7,33 persen belum menyentuh target ambisius di bawah 7 persen, capaian tersebut dinilai menjadi modal penting berkat sinergi lima unsur pembangunan.
”Meskipun target awal kita adalah menurunkan hingga 7,03 atau 6,9 persen pencapaian ini tetap patut diperhitungkan. Kolaborasi Pentahelix dan Program Anggaran Pemerintah mendorong kolaborasi dimana seluruh pihak turut bekerja sama,” tuturnya.
Apa Program Pemkot Bekasi untuk Pencari Kerja di Tengah Pergeseran Menuju Kota Jasa dan Perdagangan?
Pemkot Bekasi mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp 9 miliar guna memfasilitasi warga ber-KTP Kota Bekasi mengikuti program pemagangan di luar negeri sekaligus merespons transformasi struktur ekonomi daerah dari kota industri menjadi kota jasa dan perdagangan.
Pergeseran lanskap ekonomi ini menuntut pencari kerja di Kota Bekasi memiliki daya saing global dan sertifikasi keahlian yang relevan dengan industri modern.
”Sejak tahun lalu, Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 9 Miliar khusus untuk memfasilitasi dan memberikan kesempatan bagi para pencari kerja ber-KTP Kota Bekasi agar dapat berkiprah melalui program pemagangan diluar negeri,” katanya.
Keberhasilan menekan angka pengangguran di bawah 7 persen kini bergantung pada konsistensi Pemkot Bekasi dalam mengawal realisasi komitmen investor di lapangan, sehingga kemudahan perizinan benar-benar berdampak nyata pada berkurangnya 98.963 warga yang masih mencari pekerjaan.
Bagaimana pandangan Anda terkait langkah Pemkot Bekasi mengatasi pengangguran melalui proyek investasi dan magang luar negeri?
Bagikan artikel ini, tuliskan pendapat Anda di kolom komentar, serta baca berita terkait lainnya di RakyatBekasi.Com. Jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini agar selalu mendapatkan pembaruan informasi terkini seputar Kota dan Kabupaten Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















