- Hasil uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengonfirmasi aliran air di Kali Bekasi mengalami pencemaran tingkat berat.
- Air sungai terbukti mengandung senyawa organik, bahan kimia, serta cemaran logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
- Pemkot Bekasi telah mengirimkan surat resmi kepada DLH Provinsi Jawa Barat dan Kementerian LHK untuk mencegah insiden ini terulang.
- Investigasi awal bermula dari temuan air hitam pekat di titik pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas pekan lalu.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi secara resmi menyatakan bahwa aliran Kali Bekasi terbukti mengalami pencemaran tingkat berat, Rabu (29/07/2026).
Kepastian tersebut didapat dari hasil pengujian laboratorium terhadap sampel air yang sebelumnya diambil dari wilayah hulu di Kabupaten Bogor.
Temuan saintifik ini menegaskan bahwa air sungai telah berisiko tinggi terhadap kesehatan warga dan ekosistem di sekitar bantaran sungai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fakta Pencemaran Kali Bekasi dari Hulu Bogor
Kepastian mengenai asal muasal limbah akhirnya terungkap setelah pihak DLH Kota Bekasi memproses sampel air hitam pekat yang sempat meresahkan warga pekan lalu.

Temuan ini menjadi landasan hukum yang kuat bagi Pemkot Bekasi untuk menuntut penyelesaian lintas wilayah.
Apa Saja Kandungan Berbahaya Berdasarkan Hasil Uji Lab Air Kali Bekasi?
Kualitas air sungai dipastikan telah tercemar oleh berbagai senyawa berbahaya yang meliputi unsur organik, bahan kimia, hingga logam berat.
”Berdasarkan hasil pengujian lab sampel air, kualitas air menunjukkan pencemaran berat,” kata Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Penegakan Hukum pada DLH Kota Bekasi, Wulan Agustina Triwardani kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (29/07/2026).
Keberadaan zat-zat beracun ini sangat mengancam keberlangsungan lingkungan, terutama bagi satwa air dan warga yang masih beraktivitas di sekitar sungai.
”Berdasarkan parameter yang diuji, sampel air tidak memenuhi standar Baku Mutu dan berisiko tinggi bagi kesehatan manusia maupun ekosistem lingkungan,” jelasnya.
Bagaimana Langkah Konkret Pemkot Bekasi Merespons Limbah Ini?
Pasca-keluarnya hasil pengujian yang mengkhawatirkan tersebut, DLH Kota Bekasi langsung bergerak cepat dalam ranah birokrasi.
Pemkot Bekasi secara resmi telah berkirim surat teguran dan permohonan tindak lanjut kepada DLH Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Langkah administratif ini diambil guna mendesak instansi berwenang melakukan penindakan tegas agar pencemaran limbah industri dari wilayah Kabupaten Bogor tidak terus berulang di kemudian hari.
Mengapa Air di Pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas Menghitam?
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







