- Ketum Golkar Bahlil Lahadalia membantah memberikan dukungan khusus kepada Ranny Fadh Arafiq dalam kontestasi Musda Golkar Kota Bekasi.
- Penegasan ini muncul usai KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap suami Ranny, Fahd Arafiq (FA), di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
- Bahlil mempersilakan seluruh kader terbaik Beringin untuk maju tanpa pandang bulu.
- Sekjen Golkar Sarmuji menyatakan partai masih menunggu kejelasan duduk perkara sebelum mengambil langkah strategis.
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara tegas membantah spekulasi mengenai dukungan eksklusif partainya kepada Ranny Fadh Arafiq untuk bertarung dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kota Bekasi mendatang.
Bantahan ini mengemuka menyusul penangkapan suami Ranny, Fahd Arafiq, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dinamika politik di tubuh beringin Kota Bekasi kini kian memanas seiring absennya sang penyokong utama Ranny tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sikap Netral DPP Jelang Musda Golkar Kota Bekasi
Bahlil memastikan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar bersikap netral dan memberikan ruang terbuka bagi seluruh kader potensial.
Ia menepis isu yang menyebutkan bahwa Ranny telah mengamankan tiket dukungan dari pusat.
”Saya tidak dukung mendukung satu calon tertentu. saya dukung semua kader terbaik Golkar yang ingin ikut dalam kontestasi Musda. cocok?,” kata Bahlil Lahadalia di Gedung DPR RI, Senayan, Rabu (16/09/2026).
Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini membebaskan persaingan secara sehat bagi para kandidat yang ingin memperebutkan kursi ketua DPD.
”Siapapun kadernya,” jawabnya membenarkan bahwa kontestasi terbuka untuk semua.
Apa Dampak OTT KPK Fahd Arafiq Terhadap Pencalonan Ranny?
Penangkapan Ketua DPP Partai Golkar Fahd Arafiq (FA) oleh lembaga antirasuah disinyalir kuat akan mengubah konstelasi politik lokal.
Fahd yang diamankan dalam OTT di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), selama ini dikenal sebagai motor penggerak sekaligus penyokong utama kepentingan istrinya, Ranny, di pentas politik Kota Bekasi.
Ketika disinggung mengenai posisi Ranny Fadh Arafiq imbas dari pusaran kasus hukum yang menjerat sang suami, Bahlil enggan memberikan keputusan sepihak.
”Nanti ada pembahasan diinternal partai,” jawabnya singkat.
Bagaimana Langkah Elite Golkar Menyikapi Kasus Hukum Ini?
Di tempat terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Sarmuji, menegaskan bahwa partai berlambang pohon beringin tersebut akan memantau perkembangan proses hukum secara menyeluruh sebelum menentukan sikap definitif terhadap kadernya.
Menurutnya, Golkar menghormati proses penegakan hukum yang sedang berjalan di KPK dan tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan organisatoris.
”Partai pasti akan mengambil langkah terhadap kadernya. Kami menunggu sampai jelas duduk persoalannya,” pungkasnya.
Dinamika menuju suksesi kepemimpinan Golkar di Kota Patriot ini diprediksi akan terus berkembang seiring berjalannya proses penyidikan di komisi antirasuah.
Simak terus update terbaru seputar peta politik dan pemerintahan daerah hanya di RakyatBekasi.Com. Jangan lupa bagikan artikel ini dan sampaikan pendapat Anda di kolom komentar. Agar tidak tertinggal informasi terhangat, segera ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan berikut: [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini].
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















