Partisipasi MCU Calon Jemaah Haji Bekasi 2026 Masih Rendah, Dinkes Tingkatkan Sosialisasi Bersama Kemenag

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi.

Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi.

BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi melaporkan bahwa tingkat kesadaran dan partisipasi Calon Jemaah Haji (Calhaj) asal Kota Bekasi untuk keberangkatan tahun 2026 dalam melakukan pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU) masih tergolong rendah.

​Padahal, Pemerintah Daerah telah menyediakan pelayanan kesehatan khusus bagi jemaah di berbagai Fasilitas Kesehatan (Faskes) milik pemerintah guna memastikan kesehatan jemaah sebelum keberangkatan.

Peningkatan Kuota Haji Bekasi Menjadi 5.100 Jemaah

​Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah memasifkan kembali sosialisasi pelaksanaan MCU di seluruh Faskes. Hal ini menjadi urgensi mengingat adanya lonjakan kuota jemaah haji yang signifikan untuk Kota Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Berdasarkan data dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi, kuota Calhaj tahun 2026 mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

​”Kita mendapatkan tambahan kuota yang cukup besar, dari sebelumnya sekitar 2.800 jemaah, kini menjadi 5.100 jemaah. Namun, dari total jemaah yang tercatat tersebut, angka partisipasi MCU-nya masih minim,” ujar Satia dalam keterangan resminya, Rabu (10/12/2025).

Faktor Penyebab Minimnya Partisipasi MCU

Satia menganalisis beberapa faktor yang menyebabkan para Calhaj menunda pemeriksaan kesehatan.

Salah satunya adalah kurangnya informasi mengenai kewajiban MCU sebagai syarat mutlak pelunasan biaya haji, serta keraguan jemaah terkait kesiapan dana pelunasan.

​”Mungkin banyak calon jemaah haji yang belum mengetahui bahwa MCU adalah kewajiban awal. Atau, ada kemungkinan mereka masih menunggu kepastian uang pelunasan, jadi mereka merasa belum percaya diri (engga pede) untuk memeriksakan kesehatan sekarang,” jelasnya.

Penting untuk diketahui, pemeriksaan kesehatan merupakan tahap krusial untuk mendapatkan status Istitha’ah Kesehatan.

Status ini kini menjadi syarat utama sebelum jemaah diperbolehkan melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

Kolaborasi Dinkes dan Kemenag Kota Bekasi

Guna mengatasi lambatnya laju partisipasi ini, Dinkes Kota Bekasi telah berkoordinasi erat dengan Kementerian Agama (Kemenag) setempat.

Kolaborasi ini bertujuan untuk menyerukan urgensi pemeriksaan kesehatan kepada para jemaah yang masuk dalam daftar estimasi keberangkatan.

​”Kami sudah ‘woro-woro’, ayo segera lakukan pemeriksaan. Kami juga bekerja sama dengan Kemenag, karena dorongan paling efektif biasanya datang dari sana. Kemenag turut memberitahu masyarakat atau calon jemaah bahwa jika sudah waktunya berangkat, mereka harus segera melakukan MCU Calon Jemaah Haji Bekasi,” tegas Satia.

Imbauan untuk Calon Jemaah

Dinkes Kota Bekasi mengimbau agar seluruh Calhaj yang masuk dalam kuota keberangkatan 2026 untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan lebih awal akan memberikan waktu yang cukup bagi jemaah untuk melakukan pemulihan atau pengobatan jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan, sehingga tidak menghambat proses keberangkatan di kemudian hari.

​Para jemaah dapat mendatangi Puskesmas atau RSUD terdekat di Kota Bekasi yang telah ditunjuk sebagai fasilitas pemeriksa kesehatan haji.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Dana TPST Bantargebang Rp123 Miliar, IPPS Siap Lapor ke KPK
Rawan Konflik, Dana Hibah Pilkades Kabupaten Bekasi Tuai Sorotan
Viral! Pria Dikeroyok Saat Cari Istri di Apartemen, 5 Pelaku Diciduk
Aksi AkustikMU Semarakkan Kemerdekaan di CFD Lagoon Bekasi
Realisasi Infrastruktur Kota Bekasi Tembus 40 Persen, DBMSDA Fokus ke Proyek Strategis
Wali Kota Bekasi Soroti Nikah Dini Sebagai Pemicu Perceraian
Pagar Besi 2.5 Meter Kelilingi Pakuwon Mall, Wali Kota Tri Adhianto Pastikan Bekasi Aman Terkendali
Pakuwon Mall Bekasi Pasang Pagar Besi 2,5 Meter, Ada Apa?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Dugaan Korupsi Dana TPST Bantargebang Rp123 Miliar, IPPS Siap Lapor ke KPK

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Rawan Konflik, Dana Hibah Pilkades Kabupaten Bekasi Tuai Sorotan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Viral! Pria Dikeroyok Saat Cari Istri di Apartemen, 5 Pelaku Diciduk

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Aksi AkustikMU Semarakkan Kemerdekaan di CFD Lagoon Bekasi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Wali Kota Bekasi Soroti Nikah Dini Sebagai Pemicu Perceraian

Berita Terbaru

Penampilan grup AkustikMU sukses bakar semangat nasionalisme ribuan warga di CFD Lagoon Bekasi lewat lagu kebangsaan dan edukasi sejarah yang meriah, Minggu (02/08/2026).

Bekasi

Aksi AkustikMU Semarakkan Kemerdekaan di CFD Lagoon Bekasi

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:35 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x