Pegiat Lingkungan Nilai Konsorsium EEI-MHE-HDI-XHE sebagai Pemenang Tender Proyek PSEL Kota Bekasi Sudah Tepat

- Jurnalis

Rabu, 18 Oktober 2023 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Gerakan Untuk Lingkungan, Adrie Charviandi.

Ketua Umum Gerakan Untuk Lingkungan, Adrie Charviandi.

Ketua Umum Gerakan Untuk Lingkungan, Adrie Charviandi menilai penunjukan konsorsium EEI-MHE-HDI-XHE sebagai pemenang tender dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kota Bekasi sudah tepat.

Menurutnya, Situasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu semakin memprihatinkan dan memunculkan kekhawatiran yang mendalam bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Saat ini, TPA Sumur Batu tidak hanya sekadar tempat pembuangan sampah, tetapi juga menciptakan masalah serius,” ujar Adrie saat ditemui di ruangannya, pada Selasa (17/10/2023).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adrie yang juga mantan Dewan Daerah dan Manajer Kampanye dan Advokasi Walhi menambahkan, volume sampah yang terus bertambah tanpa terkendali dan kondisi infrastruktur yang tidak memadai di TPA Sumur Batu telah menjadikan tempat ini sebagai “bom waktu” yang bisa meledak kapan saja.

Berbagai isu seperti pencemaran lingkungan, bau yang tak tertahankan, bahkan risiko kesehatan masyarakat, semakin meruncing.

“Krisis sampah ini bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Kota Bekasi. Ini adalah tanggung jawab kita bersama sebagai warga Kota Bekasi. Kita perlu mendekati situasi ini dengan serius dan tanggap,” terangnya.

Adrie mengusulkan, diperlukan reformasi mendalam dalam pengelolaan sampah Kota Bekasi.

Langkah-langkah inovatif dan berkelanjutan harus diambil untuk mengurangi volume sampah dan menghindari penumpukan di TPA Sumur Batu.

Adrie menambahkan, teknologi pengolahan sampah modern dan ramah lingkungan harus menjadi fokus utama.

Hal itu, kata Adrie termasuk pembangunan Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik dan metode pengolahan yang tidak mencemari lingkungan.

Menurut Adrie, Everbright Environment Investment (EEI) salah satu perusahaan konsorsium, adalah anak Perusahaan Everbright Environment, perusahaan terkemuka dan terdepan di dunia yang punya kapasitas dan kapabilitas, serta pengalaman panjang dalam mengelola sampah.

Perusahaan itu, kata Adrie saat ini telah merancang dan menyelesaikan berbagai proyek pemrosesan limbah rumah tangga dengan total sebesar kurang lebih 157.200 ton/hari.

Sebagai perusahaan internasional, Everbright Environment telah berinvestasi di lebih dari 600 proyek lingkungan dengan total investasi melebihi 400 triliun rupiah.

“Proyek-proyek Everbright Environment melayani sekitar 120 juta penduduk di China daratan,” terangnya.

Everbright Environment juga hadir secara komersial di lebih dari 200 kota/ Kabupaten dan di 26 provinsi di China.

Selain itu, Everbright juga telah memasuki pasar luar negeri termasuk Hongkong, Jerman, Polandia, Vietnam yang berkontribusi pada pembangunan hijau dan teknologi ramah lingkungan.

Misi dari Everbright Environment sendiri adalah mengabdi pada ekologi dan lingkungan untuk dunia yang indah.

“Berdasarkan pengalaman dalam hal tersebut kita selayaknya bisa mempercayakan pembangunan PLTSA/PSEL ini kepada mereka,” imbuh Adrie.

Selain di Bekasi, masih kata Adrie, Everbright Environment bersama PT Jababeka Tbk juga berkomitmen penuh untuk membantu mewujudkan visi Indonesia dalam mencapai net zero emissions pada 2060 atau lebih cepat.

Berdasarkan pengalamannya menjadi peneliti di Indonesia Solid Waste Association (InSWA) Adrie juga berharap kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah dan pengurangan sampah perlu ditingkatkan.

Menurutnya, semua warga Kota Bekasi memiliki peran penting dalam mengatasi krisis ini.

“Mari bersatu untuk mengatasi krisis sampah ini dan melindungi masa depan lingkungan dan kesehatan masyarakat Kota Bekasi,” tandasnya.

Seperti diketahui, Lelang Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan di Kota Bekasi sebagaimana berita acara hasil evaluasi prasyarat teknis PSEL di Kota Bekasi, nomor 42.EV.HPT/PP/PLTSA.LH/2023 memutuskan konsorsium EEI-MHE-HDI-XHE sebagai pemenang.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Provinsi Banten Tiga Kali Kunker ke Perumda Tirta Bhagasasi, Ketagihan?
Cegah Loyo Usai Lebaran! Dirut Perumda Tirta Bhagasasi Tuntut 3 ‘Mantra’ Ini ke Pegawai
Imbas Maut TPST Bantargebang, Pemkot Bekasi Kaji Risiko Longsor TPA Sumurbatu, Panik?
TPU Perwira Tersisa 3.000 M², Pemkot Bekasi Siapkan 30 Hektar Lahan Makam Baru di Bantargebang
Awas Cuaca Ekstrem! Ini Strategi Jitu Wali Kota Bekasi Hadapi Ancaman ‘Godzilla El Nino’ 2026
Bekasi Darurat Sampah? Wali Kota Tri Adhianto Mendadak Nyapu dan Tanam Pohon
Kucurkan Rp700 M, Bank BJB Janji Berantas Rumah Kumuh di Jawa Barat dan Bekasi!
Kreator Video Terancam Bui, Gekrafs Kota Bekasi Lawan Balik!

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:03 WIB

DPRD Provinsi Banten Tiga Kali Kunker ke Perumda Tirta Bhagasasi, Ketagihan?

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:42 WIB

Cegah Loyo Usai Lebaran! Dirut Perumda Tirta Bhagasasi Tuntut 3 ‘Mantra’ Ini ke Pegawai

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:43 WIB

Imbas Maut TPST Bantargebang, Pemkot Bekasi Kaji Risiko Longsor TPA Sumurbatu, Panik?

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:00 WIB

TPU Perwira Tersisa 3.000 M², Pemkot Bekasi Siapkan 30 Hektar Lahan Makam Baru di Bantargebang

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:26 WIB

Bekasi Darurat Sampah? Wali Kota Tri Adhianto Mendadak Nyapu dan Tanam Pohon

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca