Kesepakatan Prabowo-Trump Untungkan Industri TPT Nasional

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump resmi menandatangani tarif perdagangan resiprokal kedua negara. Salah satu isinya ialah mengenakan tarif dagang 0% untuk sejumlah produk, Kamis (19/2/2026). (Dok. Media Sosial Sekretariat Kabinet)

Foto: Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump resmi menandatangani tarif perdagangan resiprokal kedua negara. Salah satu isinya ialah mengenakan tarif dagang 0% untuk sejumlah produk, Kamis (19/2/2026). (Dok. Media Sosial Sekretariat Kabinet)

Poin Utama:

  • ​Tarif ekspor 0% diberikan untuk produk Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) serta garmen Indonesia ke pasar AS melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ).
  • ​Total nilai impor kapas industri tekstil nasional mencapai US$1,5 miliar per tahun.
  • ​Sekitar US$150 juta (10%) dari total pasokan bahan baku kapas industri garmen berasal dari Amerika Serikat.
  • ​Syarat utama fasilitas bebas tarif mewajibkan produsen lokal menggunakan bahan baku kapas asal AS untuk ekspor.

​Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi meneken kesepakatan dagang bersejarah yang membebaskan tarif ekspor 0% bagi produk tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional ke pasar AS, Jumat (20/02/2026).

Kebijakan strategis melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ) ini diyakini mampu memperkuat ketahanan rantai pasok dan membangkitkan kembali gairah industri garmen dalam negeri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Apa Keuntungan Pembebasan Tarif Ekspor TPT ke AS?

​Pembebasan tarif ekspor hingga 0% ini memberikan efisiensi yang signifikan bagi struktur biaya industri garmen nasional. Fasilitas ini menekan biaya produksi domestik yang selama ini cukup terbebani oleh harga fluktuatif bahan baku impor.

​Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sanny Iskandar menjelaskan bahwa skema TRQ berbasis kapas asal AS sangat krusial. Kepastian pasokan bahan baku ini akan menjaga stabilitas produksi pabrik-pabrik tekstil, termasuk yang beroperasi di wilayah kawasan industri terpadu seperti Medansatria dan Bantargebang.

​”Untuk komoditas yang memang belum dapat dipenuhi dari dalam negeri, seperti kapas, kedelai, dan gandum, impor justru berfungsi sebagai input intermediate yang menopang industri nasional. Dalam konteks ini, pembebasan tarif justru dapat meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya produksi domestik,” kata Sanny Iskandar kepada CNBC Indonesia dikutip Jurnalis RakyatBekasi.Com, Jumat (20/02/2026).

​Dengan kepastian bahan baku dan struktur biaya yang lebih ramping, pabrik tekstil memiliki ruang lebih luas untuk menjaga daya saing sekaligus mendongkrak kinerja ekspor.

​Berapa Kebutuhan Impor Kapas Industri Tekstil Indonesia?

​Industri tekstil dan garmen Indonesia hingga saat ini masih harus mengimpor kapas dalam jumlah besar setiap tahunnya untuk memenuhi standar kapasitas produksi. Dari jumlah raksasa tersebut, pasokan dari Amerika Serikat memegang porsi yang cukup penting untuk kualitas produk.

​Berikut adalah rincian data kebutuhan bahan baku impor kapas nasional:

  • ​Total nilai impor kapas tahunan: Lebih dari US$1,5 miliar.
  • ​Nilai pasokan asal Amerika Serikat: Sekitar US$150 juta.
  • ​Persentase pasokan AS: 10% dari total kebutuhan impor nasional.

​Kondisi ini menegaskan bahwa impor bahan baku esensial yang belum tersedia di dalam negeri bukanlah sebuah ancaman. Langkah ini justru menjadi penopang utama aktivitas hilirisasi dan ekspor industri pakaian jadi ke kancah global.

​Bagaimana Syarat Penggunaan Bahan Baku asal AS?

​Syarat utama untuk menikmati tarif 0% dari perjanjian dagang ini adalah kewajiban pabrik garmen menggunakan bahan baku kapas yang murni berasal dari Amerika Serikat. Aturan ini dinilai rasional dan diyakini mampu menggeser dominasi bahan baku dari negara produsen lain secara perlahan.

​Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta menyambut positif skema integrasi dari hulu ke hilir tersebut. Menurutnya, kebijakan ini membuka ruang besar bagi pabrik benang dan kain domestik untuk meningkatkan utilitas mesin pabrik mereka yang sempat lesu.

​”Ini kesepakatan sudah cukup bagus dan fair (adil), dan bisa mendorong penguatan integrasi industri,” kata Redma Gita Wirawasta saat dihubungi terpisah, Jumat (20/02/2026).

​Selama ini, industri pakaian jadi Indonesia mayoritas mengandalkan bahan baku impor asal China. Adanya kesepakatan baru ini memaksa pengusaha garmen yang ingin menembus pasar AS tanpa tarif untuk mencari bahan baku kain dan benang dari produsen dalam negeri yang mengolah kapas Amerika, memberikan tambahan energi yang masif bagi pemulihan industri tekstil.

​Kesepakatan dagang antara Prabowo dan Trump menjadi angin segar bagi pemulihan roda ekonomi nasional, khususnya di sektor manufaktur padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja.

Bagi Anda warga Bekasi yang mendapati kendala terkait isu ketenagakerjaan atau permasalahan layanan publik di kawasan industri, silakan sampaikan laporan Anda melalui kanal aduan resmi Pemkot Bekasi atau hubungi redaksi RakyatBekasi.Com agar segera kami tindaklanjuti.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Purbaya dan Teddy Menteri Terbaik Presiden Prabowo, Pigai Paling Disorot
Tinggalkan Masalah Sinyal, APJII Desak Pemerataan Kualitas Internet Indonesia
Pemda Kesulitan Bayar Gaji ASN dan PPPK, Menkeu Purbaya Cairkan Rp20,5 Triliun Pekan Depan
Lampaui Nasional, Ekonomi Jawa Barat Q2 2026 Tumbuh 5,73 Persen
Tak Ada Kompromi! BGN Beri Batas Waktu Dapur MBG urus SLHS hingga 10 Agustus 2026
Pakar Ungkap Alasan AS Tak Bangun Pangkalan Militer di Indonesia
Nasib PPPK Terancam! IPR Tuntut Pusat Ambil Alih Jaminan Gaji
MUI Resmi Ganti Istilah LGBT Jadi LGSP, Ini Alasannya
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 01:29 WIB

Purbaya dan Teddy Menteri Terbaik Presiden Prabowo, Pigai Paling Disorot

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:16 WIB

Tinggalkan Masalah Sinyal, APJII Desak Pemerataan Kualitas Internet Indonesia

Jumat, 7 Agustus 2026 - 04:19 WIB

Pemda Kesulitan Bayar Gaji ASN dan PPPK, Menkeu Purbaya Cairkan Rp20,5 Triliun Pekan Depan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Lampaui Nasional, Ekonomi Jawa Barat Q2 2026 Tumbuh 5,73 Persen

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Tak Ada Kompromi! BGN Beri Batas Waktu Dapur MBG urus SLHS hingga 10 Agustus 2026

Berita Terbaru

Seniman Kemerdekaan, Zenza TekSas, tengah berinteraksi dan dikelilingi antusiasme warga saat memecahkan rekor menjawab 2.026 soal kalender tahun 2026 secara langsung di area Car Free Day (CFD) Grand Kamala Lagoon, Kota Bekasi, Minggu (09/08/2026).

Bekasi

Aksi Zenza TekSas Pecahkan Rekor 2.026 Soal di CFD Bekasi

Senin, 10 Agu 2026 - 17:30 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x