Sejarah Jalan KH Hasyim Asy’ari: Sang Mahaguru Kemerdekaan, Pendiri NU dan Penjaga NKRI

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ARSITEK KEMERDEKAAN: Suasana hiruk-pikuk aktivitas warga dan mobilitas lalu lintas di sekitar ruas Jalan K.H. Hasyim Asy'ari, kawasan vital Harmoni menuju Petojo, Jakarta Pusat, pada Kamis (30/07/2026). Jalan protokol bersejarah ini diabadikan secara abadi untuk menghormati Pahlawan Nasional K.H. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pencetus fatwa Resolusi Jihad 1945 yang mewajibkan umat Muslim mengangkat senjata melawan penjajah demi kedaulatan utuh Republik Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

ARSITEK KEMERDEKAAN: Suasana hiruk-pikuk aktivitas warga dan mobilitas lalu lintas di sekitar ruas Jalan K.H. Hasyim Asy'ari, kawasan vital Harmoni menuju Petojo, Jakarta Pusat, pada Kamis (30/07/2026). Jalan protokol bersejarah ini diabadikan secara abadi untuk menghormati Pahlawan Nasional K.H. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pencetus fatwa Resolusi Jihad 1945 yang mewajibkan umat Muslim mengangkat senjata melawan penjajah demi kedaulatan utuh Republik Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

  • Lokasi Strategis: Nama Jalan K.H. Hasyim Asy’ari diabadikan secara abadi di kawasan vital Harmoni dan Petojo, Jakarta Pusat.
  • Aktor Perubahan: Didedikasikan untuk mengenang K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia (1926).
  • Resolusi Jihad: Pencetus fatwa Resolusi Jihad pada Oktober 1945 yang mewajibkan umat Muslim membela tanah air dari penjajah, membakar semangat Pertempuran 10 November Surabaya.
  • Mahaguru Etika: Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, dan penulis kitab monumental Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim tentang etika pendidikan.

Melanjutkan seri tulisan kesejarahan ke-28 dari 45 sejarah jalan protokol dalam rangka menyambut HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026 mendatang, RakyatBekasi.com mengajak Anda melacak rekam jejak perjuangan bangsa.

Kali ini, Zenza TekSas (Ir. H. Zen Zainul HP., CWC., CHt) yang juga dikenal sebagai Seniman Kemerdekaan dan Peraih Rekor MURI, menyoroti salah satu ruas jalan paling penting di jantung Jakarta Pusat.

​Menelusuri Sejarah Jalan KH Hasyim Asy’ari di Kawasan Harmoni

​Di Mana Letak Pasti Jalan KH Hasyim Asy’ari di Jakarta?

​Jika Anda melintas di kawasan Harmoni atau Petojo, Jakarta Pusat, Anda pasti akan melewati sebuah ruas jalan penting yang dinamai Jalan K.H. Hasyim Asy’ari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jalan protokol ini menjadi urat nadi mobilitas warga ibu kota, menghubungkan pusat pemerintahan dengan wilayah strategis lainnya.

​”Nama besar ini tentu bukan sekadar sebutan penunjuk arah di atas plang jalan kota, melainkan abadi sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah lahirnya Republik Indonesia,” kata Zenza TekSas kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (30/07/2026).

​Lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 14 Februari 1871, K.H. Hasyim Asy’ari tumbuh di tengah lingkungan pesantren yang sarat dengan ilmu agama.

Beliau bukan hanya seorang ulama karismatik, melainkan juga pemikir ulung dan pejuang kemerdekaan tanpa kompromi.

​Apa Peran KH Hasyim Asy’ari dalam Pembentukan NU?

​Jejak perjuangan pahlawan nasional ini mencakup tiga pilar utama yang membentuk wajah Indonesia modern.

Pilar pertama yang sangat fundamental adalah perannya sebagai pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

​Pada 31 Januari 1926 di Surabaya, beliau bersama para ulama lain mendirikan Nahdlatul Ulama. Organisasi ini kini tumbuh pesat menjadi organisasi Islam terbesar di tanah air.

Tujuannya sangat jelas: menjaga, merawat, dan menyebarkan paham Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memperkuat nasionalisme.

​Bagaimana Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari Menggerakkan Pertempuran 10 November?

​Peran paling heroik beliau dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia terjadi pada masa-masa genting Oktober 1945.

Pilar kedua ini merupakan mahakarya diplomasi dan kepemimpinan politik-agama K.H. Hasyim Asy’ari.

​Melalui fatwa Resolusi Jihad, beliau menegaskan secara lantang bahwa membela tanah air dari ancaman kembalinya penjajah hukumnya adalah wajib bagi setiap Muslim (fardhu ain).

Fatwa inilah yang membakar semangat juang rakyat dan para santri dari seluruh penjuru hingga meledak dalam Pertempuran 10 November di Surabaya, yang hari ini kita peringati sebagai Hari Pahlawan.

​Apa Saja Kontribusi KH Hasyim Asy’ari bagi Pendidikan Islam?

​Pilar ketiga dari warisan perjuangan beliau adalah sebagai mahaguru pendidikan dan etika nasional. Di Pesantren Tebuireng, Jombang, yang beliau asuh langsung, ribuan santri ditempa dengan disiplin tinggi.

​Santri tidak hanya diajarkan ilmu agama yang mendalam, tetapi juga pembangunan karakter yang kuat dan luhur.

Beliau juga menulis berbagai kitab monumental, salah satu rujukan klasik yang masih digunakan hingga kini adalah Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim, sebuah kitab panduan utama mengenai etika dalam dunia pendidikan Islam.

​K.H. Hasyim Asy’ari berpulang ke rahmatullah pada 25 Juli 1947 di Jombang dan dimakamkan di kompleks Pesantren Tebuireng.

Atas jasa-jasa luar biasa dalam membimbing umat, merebut kemerdekaan, dan mempertahankan NKRI, pemerintah Indonesia menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional.

​Maka, setiap kali Anda melintasi Jalan Hasyim Asy’ari di hiruk-pikuk kota Jakarta, kenanglah pengorbanan tanpa pamrih sang ulama besar ini.

Bagaimana fatwa Resolusi Jihad membakar semangat patriotisme Anda saat ini? Sampaikan pandangan Anda di kolom komentar! Bagikan ulasan sejarah ini ke media sosial dan baca terus penelusuran sejarah bangsa karya Zenza TekSas secara eksklusif hanya di RakyatBekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Inovasi Energi Pertamina Patra Niaga Pukau GIIAS 2026
Sejarah Jalan Suryo Pranoto: Bangsawan ‘Si Raja Mogok’ Perintis Gerakan Massa Aksi Buruh
Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI
Sejarah Jalan Sultan Agung: Raja Mataram Penakluk VOC
Sejarah Jalan Latuharhary: Mengenal Sosok Pahlawan Maluku Penjaga NKRI
Sejarah Jalan Dr Kusuma Atmaja: Ketua MA Pertama RI
Satu-satunya di Jabodetabek, STAH Dharma Nusantara Buka Magister S2 Pendidikan Agama Hindu
Cegah Stunting, Alfamidi Salurkan 160 Ribu Telur ke 26 Kota dan Kabupaten di 15 Provinsi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:29 WIB

Sejarah Jalan KH Hasyim Asy’ari: Sang Mahaguru Kemerdekaan, Pendiri NU dan Penjaga NKRI

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:49 WIB

Inovasi Energi Pertamina Patra Niaga Pukau GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:50 WIB

Sejarah Jalan Suryo Pranoto: Bangsawan ‘Si Raja Mogok’ Perintis Gerakan Massa Aksi Buruh

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:11 WIB

Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI

Senin, 27 Juli 2026 - 12:13 WIB

Sejarah Jalan Sultan Agung: Raja Mataram Penakluk VOC

Berita Terbaru

Ilustrasi kritik tajam Sutrisno Pangaribuan atas aksi walk out Menantu Jokowi dalam Sidang Paripurna DPRDSU.

Parlementaria

DPRDSU Tabrak Aturan, Aksi Walk Out Menantu Jokowi Dikritik Tajam

Kamis, 30 Jul 2026 - 13:09 WIB

Infografis badai PHK di Kota Bekasi.

Bekasi

Lonjakan PHK di Kota Bekasi Capai 773 Kasus, Ini Pemicunya

Kamis, 30 Jul 2026 - 11:48 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x