- Majelis Gerakan Anak Punk (MAGANK) Kota Bekasi menyelenggarakan kajian bertema “Selamatkan Generasi Muda Kita dari Perilaku Menyimpang Kaum LGBTQ”.
- Acara berlangsung di ZKR Autogarage, Padurenan, Kec. Mustika Jaya, Kota Bekasi, menghadirkan pembicara utama dari Komisi Penelitian, Pengkajian & Pengembangan MUI Pusat.
- Kajian berfokus pada upaya menjaga fitrah manusia berdasarkan prinsip Al-Qur’an dan Sunnah di tengah maraknya fenomena penyimpangan seksual.
Majelis Gerakan Anak Punk (MAGANK) Kota Bekasi mengambil langkah konkret dalam membentengi generasi muda dari pengaruh perilaku menyimpang.
Melalui sebuah kajian yang digelar di ZKR Autogarage, Padurenan, Kec. Mustika Jaya, mereka membahas tuntas bahaya propaganda LGBTQ.
Kegiatan ini menghadirkan tokoh penting dari MUI Pusat, Dr. Wildan Hasan, untuk memberikan pandangan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
””Menjaga fitrah di tengah zaman, fenomena LGBTQ atau saat ini diganti dengan LGSP/Lesbian, Gay, Sodomi dan Pencabulan harus diwaspadai dan ingatlah fitrah manusia itu berpasangan seperti Adam dan Hawa bukannya Toto dan Tono ataupun Tini dan Teti, Astaghfirulloh Naudzbillah min dzalik wa’Iyadzubillah itu musibah,” kata Babeh Fayadh kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com usai kajian, Selasa (18/08/2026).
Mengapa Kita Harus Mewaspadai Fenomena LGBTQ/LGSP?
Kewaspadaan ini penting, kata dia, karena fenomena LGBTQ, yang juga disebut LGSP, merupakan penyimpangan terhadap fitrah manusia yang telah ditetapkan Sang Pencipta.
Islam mengajarkan bahwa manusia diciptakan berpasangan dalam koridor fitrah dan aturan yang wajib dijaga.
Babeh Fayadh yang karib disapa Kang Faisal ini juga menekankan pentingnya bagi umat Islam untuk mengenali dan memahami LGBTQ/LGSP secara kritis berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, agar tidak sekadar mengikuti arus zaman yang menyesatkan.
Bagaimana LGBTQ Bisa Masuk ke Tengah Masyarakat?
Infiltrasi paham LGBTQ berlangsung sangat halus melalui berbagai lini kehidupan. Babeh Fayadh menjelaskan tiga pola utama penyusupan: pertama, dibungkus dengan narasi “kebebasan dan cinta”; kedua, melalui media massa seperti film, lagu, dan konten hiburan untuk memicu normalisasi; dan ketiga, secara spesifik menargetkan anak-anak dan remaja sebagai sasaran propaganda.
Metode ini membuat masyarakat perlahan menganggap penyimpangan tersebut sebagai hal biasa.
Apa Saja Bahaya LGBTQ Bagi Generasi Muda?
Dampak yang ditimbulkan oleh fenomena ini nyata dan merugikan dalam jangka panjang. Babeh Fayadh menuturkan bahwa penyimpangan seksual ini berdampak buruk pada kesehatan, stabilitas keluarga, dan merusak fitrah manusia secara mendasar.
Lebih jauh, ketika fitrah bertukar, konsekuensi negatifnya tidak hanya dirasakan oleh individu, melainkan juga keluarga, lingkungan sekitar, bahkan hingga ke tataran negara. Oleh karena itu, kewaspadaan tinggi mutlak diperlukan.
Langkah Apa yang Harus Diambil untuk Mengantisipasi LGBTQ?
Solusi utama dalam menghadapi tantangan ini adalah dengan membentengi diri dan keluarga melalui penguatan iman dan ketaqwaan.
Babeh Fayadh menyerukan agar masyarakat berani berkata “tidak” terhadap hal-hal yang salah.
Langkah konkret yang harus diambil meliputi: penguatan ketahanan keluarga, memperbanyak kajian ilmu (ngaji), dan melakukan filterisasi terhadap pergaulan.
Hal ini bukan tentang menghujat, melainkan merapatkan barisan internal untuk menolak pengaruh buruk.
MAGANK Kota Bekasi Bentengi Generasi dari Propaganda LGBTQ di Bekasi
Langkah proaktif yang diambil oleh MAGANK Kota Bekasi melalui kajian keagamaan ini menunjukkan komitmen komunitas lokal dalam melindungi nilai-nilai moral.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Umum KATRO (Kajian Trotoar Chapter Nasional) Bang Ben, serta tim dari Majelis Ilmu SEPAGETI BEKASI, menunjukkan solidaritas antar kelompok masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa oleh Ustadz Eko Abu Dzafiroh, ramah tamah, dan sesi foto bersama sebagai simbol persatuan dalam menjaga fitrah generasi muda.
Upaya preventif berbasis komunitas seperti yang dilakukan MAGANK ini sangat krusial dalam menghadapi tantangan zaman. Kehadiran tokoh-tokoh berkompeten memperkuat edukasi dan pemahaman masyarakat.
Jangan lupa bagikan berita ini kepada orang terdekat. Ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [di sini] agar selalu update berita Bekasi terbaru.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















