Topik 45 Tokoh Bangsa di Balik Nama Jalan Protokol

BAPAK PENDIDIKAN AGAMA: Suasana lalu lintas dan aktivitas masyarakat di sekitar Jalan K.H. Wahid Hasyim yang terletak di kawasan Menteng, tidak jauh dari Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Nama jalan strategis ini didedikasikan untuk menghormati Pahlawan Nasional K.H. Abdul Wahid Hasyim, arsitek Piagam Jakarta, ayahanda Gus Dur, sekaligus Menteri Agama pertama Republik Indonesia yang memelopori integrasi kurikulum pendidikan nasional. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan KH Wahid Hasyim: Menteri Agama Pertama RI

Ekstra | Jumat, 17 Juli 2026 - 03:47 WIB

Jumat, 17 Juli 2026 - 03:47 WIB

Melanjutkan estafet literasi sejarah menyambut HUT RI ke-81, Seniman Kemerdekaan Zenza TekSas merilis naskah kelima belasnya pada Jumat (17/07/2026). Tulisan edukatif ini mengupas tuntas…

SANG DIPLOMAT BERSAHAJA: Suasana lalu lintas dan aktivitas warga di sepanjang Jalan H. Agus Salim, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Jalan protokol bergengsi ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional H. Agus Salim, diplomat ulung penguasa sembilan bahasa asing yang rela memilih jalan hidup sederhana di rumah kontrakan sempit demi menjaga integritas dan kedaulatan Republik Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan H Agus Salim: Diplomat Melarat Perintis Negara Kesatuan Republik Indonesia

Ekstra | Kamis, 16 Juli 2026 - 13:19 WIB

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:19 WIB

Melanjutkan estafet literasi sejarah naskah keempat belas menuju peringatan HUT RI ke-81, Seniman Kemerdekaan asal Kota Bekasi, Zenza TekSas, merilis tulisan terbarunya pada Kamis…

SRIKANDI RIMBA ACEH: Kemegahan bangunan Masjid Cut Meutia di Jalan Cut Meutia, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Bangunan dan jalan bersejarah ini mengabadikan nama Pahlawan Nasional Cut Nyak Meutia, perempuan berhati baja asal Aceh yang teguh memimpin perang gerilya dan rela menolak kompromi dengan penjajah Belanda hingga napas terakhirnya di Alue Kurieng. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Cut Meutia: Srikandi Aceh Penantang Penjajah

Ekstra | Rabu, 15 Juli 2026 - 08:26 WIB

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:26 WIB

Menyambung estafet literasi sejarah naskah ketigabelas menuju perayaan HUT RI ke-81, Seniman Kemerdekaan asal Kota Bekasi, Zenza TekSas, merilis tulisan terbarunya pada Rabu (15/07/2026)….

DUET SANG PAHLAWAN: Suasana rimbun dan megah di persimpangan kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, yang menghubungkan Jalan Teuku Umar dan Jalan Cut Nyak Dhien. Perencana tata kota secara puitis meletakkan dua jalan protokol ini bersisian sebagai monumen abadi bagi sepasang pahlawan nasional yang mengorbankan nyawa memimpin gerilya di bumi Serambi Mekah. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Cut Nyak Dhien: Singa Betina Perang Aceh

Ekstra | Selasa, 14 Juli 2026 - 10:20 WIB

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:20 WIB

​Seniman Kemerdekaan asal Kota Bekasi, Zenza TekSas, kembali merilis naskah keduabelasnya pada Selasa (14/07/2026). Tulisan ini membedah makna puitis di balik tata letak Jalan…

SANG ARSITEK TAKTIK: Suasana rimbunnya pepohonan dan arsitektur anggun di sepanjang Jalan Teuku Umar, kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat. Nama jalan protokol ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Teuku Umar, sosok pejuang dari Aceh yang berhasil mengelabuhi militer kolonial Belanda melalui taktik Kuda Troya demi merebut logistik perang pada tahun 1896. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Teuku Umar: Taktik Kuda Troya di Perang Aceh

Ekstra | Senin, 13 Juli 2026 - 04:26 WIB

Senin, 13 Juli 2026 - 04:26 WIB

​Mengawali pekan ini, Seniman Kemerdekaan asal Kota Bekasi, Zenza TekSas, merilis naskah kesebelasnya pada Senin (13/07/2026). Tulisan ini membedah sosok legendaris di balik nama…

Suasana lalu lintas di kawasan Jalan Imam Bonjol. Nama jalan protokol elite yang kerap ditemui di berbagai kota besar ini didedikasikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol, ulama besar Sumatra Barat yang berhasil menyatukan rakyat dan memimpin Perang Padri (1803–1838) melawan penjajah Belanda. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Imam Bonjol: Taktik Ulama di Perang Padri

Ekstra | Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:11 WIB

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:11 WIB

​Seniman Kemerdekaan asal Kota Bekasi, Zenza TekSas, kembali melanjutkan estafet literasi sejarahnya dengan merilis naskah terbaru pada Sabtu (11/07/2026). Tulisan ini mengupas tuntas sosok…

Seniman Kemerdekaan asal Kota Bekasi, Zenza TekSas, saat memaparkan naskah literasi sejarah kedelapannya tentang taktik gerilya Pangeran Diponegoro di Kota Bekasi, Jumat (10/07/2026). (Ilustrasi/Dok. RakyatBekasi.Com)

Ekstra

Jejak Juang Pangeran Diponegoro: Pahlawan Besar Perang Jawa

Ekstra | Jumat, 10 Juli 2026 - 12:03 WIB

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:03 WIB

​Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, Seniman Kemerdekaan asal Kota Bekasi, Zenza TekSas, kembali meluncurkan karya terbarunya. Naskah literasi sejarah kedelapan…

MONUMEN PERLAWANAN: Suasana hiruk pikuk lalu lintas dan kemegahan Masjid Agung Al-Azhar di sepanjang Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Nama jalan protokol vital ini didedikasikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII, pemimpin spiritual tertinggi Batak yang gugur sebagai martir setelah memimpin perang gerilya melawan kolonial Belanda selama hampir tiga dekade. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Misteri Jalan Sisingamangaraja: Simbol Perlawanan 30 Tahun Raja Batak

Ekstra | Kamis, 9 Juli 2026 - 10:16 WIB

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:16 WIB

Poin Utama: Melanjutkan estafet literasi sejarah menuju HUT RI, Seniman Kemerdekaan asal Kota Bekasi, Zenza TekSas, merilis naskah ketujuhnya pada Kamis (09/07/2026). Tulisan ini…

Suasana hiruk pikuk lalu lintas yang membelah deretan gedung pencakar langit di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Nama kawasan bisnis paling elite di Indonesia ini diabadikan dari sosok Panglima Besar Jenderal Soedirman, pahlawan nasional yang rela memimpin perang gerilya dari atas tandu dengan kondisi satu paru-paru demi mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Sudirman: Guru Desa Jadi Panglima Gerilya

Ekstra | Rabu, 8 Juli 2026 - 01:11 WIB

Rabu, 8 Juli 2026 - 01:11 WIB

​Poin Utama: ​Melanjutkan estafet literasi sejarah menuju HUT RI, Seniman Kemerdekaan Zenza TekSas merilis naskah keenamnya pada Rabu (08/07/2026). Tulisan ini membongkar memori heroik…

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Ekstra

Sejarah Jalan MH Thamrin: Singa Parlemen Pembela Pribumi

Ekstra | Selasa, 7 Juli 2026 - 06:44 WIB

Selasa, 7 Juli 2026 - 06:44 WIB

​Poin Utama: ​Melanjutkan misi literasi sejarah menuju HUT RI, Seniman Kemerdekaan asal Kota Bekasi, Zenza TekSas, merilis naskah kelimanya pada Selasa (07/07/2026). Tulisan ini…

error: Content is protected !!