Kapan Lebaran 2026? Ini Potensi Beda Jadwal Muhammadiyah dan Pemerintah

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Poin Utama:

  • ​PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 berdasarkan metode hisab global.
  • ​Pemerintah (BRIN & BMKG) memprediksi Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 karena posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS.
  • ​Keputusan resmi nasional akan diumumkan melalui Sidang Isbat Kemenag pada Kamis, 19 Maret 2026.

​Umat Islam di Indonesia, termasuk warga Kota Bekasi, berpotensi merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 pada hari yang berbeda.

Perbedaan ini mencuat usai PP Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal lebih awal, sementara prediksi BRIN dan BMKG menunjukkan tanggal yang berbeda berdasarkan data visibilitas hilal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Ada Potensi Perbedaan Tanggal Lebaran 2026?

​Potensi perbedaan Hari Raya Idulfitri 1447 H bermula dari berbedanya metode penetapan yang digunakan.

PP Muhammadiyah berpedoman pada metode hisab (perhitungan astronomi) dengan dasar Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) untuk menetapkan 1 Syawal pada 20 Maret 2026.

Di sisi lain, Pemerintah memprediksi jatuhnya hari kemenangan pada 21 Maret 2026 berdasarkan pengamatan langsung (rukyat).

​Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, memaparkan bahwa secara astronomi posisi hilal pada waktu Maghrib di Asia Tenggara (Kamis, 19/03/2026) diprediksi belum memenuhi kriteria baru MABIMS.

​”Jika kondisi ini terjadi, maka bulan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari dan Idul Fitri jatuh pada 21 Maret 2026,” kata Thomas Djamaluddin saat dikonfirmasi via telepon di Jakarta, Selasa (17/03/2026).

​Apa Kata BMKG Tentang Posisi Hilal 1 Syawal 1447 H?

​Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa posisi hilal pada 19 Maret 2026 berada di bawah kriteria standar.

Data pemantauan BMKG mencatat ketinggian hilal hanya berkisar antara 0,91 hingga 3,13 derajat, dengan elongasi geosentris 4,54 hingga 6,1 derajat.

​Berikut adalah rincian standar MABIMS yang menjadi acuan:

  • ​Tinggi hilal minimal 3 derajat.
  • ​Sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

​Prediksi yang mengarah pada 21 Maret 2026 ini juga selaras dengan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 terbitan Kemenag.

Selain itu, masyarakat dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) juga merujuk pada Almanak 2026 dari Lembaga Falakiyah PCNU yang memproyeksikan tanggal serupa.

​Kapan Jadwal Sidang Isbat Penentuan Idulfitri 2026?

​Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) baru akan menetapkan keputusan resmi berskala nasional melalui Sidang Isbat pada Kamis, 19 Maret 2026. Sidang yang bertepatan dengan 29 Ramadhan 1447 H tersebut akan digelar secara terbuka di Jakarta mulai pukul 16.00 WIB.

​”Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi,” kata Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad.

​Bagi warga Kota Bekasi, mulai dari ujung Pondokgede hingga kawasan Rawalumbu, Pemkot Bekasi mengimbau agar masyarakat tetap menjaga suasana kondusif.

Sikap saling menghormati harus dikedepankan jika nantinya benar-benar terjadi perbedaan hari raya di tengah lingkungan tempat tinggal.

​Meskipun terdapat potensi perbedaan tanggal, esensi dari perayaan Idulfitri sebagai momen saling memaafkan dan mempererat silaturahmi tidak boleh luntur.

Pemkot Bekasi dipastikan akan memfasilitasi dan menjaga kelancaran ibadah Salat Idulfitri bagi seluruh warganya pada kedua hari tersebut.

​Apakah Anda sudah mempersiapkan diri menyambut datangnya Hari Raya Idulfitri tahun ini? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan jangan lupa bagikan artikel ini kepada kerabat. Baca terus informasi terkini seputar kebijakan pemerintah dan warga Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com!


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Regulasi Wajib Halal 18 Oktober 2026 Ditunda, MUI Desak Evaluasi Total dan Minta Umat Islam Makin Kritis
Ketum DPP GMNI Desak Polisi Usut Tuntas Kekerasan dalam Aksi Damai Cipayung Plus Palembang
Skandal Korupsi PT Migas Kota Bekasi: Kejagung Periksa Dua Sekwan DPRD dan Pejabat Kemendagri
Daftar Lengkap Rotasi Kapolda Terbaru 2026: Kapolri Suyudi Ario Seto Pimpin Sertijab Irwasum di Mabes Polri
Jumat Keramat, Kejagung RI Periksa ASN Pemkot Bekasi ‘ARJ’ Terkait Dugaan Korupsi KSO PT Migas
Badai Skandal Migas Berlanjut, Kejagung Borong Pemeriksaan 4 ASN Pemkot Bekasi Hari Ini
KPK Hanya Berani Tangkap Koruptor Kelas Teri di Kasus BBPJN Sumut? Ini Faktanya!
Dugaan Korupsi KSO PT Migas Menggurita, Kejagung Periksa 3 ASN Pemkot Bekasi dan Petinggi Foster Oil
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Regulasi Wajib Halal 18 Oktober 2026 Ditunda, MUI Desak Evaluasi Total dan Minta Umat Islam Makin Kritis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:18 WIB

Ketum DPP GMNI Desak Polisi Usut Tuntas Kekerasan dalam Aksi Damai Cipayung Plus Palembang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Skandal Korupsi PT Migas Kota Bekasi: Kejagung Periksa Dua Sekwan DPRD dan Pejabat Kemendagri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:15 WIB

Daftar Lengkap Rotasi Kapolda Terbaru 2026: Kapolri Suyudi Ario Seto Pimpin Sertijab Irwasum di Mabes Polri

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Jumat Keramat, Kejagung RI Periksa ASN Pemkot Bekasi ‘ARJ’ Terkait Dugaan Korupsi KSO PT Migas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x