Raih WTP BPK, Pemkot Bekasi Malah Catat 20 Temuan Kebocoran PAD!

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, saat memaparkan temuan BPK terkait indikasi kebocoran PAD dan tata kelola aset daerah dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (23/07/2026). (Foto: RakyatBekasi.Com)

Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, saat memaparkan temuan BPK terkait indikasi kebocoran PAD dan tata kelola aset daerah dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (23/07/2026). (Foto: RakyatBekasi.Com)

  • ​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi meraih opini WTP dari BPK RI, namun diwarnai 20 temuan dan 57 rekomendasi kritis.
  • ​Terjadi indikasi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan pada sektor pajak hotel, reklame, PBB-P2, hingga retribusi pasar.
  • ​Ditemukan kejanggalan realisasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan kekurangan volume proyek infrastruktur di perangkat daerah.
  • ​DPRD Kota Bekasi mendesak digitalisasi pajak terintegrasi dan peningkatan early warning system guna menyelamatkan APBD.

​Prestasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dalam meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI rupanya menyisakan catatan merah yang kritis.

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bekasi membongkar sedikitnya 20 temuan dan 57 rekomendasi yang mengindikasikan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta karut-marut tata kelola aset daerah.

Laporan pengawasan ini dipaparkan langsung secara tegas dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bekasi pada Selasa (28/07/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Ancaman Defisit APBD Kota Bekasi di Balik Opini WTP BPK

​”Pengendalian pengelolaan pajak dan retribusi belum memadai dan belum sesuai ketentuan, sehingga menyebabkan terjadinya potensi kehilangan pendapatan asli daerah secara signifikan,” kata Juru Bicara BANGGAR sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi, Misbahudin kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Bekasi, dikutip Rabu (29/07/2026).

​Mengapa Potensi Kebocoran PAD Kota Bekasi Bisa Terjadi?

​Potensi hilangnya PAD secara signifikan terjadi karena lemahnya sistem pendataan dan pengawasan kepatuhan wajib pajak oleh instansi terkait di Pemkot Bekasi.

Banggar DPRD menemukan sejumlah faktor yang menjadi biang kerok menyusutnya potensi pendapatan daerah.

​Beberapa celah kebocoran tersebut meliputi:

  • ​Wajib pajak hotel serta makanan dan minuman yang belum melaporkan apalagi menyetorkan kewajibannya.
  • ​Sistem pendataan objek pajak reklame dan PBB-P2 yang tidak mutakhir dan tertinggal.
  • ​Tata kelola penarikan retribusi pasar yang masih semrawut dan tidak tertata.

​Apa Saja Kejanggalan Belanja Daerah yang Ditemukan BPK?

​Selain hilangnya potensi pendapatan, BPK juga menemukan kejanggalan serius pada pos belanja daerah yang berpotensi merugikan keuangan daerah.

Laporan pertanggungjawaban dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tercatat tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

​”Kami juga menemukan adanya kekurangan volume pada paket pekerjaan infrastruktur, serta belanja modal gedung dan bangunan pada dua perangkat daerah yang terbukti tidak sesuai dengan kontrak kerja,” ungkapnya.

​Bagaimana Nasib Pengelolaan Aset dan Penyertaan Modal Pemkot Bekasi?

​Pengelolaan aset daerah terus menjadi masalah berulang akibat lambatnya proses administrasi serta ketidaktegasan eksekusi di lapangan.

Proses serah terima aset Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) diketahui tak kunjung rampung hingga saat ini.

​Lebih lanjut, pemanfaatan aset eks-Karantina dinilai tidak optimal sehingga menimbulkan risiko hilangnya aset daerah.

Status penyertaan modal Pemkot Bekasi pada PDAM Tirta Bhagasasi juga mendapatkan evaluasi ketat karena dinilai tidak andal dan belum tuntas.

​Apa Solusi DPRD untuk Menyelamatkan Tata Kelola Keuangan?

​DPRD Kota Bekasi mendesak Pemkot Bekasi untuk segera melakukan reformasi sistemik secara menyeluruh agar catatan merah BPK tidak terus berulang.

Inspektorat Kota Bekasi juga dituntut lebih bertaji dalam menjalankan sistem peringatan dini (early warning system) di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah.

​”Bapenda harus segera mengeksekusi digitalisasi pajak dan membangun database yang terintegrasi. Kami juga meminta seluruh Kepala OPD berkomitmen memperbaiki manajemen risiko, agar celah kecurangan dalam perencanaan dan pelaksanaan APBD bisa ditutup rapat,” pungkas Misbahudin.

​Saat ini, tindak lanjut berupa pengembalian uang atas temuan BPK tersebut tengah diproses secara maraton oleh Inspektorat bersama OPD terkait.

Sementara itu, pembenahan administratif terus dikebut guna mengamankan postur dan tata kelola keuangan Kota Bekasi ke depan.

​Bagaimana tanggapan Anda mengenai indikasi kebocoran PAD di Kota Bekasi ini? Tinggalkan komentar Anda dan jangan lupa bagikan artikel ini. Baca terus informasi terbaru seputar pemerintahan dan kebijakan publik hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi I Evaluasi Dana Hibah Rp100 Juta Program Lingkar RW Beken Kota Bekasi Usai Temukan Belanja Ganda
BPRS Patriot Masih ‘Nebeng’ Sistem BJB, DPRD Desak Wali Kota Bekasi Evaluasi Penambahan OPD untuk Penggajian PPPK
Nilai PKS TPST Bantargebang Anjlok Rp19 Miliar, DPRD Kota Bekasi Pastikan BLT Uang Bau Aman namun Tanpa Subsidi Listrik
Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi Desak Anggaran Tepat Sasaran
Dana Kompensasi TPST Bantargebang Dijanjikan Cair Awal November 2026 Tanpa Pemotongan
Komisi IV Desak Calon Dewan Pendidikan Kota Bekasi 2026–2031 Hadirkan Terobosan Konkret
Wanti-wanti Jangan Ada Titipan Politik, Komisi IV Soroti Ketertutupan Seleksi Dewan Pendidikan Kota Bekasi
Warga Bulak Sentul Tagih Bansos Lansia dan U-Ditch, Nawal Husni Janji Kawal Mati-matian!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Komisi I Evaluasi Dana Hibah Rp100 Juta Program Lingkar RW Beken Kota Bekasi Usai Temukan Belanja Ganda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:01 WIB

BPRS Patriot Masih ‘Nebeng’ Sistem BJB, DPRD Desak Wali Kota Bekasi Evaluasi Penambahan OPD untuk Penggajian PPPK

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Nilai PKS TPST Bantargebang Anjlok Rp19 Miliar, DPRD Kota Bekasi Pastikan BLT Uang Bau Aman namun Tanpa Subsidi Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi Desak Anggaran Tepat Sasaran

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Dana Kompensasi TPST Bantargebang Dijanjikan Cair Awal November 2026 Tanpa Pemotongan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x