- Fokus APJII beralih dari sekadar perluasan akses menuju peningkatan kecepatan dan kualitas koneksi, menargetkan layanan 100 Mbps yang terjangkau.
- Berdasarkan survei terbaru 2026, pengguna internet nasional telah melonjak signifikan mencapai 235 juta jiwa atau 81,72% dari total populasi.
- APJII memperkuat sinergi dengan Kementerian Komdigi untuk menyukseskan program Kampung Internet dan pemerataan akses digital.
- Optimalisasi infrastruktur Indonesia Internet Exchange (IIX) dan IDNIC terus didorong guna menekan latensi serta mengamankan lalu lintas data domestik.
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menegaskan bahwa tantangan utama ekosistem digital nasional kini telah bergeser secara signifikan.
Fokus pengembangan tak lagi sekadar memperluas jangkauan sinyal ke pelosok daerah, melainkan memastikan seluruh masyarakat mendapatkan koneksi internet yang cepat, andal, dan terjangkau.
Langkah strategis ini dinilai sangat krusial sebagai fondasi untuk menopang laju ekonomi digital, termasuk bagi masyarakat di wilayah aglomerasi penyangga ibu kota seperti Kota Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fokus Baru: Transformasi Digital Bergantung pada Kualitas Internet Indonesia
”Ke depan, tantangan kita bukan lagi soal perluasan akses. Tantangan kita adalah menghadirkan konektivitas yang berkualitas sebagai fondasi transformasi digital Indonesia,” ujar Muhammad Arif kepada melalui keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (08/08/2026).
Ketua Umum APJII tersebut menekankan bahwa internet telah menjelma menjadi infrastruktur strategis dan urat nadi kehidupan.
Jaringan digital kini menopang hampir seluruh aktivitas ekonomi masyarakat hingga sektor layanan publik pemerintah daerah.
Oleh karena itu, peningkatan kualitas konektivitas harus segera ditetapkan sebagai agenda utama dalam peta jalan transformasi digital nasional.
Mengapa Kualitas Koneksi Kini Lebih Penting dari Sekadar Jangkauan Luas?
Pemerataan akses internet yang andal akan berbanding lurus dengan kemampuan Indonesia dalam memanfaatkan peluang ekonomi global.
Jika hanya mengandalkan pemerataan sinyal tanpa keandalan koneksi, kesenjangan digital antarwilayah justru akan semakin melebar.
Kualitas jaringan yang stabil sangat dibutuhkan untuk memfasilitasi transaksi ekonomi yang dinamis dan real-time.
Apa Saja Langkah APJII untuk Mendukung Program 100 Mbps Komdigi?
APJII berkomitmen kuat untuk memperluas kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah pusat, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Sinergi ini diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap pengembangan program strategis Kampung Internet.
Selain itu, APJII juga aktif mendorong penyediaan layanan internet berkecepatan 100 Mbps agar semakin merata dan terjangkau bagi kantong masyarakat.
Dari sisi teknis, organisasi yang menaungi para penyedia layanan ini terus memperkuat infrastruktur inti nasional, di antaranya:
- Indonesia Internet Exchange (IIX): Berfungsi sebagai titik interkoneksi nasional untuk memastikan lalu lintas data domestik tetap berada di dalam negeri, sehingga latensi menurun dan keandalan jaringan meningkat.
- Indonesia Network Information Center (IDNIC): Memastikan kelancaran distribusi alamat IP dan Autonomous System (AS) Number kepada ribuan penyelenggara telekomunikasi di seluruh Indonesia guna mengantisipasi lonjakan trafik internet.
Berapa Jumlah Pengguna Internet di Indonesia pada Tahun 2026?
Berdasarkan hasil Survei APJII, tingkat penetrasi internet nasional telah menembus angka 81,72 persen pada tahun 2026.
Angka tersebut setara dengan 235 juta pengguna yang kini aktif berselancar di dunia maya. Capaian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun 2024 yang saat itu masih berada di level 79,5 persen atau sekitar 221 juta pengguna.
Lonjakan trafik dan jumlah pengguna ini menjadi sinyal kuat bahwa infrastruktur digital harus segera ditingkatkan kapasitasnya.
”Peningkatan jumlah pengguna internet harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan, pemerataan infrastruktur, keamanan siber, dan penguatan kapasitas digital masyarakat. APJII akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, industri, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan transformasi digital Indonesia berjalan secara inklusif dan berkelanjutan,” tutur Arif.
Komitmen penguatan kualitas jaringan ini kembali digaungkan dalam rangkaian Internet Days 2026 dan Rapat Kerja Nasional APJII di Jakarta yang sekaligus menjadi momen peringatan tiga dekade berdirinya organisasi tersebut.
Melalui wadah diskusi bertajuk Ensuring Equal Digital Access, para regulator dan pelaku industri terus merumuskan strategi matang guna menghapus kesenjangan digital, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Ingin terus memantau update kebijakan publik, infrastruktur, dan berita terhangat seputar Kota Bekasi hingga tingkat nasional? Jangan lewatkan informasi penting lainnya dan ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi disini agar Anda selalu update!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







