- Wali Kota Bekasi mengkritik lambatnya promosi Porprov XV Jabar 2026 di tingkat kecamatan dan kelurahan.
- Pemkot Bekasi telah mengalokasikan anggaran fantastis hingga lebih dari Rp 500 miliar untuk kesiapan sebagai Tuan Rumah Utama.
- Camat dan lurah diinstruksikan memanfaatkan momen HUT RI ke-81 untuk sosialisasi masif di tingkat RT/RW.
- Pemkot menargetkan perputaran ekonomi (sportconomy) dari kedatangan sekitar 8.500 atlet dan official.
Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat pada November 2026, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyoroti kinerja jajaran kewilayahan.
Dalam Rapat Koordinasi di Aula KH Nonon Sonthanie, Kamis (13/08/2026), Tri menyentil langsung seluruh camat dan lurah se-Kota Bekasi lantaran lambatnya tempo promosi dan semarak sosialisasi di tengah masyarakat.
Mengapa Wali Kota Bekasi Kecewa dengan Promosi Porprov XV Jabar 2026?
Kekecewaan Wali Kota Bekasi bermula dari minimnya gema sosialisasi di tingkat akar rumput, padahal perhelatan Porprov XV Jabar sudah di depan mata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tri menilai pergerakan aparat kewilayahan belum sejalan dengan komitmen besar pemerintah daerah yang telah menggelontorkan anggaran fantastis.
”Pemerintah Kota Bekasi telah mengalokasikan anggaran besar mencapai lebih dari Rp 500 miliar untuk rehabilitasi venue dan persiapan. Oleh karena itu, promosi kita tidak boleh kalah dengan daerah lain,” tegas Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Kamis (13/08/2026).
Anggaran lebih dari Rp 500 miliar tersebut dialokasikan secara khusus untuk membenahi infrastruktur olahraga, memastikan Kota Bekasi layak menyandang status sebagai Tuan Rumah Utama ajang empat tahunan tersebut.
Bagaimana Strategi Percepatan Sosialisasi Porprov di Tingkat RT/RW?
Untuk mengejar ketertinggalan, orang nomor satu di bekasi ini menginstruksikan langkah taktis dengan menunggangi momentum perayaan kemerdekaan.
Camat dan lurah diwajibkan menyisipkan konten promosi Porprov pada setiap ajang perlombaan HUT Ke-81 RI di seluruh lingkungan RT dan RW se-Kota Bekasi.
Secara teknis, seluruh atribut kegiatan warga, mulai dari spanduk hingga stiker, wajib memuat identitas resmi perhelatan:
- Maskot: WORKER (Walet Keren)
- Tagline: “Energi Patriot Nyalakan Kerenmu!”
Apa Dampak Porprov Jabar 2026 terhadap Ekonomi Kota Bekasi?
Selain fokus pada prestasi olahraga, Pemkot Bekasi membidik potensi sportconomy (ekonomi berbasis olahraga).
Kedatangan sekitar 8.500 atlet dan official dari seluruh Jawa Barat diproyeksikan akan mendongkrak roda perekonomian lokal.
Untuk memaksimalkan potensi ini, Pemkot Bekasi tengah menggodok Surat Edaran yang menyasar:
- Pengelola perhotelan
- Pusat perbelanjaan (mall)
- Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
Langkah ini bertujuan agar seluruh elemen bisnis di Kota Bekasi siap menangkap peluang ekonomi dan memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu.
Kapan Jadwal Pertandingan dan Pembagian Venue Porprov Dilaksanakan?
Panitia Besar (PB) Porprov bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi memaparkan bahwa babak penyisihan untuk cabang olahraga futsal akan kick-off lebih awal pada 28 Oktober 2026.
Sementara itu, upacara pembukaan (opening ceremony) akan dihelat megah pada 7 November 2026.
Untuk efisiensi manajerial dan penanganan medis, 47 disiplin olahraga telah dibagi menjadi 6 klaster area.
Dari segi ketersediaan lokasi, rincian venue adalah sebagai berikut:
- 27 venue: Terletak di dalam wilayah Kota Bekasi.
- 21 venue: Tersebar di luar wilayah Kota Bekasi (daerah penyangga).
PB Porprov juga memastikan promosi tidak hanya mengandalkan media sosial yang telah menembus ratusan ribu views, tetapi juga lewat aksi jemput bola seperti Roadshow Mall-to-Mall, Goes to School, dan aktivasi di arena Car Free Day (CFD).
Apa Antisipasi Keamanan dan Estetika Menjelang Porprov?
Menyadari pentingnya impresi pertama, Wali Kota Bekasi membebankan tanggung jawab kebersihan rute menuju venue kepada camat dan lurah.
Mereka diinstruksikan segera membersihkan saluran air dari eceng gondok dan menambal jalan rusak.
Lebih dari itu, keamanan menjadi prioritas utama. Camat dan lurah diminta bersinergi dengan aparat penegak hukum untuk memberantas potensi premanisme dan menertibkan kantong-kantong parkir liar di sekitar venue pertandingan.
Momen menjadi Tuan Rumah Utama, menurut Tri, adalah siklus langka yang mungkin hanya berulang 60 tahun sekali.
Oleh karena itu, nama baik Kota Bekasi kini berada di pundak seluruh elemen masyarakat dan perangkat daerah.
Jangan sampai ketinggalan informasi terbaru seputar persiapan Kota Bekasi menuju Porprov Jabar 2026 dan berita penting lainnya!
Ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [follow channel di sini] agar selalu update.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















