Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Caleg Gerindra Berlanjut, Penyidik ‘BAP’ Korban dengan 20 Pertanyaan

- Jurnalis

Jumat, 14 Juni 2024 - 22:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban dugaan penganiayaan Nur Amalia Nasution (tengah) didampingi tiga kuasa hukumnya, usai memberikan keterangan kepada penyidik di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jumat (14/06/2024).

Korban dugaan penganiayaan Nur Amalia Nasution (tengah) didampingi tiga kuasa hukumnya, usai memberikan keterangan kepada penyidik di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jumat (14/06/2024).

KOTA BEKASI – Kasus dugaan penganiayaan kepada korban seorang perempuan Kader Partai Gerindra atas nama Nur Amalia Nasution berlanjut hari ini, Jumat (14/06/2024). Korban bersama kuasa hukumnya mendatangi Mapolres Metro Bekasi Kota untuk memberikan keterangan atas laporannya. Kuasa hukum korban, Steven Pangaribuan bersama Frangky Tua Silitonga, dan Jerri Silitonga mengatakan bahwa kliennya telah dimintai keterangan oleh penyidik dengan 20 pertanyaan. Pihaknya berharap agar proses hukum segera berjalan hingga menahan atau menangkap oknum anggota dewan terpilih dari Partai Gerindra yang pada saat kejadian adalah seorang calon anggota legislatif (Caleg).
“Saya harap proses penyidikan berjalan dengan transparan dan tegak lurus kepada penegakan hukum. Apalagi klien kami adalah seorang perempuan. Saya minta partai Gerindra menanggapi surat yang telah disampaikan oleh klien kami ini,” kata Steven di Polres Metro Bekasi Kota.
Menurutnya, oknum anggota dewan terpilih yang melakukan penganiayaan bisa menjadi preseden buruk sebagai wakil rakyat. Pasalnya belum menjadi anggota dewan saja sudah melakukan penganiayaan saat terjadi kegaduhan dalam rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Legislatif (Pileg) pada Bulan Februari lalu.
“Ini sangat berbahaya, belum dilantik saja oknum anggota dewan sudah melakukan penganiayaan kepada masyarakat,” ujar Steven.
Di tempat yang sama, korban Nur Amalia mengaku trauma atas kejadian penganiayaan yang dialaminya. Sebagai koordinator yang diberikan mandat oleh DPC Partai Gerindra, Perempuan yang akrab disapa Lia ini mengaku hanya menjalankan tugas yang telah diberikan kepadanya.
“Pak Eko (anggota dewan terpilih) belum ada mandat dan memaksakan saksi dari tim dia. Saya sudah minta agar tolong konfirmasi ke Pak Bambang (Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bekasi) tapi dia nggak terima. Dia jawab kamu siapa, saya dipukul di bagian telinga, dipiting sambil diseret begitu,” akunya.
Sampai saat ini, kata dia, belum ada komunikasi antara pihaknya dengan terlapor, maupun dengan DPC Partai Gerindra Kota Bekasi. Bahkan, surat yang telah dilayangkan ke DPP Partai Gerindra pun tidak mendapatkan jawaban.
“Saya kecewa dua bulan saya mengumpulkan 350 saksi untuk setiap TPS di Rawalumbu. Ketika saya dianiaya oleh Pak Eko yang sama-sama Kader Gerindra, saya kecewa baik dari pimpinan pusat, DPC dan DPP. Harapan saya ada sikap tegas untuk Pak Eko,” kata Lia.
Sebelumnya dugaan penganiayaan terjadi pada Lia pada pada Februari lalu. Ia melaporkan mantan Ketua DPC Gerindra R. Eko kepada pihak berwajib karena merasa dianiaya dan dipukul. Dalam kasus ini, R.Eko selaku pihak terlapor juga membantah telah melakukan penganiayaan pada korban. Dirinya mengklaim banyak saksi yang bisa memperkuat bantahannya tersebut.
“Banyak kok siap bersaksi kalau saya tidak memukul atau memiting seperti yang dituduhkan dalam laporannya (Pelapor). Kalau saya ucapkan ‘kamu siapa, kamu siapa’ itu betul. Tapi kalau menganiaya gak ada itu,” terang Eko, pada Kamis (29/02/2024) silam.
Bahkan, dirinya mengaku siap menggugat pelapor jika tidak apa yang dituduhkan kepadanya tidak terbukti. Ia juga siap mengikuti proses berjalannya hukum atas laporan dirinya sebagai terlapor di kepolisian. “Kalau tidak terbukti tuduhannya itu kan fitnah namanya. Bisa kita gugat balik kan, kita ikuti saja prosesnya,” pungkasnya.

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapenda Siapkan 20 Jurusita untuk Blokir Rekening Pengusaha Penunggak Pajak di Kota Bekasi
Keren! Investasi di Kota Bekasi Tembus Rp9,4 Triliun di Semester I 2026
Wali Kota Bekasi Targetkan Sisa Temuan BPK Sejak 2003 Tuntas dalam 3,5 Tahun
Progres Capai 80 Persen, Wisata Air Kalimalang Rampung Akhir Agustus 2026
Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?
Resmi Diumumkan! Ini Dia Daftar Tiga Besar Open Bidding Pemkot Bekasi
APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya
Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:01 WIB

Bapenda Siapkan 20 Jurusita untuk Blokir Rekening Pengusaha Penunggak Pajak di Kota Bekasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:53 WIB

Keren! Investasi di Kota Bekasi Tembus Rp9,4 Triliun di Semester I 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:39 WIB

Wali Kota Bekasi Targetkan Sisa Temuan BPK Sejak 2003 Tuntas dalam 3,5 Tahun

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:06 WIB

Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:40 WIB

Resmi Diumumkan! Ini Dia Daftar Tiga Besar Open Bidding Pemkot Bekasi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x