Aktivis Tuding Proses Rekrutmen SPI RSUD CAM Kota Bekasi Tidak Transparan

- Jurnalis

Senin, 21 April 2025 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Daftar Calon SPI dijadwalkan akan melalui tes psikologis.

Daftar Calon SPI dijadwalkan akan melalui tes psikologis.

Proses rekrutmen Satuan Pengawas Internal (SPI) di RSUD Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, aktivis, hingga pemerhati kebijakan publik.

Mekanisme rekrutmen yang dinilai tertutup dan membingungkan memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk dari Frits Saikat, seorang aktivis kemanusiaan yang kerap terlibat dalam advokasi pasien di RSUD CAM.

Saat ditemui awak media, Frits mengungkapkan kebingungannya terkait informasi yang tidak sinkron antara pihak RSUD CAM dan Pemerintah Kota Bekasi mengenai mekanisme rekrutmen SPI.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut bahwa pernyataan dari Direktur RSUD CAM, Dr. Kusnanto, dan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, justru saling bertentangan.

“Saya sempat konfirmasi ke Direktur RSUD Dr. Kusnanto soal mekanisme rekrutmen SPI. Beliau bilang pendaftaran bisa berkoordinasi dengan Pak Wali Kota. Tapi lucunya, setelah saya tanya ke Wali Kota Bekasi, beliau malah bilang prosesnya ada di website RSUD CAM. Nah, ini kan lucu, kok informasinya beda. Tapi ya sudahlah, itu urusan mereka. Saya cuma heran, Direktur sama Wali Kota bohongnya nggak kompak,” ujar Frits sambil tertawa ringan.

Frits juga menyoroti kurangnya sosialisasi kepada masyarakat terkait proses rekrutmen SPI.

Ia menilai bahwa pengumuman yang hanya dilakukan melalui website RSUD CAM tanpa publikasi di media massa atau kanal informasi publik lainnya memperkuat kesan ketertutupan.

“Saya saja yang sering berhubungan dengan pihak RSUD CAM untuk advokasi pasien tidak tahu alamat website-nya, apalagi masyarakat umum. Tapi mungkin saya yang gaptek?” ujarnya dengan nada bercanda.

Minimnya akses informasi ini, kata dia, dianggap sebagai bentuk pembatasan yang tidak perlu, mengingat posisi SPI merupakan jabatan strategis yang seharusnya diisi melalui proses yang transparan dan akuntabel.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya kepentingan politik dalam pembentukan SPI, Frits membantah adanya skenario politik sempit.

Namun, ia tidak menampik bahwa beberapa nama yang muncul dalam daftar kandidat memiliki latar belakang partai politik.

“Nggak lah, saya rasa nggak seperti itu. Tapi memang ada beberapa nama yang saya lihat tadi, ada juga kok yang kutu loncat dari partai satu ke partai lain. Jadi, saya rasa ini lebih ke persoalan teknis saja,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD CAM dan Pemerintah Kota Bekasi belum memberikan penjelasan resmi terkait mekanisme rekrutmen SPI maupun alasan minimnya publikasi kepada masyarakat.

Sebagai informasi, berdasarkan penelusuran tim redaksi, Ketua SPI diperkirakan bakal menerima gaji serta uang transportasi sebesar Rp20 Jutaan tiap bulannya. Sedangkan bagi anggota SPI jumlahnya lebih sedikit, yakni sekira Rp13 Jutaan tiap bulan, pantas saja jadi rebutan.

Masyarakat kini menanti kejelasan dari pihak terkait agar proses pengisian posisi strategis seperti SPI dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Proses rekrutmen SPI di RSUD CAM menjadi perhatian publik karena posisi ini memiliki peran penting dalam memastikan tata kelola rumah sakit berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip good governance.

Dengan adanya kritik dari berbagai pihak, diharapkan Pemerintah Kota Bekasi dan RSUD CAM dapat segera memberikan klarifikasi dan memperbaiki mekanisme rekrutmen agar lebih terbuka dan inklusif.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya
Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat
Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir
Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini
Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026
Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja
Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga
Perbaikan Jalan Ir H Juanda Capai 60%, Kapan Rampung Total?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:16 WIB

APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:08 WIB

Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:50 WIB

Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:41 WIB

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:09 WIB

Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja

Berita Terbaru

SANG GUBERNUR PERTAMA: Suasana lalu lintas dan rindangnya pepohonan di sepanjang Jalan Sam Ratulangi, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/07/2026). Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi, doktor matematika lulusan Swiss sekaligus Gubernur Sulawesi pertama yang merumuskan UUD 1945 dan mewariskan falsafah luhur

Ekstra

Sejarah Jalan Sam Ratulangi: Sang Doktor Jenius dari Timur

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:45 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x