Poin Utama:
- Pipa gas bumi PGN bocor akibat tersenggol alat berat proyek penataan pedestrian Pemkot Bekasi.
- Lokasi insiden berada persis di pertigaan Grand Mall Bekasi, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kayuringin Jaya.
- Insiden memicu semburan air bercampur lumpur setinggi 10 meter pada Jumat (29/05/2026) pukul 13.00 WIB.
- Tim teknis PGN langsung menutup katup darurat, sementara proyek pedestrian dilanjutkan dengan target penyelesaian 4 bulan.
Proyek penataan pedestrian oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berujung insiden kebocoran pipa gas bawah tanah milik Perusahaan Gas Negara (PGN) pada Jumat (29/05/2026) siang.
Alat berat ekskavator milik Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) secara tidak sengaja menyenggol jaringan pipa di pertigaan Grand Mall Bekasi, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Benturan tersebut memicu tekanan yang menghasilkan semburan air setinggi 10 meter dan sempat mengejutkan pengguna jalan.
Bagaimana kronologi pipa gas PGN di Grand Mall Bekasi bisa tersenggol alat berat?
Insiden ini bermula saat ekskavator milik DBMSDA Pemkot Bekasi sedang melakukan pengerukan untuk proyek revitalisasi pedestrian di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.
Tanpa diduga, mata keruk alat berat tersebut mengenai instalasi pipa gas bumi bawah tanah PGN yang terpendam di lokasi, sehingga memicu semburan air yang cukup tinggi ke udara. Pihak dinas terkait segera merespons laporan warga dan mengamankan lokasi kejadian.
”Informasi di lapangan, kejadian itu terjadi pada pukul 13.00 WIB siang tadi. Bermula ketika alat berat milik DBMSDA tengah melakukan proses penataan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman,” kata Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Jumat (29/05/2026).
Apa langkah penanganan dari PGN dan Pemkot Bekasi pasca kebocoran?
Tim teknis dari PGN langsung diterjunkan ke lokasi kejadian di wilayah Kecamatan Bekasi Selatan untuk mengisolasi area kebocoran agar tidak membahayakan warga.
Langkah cepat dan terukur diambil dengan melakukan prosedur pemeliharaan darurat, yakni menutup katup aliran utama (valve) pada jaringan pipa gas bawah tanah tersebut.

Pemblokiran aliran gas ini sangat penting agar proses perbaikan teknis bisa segera dieksekusi tanpa risiko ledakan.
”Namun saat ini Tim Teknis dari PGN sudah di lokasi untuk segera melakukan proses penanganan,” tutur Idi seraya menjelaskan progres evakuasi di lapangan.
Apakah proyek pedestrian Jalan Jenderal Sudirman akan dilanjutkan?
Pekerjaan penataan jalur pejalan kaki di pusat kota ini dipastikan tetap berlanjut setelah tahapan maintenance dan perbaikan jaringan pipa gas PGN rampung seutuhnya.
Pemkot Bekasi memang sedang menggenjot perbaikan infrastruktur di area komersial demi menciptakan tata kota yang lebih rapi, terintegrasi, dan ramah pejalan kaki.
Berikut adalah rincian pelaksanaan proyek pedestrian di lokasi tersebut:
- Durasi Proyek: Penataan ditargetkan akan memakan waktu hingga 4 bulan ke depan.
- Fokus Pengerjaan: Perbaikan jalur pedestrian, perapian utilitas, dan perbaikan estetika kawasan Jalan Jenderal Sudirman.
- Pengamanan Lokasi: Area kebocoran saat ini telah dipasangi garis pembatas (safety line) dengan pengawasan ketat dari aparat keamanan dan tim pemadam kebakaran.
Insiden ini menjadi evaluasi penting bagi Pemkot Bekasi, khususnya bagi kontraktor di lapangan, dalam memetakan utilitas bawah tanah sebelum mengerahkan alat berat berat.
Koordinasi lintas instansi yang lebih ketat mutlak diperlukan demi menjamin keselamatan publik di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai insiden ini dan proyek pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan baca terus update informasi pembangunan serta layanan publik di Kota Bekasi lainnya hanya di RakyatBekasi.Com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















