- Kontrak Perjanjian Kerja Sama (PKS) TPST Bantargebang antara Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta akan segera berakhir pada 26 Oktober mendatang.
- Pemprov DKI Jakarta berencana memangkas volume pengiriman sampah ke Bantargebang secara bertahap dari 50 persen hingga 90 persen.
- Dana Bantuan Keuangan (Bandek) Kota Bekasi terancam anjlok hingga Rp198 miliar per tahun jika kompensasi tetap menggunakan skema tonase murni.
- DPRD Kota Bekasi segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengawal dan menuntut perumusan ulang skema kompensasi.
PEMERINTAH KOTA (PEMKOT) BEKASI terancam kehilangan Dana Bantuan Keuangan (Bandek) hingga Rp198 miliar per tahun menyusul rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memangkas tonase pembuangan sampah.
Merespons ancaman serius terhadap pendapatan daerah tersebut, DPRD Kota Bekasi segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna mengawal negosiasi kompensasi sebelum kontrak TPST Bantargebang resmi berakhir pada 26 Oktober mendatang.
Penyelamatan Dana Bandek Kota Bekasi dan Desakan Skema Baru Bantargebang
Mengapa Dana Bandek Kota Bekasi Terancam Susut Drastis?
Penurunan proyeksi nilai kompensasi ini merupakan imbas langsung dari kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang mulai mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah mandiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan dari ibu kota tersebut diklaim akan mengurangi volume pengiriman sampah warga Jakarta ke Kecamatan Bantargebang secara signifikan secara bertahap.
”Jika formula kerja sama baru masih bertahan pada skema lama yang berbasis tonase murni, Kota Bekasi akan menanggung kerugian finansial yang signifikan. Potensi penurunan dana bandek diperkirakan mencapai Rp198 miliar per tahun dari nilai penerimaan saat ini yang berkisar Rp371 miliar per tahun,” kata Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (14/09/2026).
Bagaimana Langkah Prosedural DPRD Merespons Manuver Pemprov DKI Jakarta?
Menghadapi potensi penyusutan pendapatan daerah secara drastis, pihak legislatif mendesak eksekutif untuk meninjau ulang kesiapan prosedural Pemkot Bekasi terkait hitungan tonase sampah yang baru.
Apalagi, pihak legislatif di DKI Jakarta telah lebih dulu bermanuver menggodok skema yang jelas akan memangkas nilai kompensasi bagi warga terdampak.
”Nah kalau jumlahnya berkurang, kita juga akan berpikir ulang. Jangan sampai jumlahnya berkurang. Masalahnya di DKI itu kan sudah melakukan pansus, ada pansus tersendiri terkait dengan pengolahan sampah, bahwa mereka akan mengurangi jumlah bandek yang ada dari DKI Jakarta ke Kota Bekasi,” tuturnya.
Apa Target Utama Pansus DPRD Kota Bekasi dalam Evaluasi TPST Bantargebang?
Saat ini, Pemkot Bekasi tengah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar kerugian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dapat dicegah.
Sebagai bentuk perlawanan strategis, legislator Kalimalang sepakat untuk menurunkan tim khusus agar kesepakatan akhir tidak merugikan hajat hidup warga di sekitar TPST Bantargebang.
”Kalau hitungannya masih di tonase, maka Kota Bekasi yang mengalami kerugian sangat besar. Oleh karenanya, dari hasil pembahasan ini, kita bersepakat bahwa nantinya sampai dengan finalisasi perjanjian kerja sama dan kesepakatan kerja samanya, maka kami akan membentuk pansus. Yang intinya adalah pansus ini mengawal proses kerja sama dari Provinsi DKI Jakarta dengan Kota Bekasi terkait dengan pengelolaan sampah Bantargebang,” jelasnya.
Berakhirnya masa perpanjangan kerja sama pada penghujung Oktober ini menjadi ujian krusial bagi daya tawar Pemkot Bekasi.
Publik kini menanti ketegasan pihak eksekutif dan legislatif dalam merumuskan kontrak kerja sama yang berkeadilan, tanpa membiarkan beban lingkungan warga Bantargebang dibayar dengan nilai kompensasi yang terus merosot.
Tetap ikuti perkembangan isu kompensasi TPST Bantargebang dan berita pemerintahan lainnya. Silakan bagikan artikel ini atau tinggalkan tanggapan Anda di kolom komentar. Jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu mendapat update berita tercepat dan terpercaya.
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















