Terlemah Sejak April 2020, Rupiah Tembus Rp15.318 per Dolar AS

- Jurnalis

Senin, 10 Oktober 2022 - 23:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi rupiah melemah (Toto Sihono)

ilustrasi rupiah melemah (Toto Sihono)

Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.318 per dolar AS pada Senin (10/10/2022) atau melemah 67 poin atau minus 0,44 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mengutip Trading View, kurs rupiah tersebut menjadi yang terlemah sejak 20 April 2020. Saat itu, rupiah bertengger di posisi Rp15.550 per dolar AS.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah melemah ke posisi Rp15.299 per dolar AS pada perdagangan Senin sore.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak di zona merah. Tercatat Won Korea Selatan melemah 0,99 persen, Dolar Singapura minus 0,34 persen, Peso Filipina minus 0,12 persen.

Kemudian, Yen Jepang melemah 0,17 persen dan Yuan China minus 0,42 persen. Sementara, Dolar HongKong dan Ringgit Malaysia stagnan.

Mata uang negara-negara maju juga kompak melemah. Poundsterling Inggris melemah 0,35 persen, Euro Eropa minus 0,54 persen, Dolar Australia minus 1,18 persen, dan Dolar Kanada minus 0,15 persen.

Sejumlah analis menyebut, kurs rupiah tertekan oleh penguatan dolar AS dan risk off sentimen yang menyebabkan pelepasan aset dan mata uang beresiko.

Selain itu, indeks kepercayaan konsumen Indonesia yang anjlok dan jauh di bawah ekspektasi pasar pun semakin menambah tekanan pada rupiah.

BI mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terhadap ekonomi Indonesia turun dari 124,7 menjadi 117,2 pada September 2022.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI
Sejarah Jalan Sultan Agung: Raja Mataram Penakluk VOC
Sejarah Jalan Latuharhary: Mengenal Sosok Pahlawan Maluku Penjaga NKRI
Sejarah Jalan Dr Kusuma Atmaja: Ketua MA Pertama RI
Satu-satunya di Jabodetabek, STAH Dharma Nusantara Buka Magister S2 Pendidikan Agama Hindu
Cegah Stunting, Alfamidi Salurkan 160 Ribu Telur ke 26 Kota dan Kabupaten di 15 Provinsi
​Sejarah Jalan Jusuf Adiwinata Menteng: Bapak Imigrasi RI
Sejarah Jalan Sam Ratulangi: Sang Doktor Jenius dari Timur
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:11 WIB

Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI

Senin, 27 Juli 2026 - 12:13 WIB

Sejarah Jalan Sultan Agung: Raja Mataram Penakluk VOC

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:46 WIB

Sejarah Jalan Latuharhary: Mengenal Sosok Pahlawan Maluku Penjaga NKRI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:29 WIB

Sejarah Jalan Dr Kusuma Atmaja: Ketua MA Pertama RI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:47 WIB

Satu-satunya di Jabodetabek, STAH Dharma Nusantara Buka Magister S2 Pendidikan Agama Hindu

Berita Terbaru

PENA KEMERDEKAAN: Suasana jalan raya dan lalu lintas di sekitar ruas Jalan Abdul Muis, kawasan tersembunyi di balik Jalan Merdeka Barat, dekat Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/07/2026). Penamaan jalan protokol ini didedikasikan secara khusus untuk menghormati Abdoel Moeis, jurnalis kritis pendiri koran Hindia Serikat, pengarang mahakarya novel Salah Asuhan, sekaligus tokoh yang tercatat sebagai orang pertama penerima gelar Pahlawan Nasional di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:11 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x