- Kader muda Partai Golkar, Citra Lifia, secara terbuka menolak pencalonan Ranny Fadh.
- Penolakan ini didasari keinginan menjaga marwah dan mengembalikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Partai Golkar Kota Bekasi.
- Citra mengklarifikasi status legalitas Gema Kosgoro yang sah bernaung di bawah payung KOSGORO sejak tahun 1966.
DINAMIKA POLITIK INTERNAL PARTAI GOLKAR di Kota Bekasi kembali memanas dan memantik reaksi dari akar rumput.
Kader muda sekaligus mantan Sekretaris Gerakan Mahasiswa KOSGORO (GEMA KOSGORO) Kota Bekasi, Citra Lifia, secara tegas menyatakan penolakannya terhadap pencalonan Ranny Fadh.
Penolakan tersebut disuarakan murni demi menjaga marwah partai sekaligus mengklarifikasi eksistensi Gema Kosgoro yang legalitasnya sempat disudutkan oleh pihak luar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gejolak Internal Partai Golkar Kota Bekasi dan Sejarah Gema Kosgoro
Di tengah suhu perpolitikan lokal yang kian dinamis, Citra Lifia meluruskan pandangan keliru terkait posisi GEMA KOSGORO di tubuh Partai Golkar.
Organisasi mahasiswa ekstra universiter ini ditegaskannya sebagai entitas resmi yang memiliki akar sejarah pergerakan kuat, baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional.
”GEMA KOSGORO dibentuk pada tanggal 17 Agustus 1966 di bawah naungan Organisasi KOSGORO. Langkah pergerakan GEMA KOSGORO tidak terlepas dari sejarah KOSGORO,” kata Citra Lifia kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (16/09/2026).
Mengapa Status Gema Kosgoro Sempat Dipertanyakan?
Adanya pihak yang menuding dan menyebarkan narasi bahwa Gema Kosgoro bukan bagian dari Kosgoro langsung dibantah keras oleh Citra.
Menurutnya, pemahaman historis keorganisasian sangat krusial bagi setiap kader Partai Golkar agar tidak terjadi misinformasi yang menyesatkan di ranah publik.
”KOSGORO mewadahi 10 Gerakan dan 7 Lembaga, salah satunya adalah GEMA KOSGORO (Gerakan Mahasiswa KOSGORO). Coba suruh belajar lagi dia,” tuturnya.
Apa Dampak Pencalonan Ranny Fadh bagi Partai Golkar?
Lebih lanjut, kritik tajam yang dilontarkan Citra tidak lepas dari pencalonan Ranny Fadh yang dinilai membawa dampak kurang baik.
Meski bersuara lantang menolak, ia memastikan bahwa pernyataannya adalah wujud kepedulian kader independen demi memajukan partai, tanpa tendensi faksi mana pun.
”Saya tidak membawa keputusan organisasi. Tapi memang kan benar saya mantan sekretaris Gema Kosgoro Kota Bekasi. Saya mengungkapkan sesuatu yang menurut saya jalan terbaik untuk partai golkar. Ini bukan bicara kepentingan golongan atau faksi. Tapi bicara tujuan partai golkar kedepan,” ujarnya.
Bagi barisan kader muda, sosok pemimpin masa depan harus terbebas dari rekam jejak yang berpotensi membebani langkah politik partai.
Langkah strategis penolakan ini dinilai sangat penting untuk merawat reputasi dan merebut kembali kepercayaan konstituen di Kota Bekasi.
”Kita harus menjaga marwah partai agar tidak tercoreng. Kita inginkan Golkar yang bersih agar kembali menjadi partai pemenang. Kepercayaan masyarakat terhadap partai golkar harus tetap dijaga,” tegasnya.
Kritik tajam dari kader akar rumput ini diharapkan menjadi bahan evaluasi strategis bagi para petinggi partai berlambang pohon beringin tersebut. Keputusan ke depan dinilai akan sangat menentukan konstelasi politik lokal.
Pastikan Anda tidak ketinggalan berita politik, opini kritis, dan informasi layanan publik terhangat seputar Pemkot Bekasi maupun Pemkab Bekasi. Ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update!
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















