OTT KPK Jerat Politikus Golkar Fahd A. Rafiq dan Istri, Konstelasi Musda Berubah?

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat memberikan keterangan pers kepada awak media terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 17 orang dalam dugaan kasus korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB), di Kantor KPK, Jakarta, Senin (14/09/2026).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat memberikan keterangan pers kepada awak media terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 17 orang dalam dugaan kasus korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB), di Kantor KPK, Jakarta, Senin (14/09/2026).

  • ​KPK mengamankan 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengurusan HGB PT S di BPN Kabupaten Bogor.
  • ​Politikus Golkar Fahd A. Rafiq dan istrinya, RA (Anggota DPR RI Dapil Jabar VI Kota Bekasi – Kota Depok), turut ditangkap.
  • ​Penyelidik menyita barang bukti uang tunai rupiah dan valuta asing senilai lebih kurang Rp100 miliar di dalam puluhan koper dan boks.
  • ​Penangkapan RA berpotensi mengubah konstelasi politik lokal, mengingat ia adalah calon kuat Ketua DPD Golkar Kota Bekasi.

​KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang mengejutkan publik, kali ini berpusat di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor.

Sedikitnya 17 orang diamankan, termasuk politikus senior Partai Golkar Fahd A. Rafiq beserta istrinya berinisial RA yang merupakan Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar VI meliputi Kota Bekasi dan Kota Depok.

Skandal dugaan rasuah senilai Rp100 miliar ini kini menjadi sorotan tajam, terlebih posisi RA memiliki pengaruh besar dalam peta politik lokal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Imbas OTT KPK: Kaitan RA, Suksesi Golkar, dan Bayang-Bayang Eks Wali Kota Bekasi

​Sosok RA sama sekali bukan nama asing di ranah perpolitikan lokal. RA sebelumnya digadang-gadang sebagai kandidat paling kuat untuk menduduki kursi Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi pada perhelatan Musyawarah Daerah DPD Golkar Kota Bekasi mendatang.

​Legislator Senayan ini diproyeksikan bakal bertarung secara head to head melawan petahana Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ade Puspitasari.

Sebagai catatan, Ade merupakan putri kandung dari eks Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, yang saat ini masih mendekam di Lapas Kelas IIA Cibinong pasca terjaring operasi lembaga antirasuah pada medio 2021 silam.

​Mengapa Anggota DPR RI Dapil Jabar VI Turut Terseret?

​Keterlibatan RA dan suaminya dalam pusaran kasus ini mulai tersingkap setelah lembaga antirasuah membeberkan kronologi awal penangkapan. Keduanya dipastikan tergabung dalam daftar belasan orang yang digiring penyidik.

​“Salah satu pihak yang diamankan,” kata Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Senin (14/09/2026).

​Menurut penuturan Budi, pengurusan HGB yang berujung pada tindak pidana korupsi ini berhubungan langsung dengan megaproyek PT S, sebuah perusahaan properti besar di kawasan Bogor.

​Siapa Saja Pejabat yang Terjaring dalam OTT BPN Kabupaten Bogor?

​Selain melibatkan sosok politisi beringin tersebut, KPK juga menyapu bersih sejumlah pejabat strategis di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Hal ini mengindikasikan adanya dugaan praktik kongkalikong birokrasi dan politisi yang terstruktur.

​Pihak lain yang ikut ditangkap antara lain Kepala Kantor Pertanahan Bogor I Sontang, Kepala Kantor Pertanahan Tangerang Tardi, serta Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Lampri.

Keseluruhan 17 orang tersebut langsung dibawa menuju Gedung Merah Putih KPK untuk diperiksa lebih lanjut.

​”Pihak-pihak yang diamankan tersebut keterangannya dibutuhkan untuk memberikan penjelasan awal dalam tahapan kegiatan penyelidikan ini,” jelas Budi.

​Apa Modus Dugaan Korupsi dan Berapa Nilai Uang yang Disita?

​Operasi senyap ini secara spesifik menyasar tindak pidana korupsi dalam proses penerbitan dan pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB).

Praktik lancung tersebut dilakukan untuk memuluskan kepentingan pengembang properti.

​Dalam aksi penggeledahan, penyidik menemukan tumpukan uang tunai dengan nilai yang sangat fantastis. Barang bukti berupa uang rupiah dan valuta asing (valas) tersebut ditemukan tertata rapi dalam lebih dari 20 kemasan yang terdiri dari boks, kardus, hingga koper, dengan total nilai ditaksir menembus angka Rp100 miliar.

​Peristiwa OTT ini jelas menjadi pukulan telak yang akan merombak dinamika perpolitikan, khususnya pada konstelasi suksesi kepemimpinan Golkar di Kota Bekasi.

Publik kini menanti ketegasan KPK dalam menentukan status hukum ke-17 terperiksa tersebut pasca gelar perkara 1×24 jam.

​Jangan sampai ketinggalan informasi terbaru! Terus ikuti perkembangan kasus hukum dan dinamika perpolitikan Bekasi Raya dengan membagikan artikel ini dan bergabung sekarang juga di Saluran WhatsApp RakyatBekasi agar Anda senantiasa update setiap harinya.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bayang-Bayang “Serigala dan Domba” di Musda Golkar Kota Bekasi: Ranny Fahd Disarankan Mundur Demi Marwah
Kantongi Restu DPP dan 13 Suara Kunci, Ranny Fahd A Rafiq Mantap Menangkan Musda Golkar Kota Bekasi
Sah! Nawal Husni Pimpin PPP Kota Bekasi, Bidik 5 Kursi DPRD Lewat Kekuatan Akar Rumput
Efek Kasus KPK Sang Suami, Kans Ranny Fahd Arafiq di Musda Golkar Kota Bekasi Kian Meredup
Tanda Tangan Dicatut Oknum! Senior Golkar Medansatria Bantah Keras Isu Penolakan Plt Ketua PK
Lepas dari PPP, Gus Shol Dapat ‘Karpet Merah’ Pimpin Golkar Kota Bekasi?
Jokowi Safari Politik ke Bekasi, Hasto Lontarkan Sindiran Keras: PDIP Pilih Politik Kemanusiaan!
Prabowo Tunjuk Komjen Suyudi Jadi Calon Kapolri Baru, PDIP Tuntut Reformasi Total Bukan Wacana
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Bayang-Bayang “Serigala dan Domba” di Musda Golkar Kota Bekasi: Ranny Fahd Disarankan Mundur Demi Marwah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Kantongi Restu DPP dan 13 Suara Kunci, Ranny Fahd A Rafiq Mantap Menangkan Musda Golkar Kota Bekasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:33 WIB

Sah! Nawal Husni Pimpin PPP Kota Bekasi, Bidik 5 Kursi DPRD Lewat Kekuatan Akar Rumput

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Efek Kasus KPK Sang Suami, Kans Ranny Fahd Arafiq di Musda Golkar Kota Bekasi Kian Meredup

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Tanda Tangan Dicatut Oknum! Senior Golkar Medansatria Bantah Keras Isu Penolakan Plt Ketua PK

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x