Tri Adhianto Tinjau Banjir Kiriman di Gang Mawar Bekasi Timur

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat meninjau kondisi banjir dan debit air di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/01/2026)

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat meninjau kondisi banjir dan debit air di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/01/2026)

Poin Utama:

  • Lokasi Terdampak: Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur menjadi titik tinjauan utama dampak luapan Kali Bekasi.
  • Penyebab: Tingginya debit air kiriman dari hulu (Bogor) melalui pertemuan Kali Cileungsi dan Kali Cikeas (P2C).
  • Data Ketinggian Air: Tinggi Muka Air (TMA) di P2C tercatat mencapai 500 cm, jauh di bawah rekor tahun lalu yang mencapai 850 cm.
  • Status Terkini: Banjir berangsur surut di sebagian besar wilayah, namun pengungsi masih tercatat di area Kali Lengkak.

​Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak banjir di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/01/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk memantau penanganan dampak luapan Kali Bekasi yang kembali merendam permukiman warga akibat tingginya intensitas air kiriman dari wilayah hulu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Apa Penyebab Banjir di Wilayah Margahayu Bekasi Timur?

​Banjir yang melanda kawasan Gang Mawar dan sekitarnya dipastikan bukan hanya akibat hujan lokal, melainkan dampak signifikan dari debit air kiriman wilayah Bogor.

Pertemuan arus antara Kali Cileungsi dan Kali Cikeas (P2C) menjadi indikator utama kenaikan debit air di Kali Bekasi yang melintasi permukiman warga.

​”Kalau ketinggian air di titik pertemuan Kali Cileungsi dan Cikeas atau P2C sudah menyentuh 500, itu sudah pasti akan naik. Sementara top level yang pernah kita alami bisa mencapai 750 hingga 850,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat melakukan peninjauan di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Jumat (30/01/2026).

​Pemkot Bekasi terus berkoordinasi dengan otoritas terkait di wilayah hulu untuk memantau pergerakan air agar peringatan dini dapat disampaikan lebih cepat kepada warga di sepanjang bantaran sungai.

​Bagaimana Perbandingan Debit Air Tahun Ini dengan Tahun Lalu?

​Berdasarkan data di lapangan, kondisi banjir kali ini dinilai lebih terkendali dibandingkan kejadian serupa pada tahun sebelumnya. Tri Adhianto memaparkan data komparasi ketinggian air sebagai berikut:

  • Tahun Lalu: Tinggi Muka Air (TMA) mencapai 850 cm, menyebabkan dampak banjir yang luas dan parah.
  • Tahun Ini (Januari 2026): TMA terpantau di angka 500 cm.

​”Namun pada saat ini tidak sampai seperti tahun lalu, karena debit air hanya capai 500 cm, dan itu sudah mulai berangsur normal kembali,” tutur Tri Adhianto menjelaskan penurunan risiko dibanding tahun sebelumnya.

​Wilayah Mana Saja yang Masih Terdampak?

​Secara umum, situasi banjir di Kota Bekasi dilaporkan sudah berangsur surut seiring dengan meredanya curah hujan di wilayah hulu maupun hilir. Meski demikian, Pemkot Bekasi mencatat masih ada titik-titik yang memerlukan penanganan khusus.

​Beberapa wilayah di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), khususnya di area Kali Lengkak dan sekitarnya, masih menyisakan genangan yang memaksa sejumlah warga bertahan di pengungsian.

Pemerintah daerah telah menginstruksikan dinas terkait untuk menyalurkan bantuan logistik dan memastikan kesehatan warga yang masih mengungsi tetap terjaga.

​Pemkot Bekasi mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran Kali Bekasi untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Tim BPBD dan relawan disiagakan untuk mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Jika Anda melihat potensi bahaya banjir atau membutuhkan evakuasi darurat, segera hubungi layanan Call Center 112 Kota Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Bekuk Sejoli Pembuang Bayi di Apartemen Mutiara Bekasi
GMNI Kritik Keras Wali Kota Jaktim Soal Polusi Udara di Kawasan Industri Pulogadung
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Resmikan Jembatan Melengkung Wisata Air Kalimalang
Tolak Operasional Bus Trans Bekasi Keren, Sopir Angkot Blokade Jalan Ahmad Yani
Resmi Mengaspal, Pemkot Bekasi Gratiskan Trans Beken Selama Sebulan
Wali Kota Tri Adhianto Resmikan Bus Trans Bekasi Keren Rute Harapan Indah-Terminal Induk
Markus Gea Soroti Dampak Dualisme Tinju Amatir Indonesia
Wali Kota Bekasi Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Cukup Pakai KTP

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:45 WIB

Polisi Bekuk Sejoli Pembuang Bayi di Apartemen Mutiara Bekasi

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:20 WIB

GMNI Kritik Keras Wali Kota Jaktim Soal Polusi Udara di Kawasan Industri Pulogadung

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:04 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Resmikan Jembatan Melengkung Wisata Air Kalimalang

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:45 WIB

Resmi Mengaspal, Pemkot Bekasi Gratiskan Trans Beken Selama Sebulan

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:23 WIB

Wali Kota Tri Adhianto Resmikan Bus Trans Bekasi Keren Rute Harapan Indah-Terminal Induk

Berita Terbaru

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary.

Parlementaria

DPRD Tagih Komitmen Wali Kota Bekasi Soal Modernisasi Angkot

Rabu, 11 Feb 2026 - 11:07 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca